: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

Berita

DI P2 KIMIA, TELAH DIDEKLARASIKAN JARINGAN KERJA INDONESIA UNTUK LIFE CYCLE ASSESSMENT


Admin, 19 Desember 2014

LCA[Berita P2 Kimia] Seiring dengan meningkatnya kesadaran untuk menggunakan produk yang ramah lingkungan, maka kebutuhan terhadap suatu metode yang mampu mengukur dampak suatu produk terhadap lingkungan juga dirasakan semakin bertambah. Kajian siklus hidup (LCA=Life Cycle Assessment) sebagai salah satu metode yang telah diterima secara luas di dunia internasional (ISO 14044) memegang peranan penting dalam pengukuran environmental sustainability suatu produk secara kuantitatif. Semakin banyaknya produk industri yang mencantumkan hasil kajian LCA di kemasannya menunjukkan semakin diakuinya metode ini. Di berbagai negara maju dan berkembang, mulai terbangun jaringan maupun organisasi kerja khusus guna pengembangan LCA. Di Indonesia, LCA telah dipelajari dan diterapkan oleh sejumlah peneliti maupun akademisi, khususnya mereka yang pernah mempelajarinya saat studi di luar negeri. Di Pusat Penelitian (P2) Kimia LIPI, LCA telah dikembangkan untuk analisis bioetanol generasi kedua. Adalah Ir. Edi Iswanto Wiloso, salah seorang peneliti P2 Kimia, yang menginisiasi penelitian ini. Terlepas dari mulai banyaknya penggunaan LCA di tanah air, belum ada wadah atau organisasi khusus yang menaungi para ilmuwan ini. Padahal, keberadaan organisasi semacam ini ditingkat nasional penting untuk menunjukkan kepedulian Indonesia dalam menilai dampak penggunaan produk terhadap lingkungan di mata dunia internasional. Berangkat dari kenyataan ini, maka sejumlah peneliti LCA di Indonesia berkumpul di P2 Kimia, hari Rabu (17/12/2014). Mereka berkumpul untuk melakukan kajian awal terhadap status implementasi LCA di tanah air agar tidak tertinggal dari negara lain. Negara tetangga seperti Cina, Jepang, Korea Selatan, Thailand, dan Malaysia sudah memiliki organisasi LCA ditingkat nasional. Dari hasil kajian awal ini telah dirumuskan sejumlah langkah untuk meningkatkan penerapan LCA di Indonesia, diantaranya adalah dengan membentuk suatu perkumpulan LCA. Maka pada hari itu, para peneliti LCA tersebut bersepakat mendeklarasikan perkumpulan secara resmi. Mereka adalah Ir. Edi Iswanto Wiloso, M.ASc. (P2 Kimia LIPI), Dr. Novizar Nazir (Universitas Andalas), Dr. Sidharta Sahirman (Universitas Jenderal Soedirman), Dr. Ir. Soni Sisbudi Harsono, M.Eng. (Universitas Jember) dan Dr. Kiman Siregar (Universitas Syiah Kuala). Perkumpulan ini diberi nama ILCAN, yang merupakan kependekan dari Indonesian Life Cycle Assessment Network atau “Jaringan Kerja Indonesia untuk Pengkajian Siklus Hidup”. Selain deklarasi, dibahas pula sejumlah rancangan AD/ART dan rencana kerja. “Dengan adanya perkumpulan ini, kami harapkan para pemerhati produk ramah lingkungan di Indonesia dapat menyatukan langkah dalam mengembangkan penerapan LCA di Indonesia,“ ujar Edi yang dipercaya sebagai tuan rumah sekaligus koordinator deklarasi perkumpulan ini. Edi yang sedang mengikuti program doktor bidang LCA di Universitas Leiden Belanda lalu mengenalkan perkumpulan baru ini beserta para pendirinya ke manajemen P2 Kimia.  Dr. Nino Rinaldi (Kepala Bidang Sarana Penelitian) dan Dr. Arthur Lelono (Kepala Subbidang Diseminasi Hasil Penelitian) menyambut baik dan memberikan apresiasi atas lahirnya perkumpulan ini. Sebagai tempat deklarasi, maka P2 Kimia pun menjadi lokasi sekretariat ILCAN. Selain itu, rombongan juga diajak Edi mengunjungi pilot plant bioetanol yang dijadikan obyek kajian LCA. Rombongan mendapat penjelasan proses produksi secara umum oleh Deliana Dahnum, salah seorang anggota tim peneliti bioetanol. “Dalam waktu dekat, akan diluncurkan website yang memuat profil dan program kerja perkumpulan ini, “ ujar Novizar, salah seorang deklarator di akhir kunjungan.

ZONA INTEGRITAS