: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

Berita

Di Kementrian Kesehatan, P2 Kimia Sampaikan Perkembangan Kegiatan Konsorsium Kemandirian Bahan Baku Obat


Administrator, 31 Juli 2018

[Berita P2 Kimia, Jakarta] Guna melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan Konsorsium Kemandirian Bahan Baku Obat Dihidroartemisinin, dilaksanakan pertemuan di Badan Litbang Kementrian Kesehatan, Jakarta pada Senin (30/7). Acara dibuka oleh Kepala Balitbang Kementrian Kesehatan, Dr. Siswanto. Dalam sambutan dan arahannya, Pak Sis berharap supaya kegiatan-kegiatan yang dilakukan masing-masing anggota konsorsium dapat dibuat dalam sebuah bunga rampai untuk disampaikan kepada Ibu Menteri Kesehatan RI.

“Saya mohon supaya nantinya, hasil-hasil yang diperoleh dapat dibuat dalam semacam bunga rampai supaya saya dapat sampaikan kepada Ibu Menteri Kesehatan. Selain itu, perlu dilakukan koordinasi dengan Badan POM supaya hasil yang sudah diperoleh dapat segera direalisasikan menjadi obat yang memenuhi persyaratan,” pesan Pak Sis dalam sambutan dan arahannya.

Berikutnya PT. Indofarma (Persero) Tbk menyampaikan perkembangan kegiatan yang dilakukannya dalam kerangka kegiatan Konsorsium Kemandirian Bahan Baku Obat Dihidroartemisinin. Direktur Produksi dan Supply Chain, Eko Dodi Santoso bertindak langsung untuk menyampaikan pemaparannya. Dalam presentasinya, Dodi menggaris bawahi beberapa capaian (milestone) yang sudah diperoleh oleh tim dari PT. Indofarma (Persero) Tbk. Dirinya berharap agar dapat dilakukan studi kelayakan bisnis yang komperhensif dari hulu ke hilir sebagai pegangan bagi perusahaannya dalam membuat perencanaan investasi.

“Bagi kami, sektor industri, sangat penting untuk segera melakukan studi kelayakan bisnis supaya perseroan dapat melakukan perencanaan khususnya yang berkaitan dengan investasi. Sekiranya nanti kita dapat menyusun tim studi tersebut dan dapat bekerja dalam waktu dekat,” ujar Dodi sekaligus menyampaikan harapannya.

Untuk memperoleh informasi yang sudah dicapai oleh Pusat Penelitian Kimia LIPI, Arthur A. Lelono selaku Koordinator Tim Penelitian dari LIPI dalam kegiatan Konsorsium Kemandirian Bahan Baku Obat Dihidroartemisinin menyampaikan presentasinya. Arthur menjelaskan bahwa pengembangan metode ekstraksi yang telah timnya lakukan sudah membuahkan beberapa hasil. Secara umum, metode ekstraksi yang dikembangkannya memiliki peluang untuk dapat digunakan oleh indutsri. Saat ini, dirinya bersama tim juga sudah mendaftarkan paten terkait metode ekstraksi.

“Masih ada beberapa tantangan bagi kami di Pusat Penelitian Kimia LIPI dalam kegiatan konsorsium ini. Salah satu bagian dari metode masih berbiaya tinggi, hal inilah yang sedang kami carikan alternatifnya supaya lebih efektif dan efisien,” ungkap pria yang berlatar belakang Ph.D bidang kimia bahan alam tersebut.

Di akhir acara, dilakukan sesi diskusi untuk membahas penyelesaian-penyelesaian dari permasalahan yang timbul. Kepala Balitbang Kementrian Kesehatan memimpin langsung diskusi itu. Dari hasil diskusi, banyak hal yang dirumuskan untuk selanjutnya dapat ditindaklanjuti baik secara bersama maupun oleh masing-masing anggota konsorsium. Tak lupa, foto bersama menjadi penutup rangkaian kegiatan hari itu. <sjw, p2k>

ZONA INTEGRITAS