: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

Berita

Estimasi Ketidakpastian Pengukuran/Pengujian Dalam Pengukuran/Pengujian Kimia


Administrator, 20 Mei 2010

Begitu banyak keputusan-keputusan penting diambil berdasarkan hasil pengujian kimia kuantitatif. Hasil-hasil tersebut digunakan, sebagai contoh, untuk menguji kesesuaian material terhadap spesifikasi tertentu atau terhadap suatu ambang batas yang telah ditetapkan, atau untuk mengestimasi nilai ekonomi dari suatu produk. Oleh karenanya suatu indikasi tentang kualitas hasil pengujian, terutama dalam penerapannya pada area penting seperti yang berhubungan dengan perdagangan internasional, kesehatan, keamanan pangan, dll. sangat diperlukan. Dewasa ini secara luas telah dipahami bahwa konsep ketidakpastian (uncertainty) merupakan bagian penting dari hasil suatu analisis kuantitatif. Tanpa pengetahuan tentang ketidakpastian pengukuran maka pernyataan suatu hasil pengujian belum dapat dikatakan lengkap [1]. Walaupun konsep ketidakpastian pengukuran telah lama dikenal oleh para kimiawan, namun baru pada tahun 1993 terbit suatu petunjuk formal untuk mengevaluasi dan mengekspresikan ketidakpastian dalam lingkup pengujian yang luas. Petunjuk tersebut ialah “Guide to the Expression of Uncertainty in Measurement” yang diterbitkan dan disusun oleh ISO melalui kolaborasi dengan BIPM (Bureau International des Poids et Mesures, International Bureau of Weights and Measures), IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry), IUPAP (International Union of Pure and Applied Physic), dan OIML (Organisation Internationale de Métrologie Légale, International Organization of Legal Metrology)[2]. Dokumen ini kemudian seringkali dikenal dengan istilah ISO-GUM dan berlaku untuk semua area pengujian secara luas. Pada tahun 1995 EURACHEM kemudian menerbitkan dokumen yang menunjukkan bagaimana konsep estimasi ketidakpastian dalam ISO-GUM diterapkan dalam pengukuran/pengujian kimia[3]. Dokumen terakhir tersebut kemudian digunakan secara meluas dalam berbagai lingkup pengukuran/pengujian kimia. Dari asal katanya, kata ketidakpastian mempunyai beberapa arti yaitu “ragu-ragu”, “kekurangpercayaan” dan “derajat ketidakyakinan”. Namun definisi ketidakpastian secara metrologis telah didefinisikan oleh ISO (atau VIM, Vocabulaire international de Métrologie) sebagai berikut [4]:

“non-negative parameter characterizing the dispersion of quantity values being attributed to a measurand, based on the information used” .

Jadi ketidakpastian merupakan suatu parameter non-negative yang menggambarkan sebaran nilai kuantitatif suatu hasil pengujian (measurand), berdasarkan informasi yang digunakan. Namun bahasan tentang konsep ketidakpastian tidaklah utuh tanpa membahas juga tentang konsep traceability (ketertelusuran). Menurut ISO istilah traceability secara metrologis didefinisikan sebagai berikut[4]:

“property of a measurement results whereby the result can be related to a reference through a documented unbroken chain of calibrations each contributing to the measurement uncertainty”

Jadi ketertelusuran merupakan sifat dari pengukuran/pengujian, dimana hasil tersebut dapat dihubungkan ke suatu nilai acuan melalui mata rantai kalibrasi yang tidak terputus yang terdokumentasi, dimana masing-masing mata rantai berkontribusi terhadap ketidakpastian pengukuran/pengujian. Dapat dicermati bahwa definisi ini secara tegas menggambarkan keterkaitan antara ketidakpastian dengan ketertelusuran. Lebih lengkapnya estimasi-ketidakpastian-santo.pdf Penulis : Yohanes Susanto

ZONA INTEGRITAS