: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

Berita

Dinperindag Banyumas Kunjungi P2 Kimia LIPI Bahas Teknologi Alkohol Hand Sanitizer


Administrator, 12 Juni 2020

Serpong, Humas LIPI. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Kabupaten Banyumas mengadakan kunjungan ke Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Kimia - LIPI), sebagai tidak lanjut dari kerja sama pemanfaatan teknologi bioetanol antara Pemerintah Kabupaten Banyumas dan P2 Kimia LIPI. Bertempat di Pusat Penelitian Kimia, pada Jumat (12/6), Erny Indriastuti, perwakilan Dinperindag Banyumas beserta tim, melakukan diskusi bersama Kepala P2 Kimia LIPI, Yenny Meliana, peneliti Yan Irawan, pejabat pembuat komitmen (PPK) Kedeputian Teknik LIPI dan bagian kerja sama LIPI.

Dinperindag Banyumas membahas kegiatan yang sudah dilakukan di daerahnya untuk penanganan Covid-19, salah satunya adalah pembuatan hand sanitizer dengan memanfaatkan ciu sebagai bahan baku alkoholnya. Kadar alkohol yang dibutuhkan untuk hand sanitizer 70 persen, oleh karena itu P2 Kimia bekerja sama membuatkan menara destilasi untuk meningkatkan kadar alkohol dari ciu yang berkisar 25-50 persen. Penggunaan ciu atau minuman keras yang ada di Banyumas sebagai bahan baku hand sanitizer merupakan ide dari Bupati Banyumas, Achmad Husein.   

Selama pertemuan tersebut, Erny meminta rekomendari dari P2 Kimia LIPI untuk perbaikan pembuatan hand sanitizer di daerahnya. “Kami ke sini bermaksud untuk meminta saran, apakah produk kami sudah layak untuk jadi hand sanitizer? Bagaimana menghadapi pertanyaan pemeriksa yang mempersoalkan bahan baku ciu untuk hand sanitizer? Bagaimana mengelola limbah dari produksi hand sanitizer?” tanya PPK Dinperindag tersebut. 

Kepala P2 Kimia LIPI, Yenny menyarankan agar dokumen kerja sama dengan P2 Kimia yang dilengkapi dengan dokumen pendukung lainnya, seperti surat keputusan (SK), kerangka acuan kinerja (KAK), dan kontrak untuk mendukung legalitas produksi hand sanitizer berbahan baku ciu. “Kami akan membantu membuatkan dokumen pendukung, seperti SK dan KAK. Selama ini kami memang lembaga riset tidak dipermasalahkan mengenai asal-usul bahan kimianya,” jelasnya. "Mengenai pengujian, P2 Kimia bisa membantu untuk uji anti bakterinya," tambahnya.

Peneliti Yan memberikan saran untuk pengolahan limbah produksi hand sanitizer dengan menggunakan indikator sistem aerasi dengan kolam ikan. Hasil destilasi yang berupa etanol dan air, dibuang etanolnya ke udara. Dalam mengukur kandungan logam dalam air digunakan BOD dan COD meter. “Pengolahan limbah bisa dilakukan di pendopo Banyumas, karena sudah punya tiga kolam ikan yang bisa dimanfaatkan. Alat pengukur BOD dan COD pun bisa dibeli di toko daring,” terang peneliti yang merakit alat destilasi alkohol tersebut. (adl)

ZONA INTEGRITAS