Berita

Di FGD Kemenprin dan UNDP, Agus Jabarkan Upaya Menekan PBDEs pada Limbah dan Plastik


Administrator, 15 Mei 2017

 

[Berita P2 Kimia, Tangerang] Balai Besar Kimia dan Kemasan (BBKK), Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bekerjasama dengan United Nations Development Program (UNDP) menggelar Focus Group Discussion (FGD) pada hari Jum’at (12 Mei 2017). FGD di Tangerang tersebut mengusung judul “Kajian dan Pengujian Polybrominated Diphenyl Ethers (PBDEs) yang Berasal dari Proses Produksi Kegiatan Daur Ulang dan Pengolahan Limbah Plastik”

PBDEs adalah salah satu senyawa umum yang lazim digunakan untuk membuat beragam bahan-bahan tahan api, termasuk tekstil, pakaian, kemasan botol, pembungkus kabel, furnitur, karpet, dsb. Sejumlah penelitian di berbagai dunia telah mengungkap potensi bahaya PBDEs terhadap kesehatan manusia lingkungan. Beberapa jenis PBDEs yang telah diteliti menunjukkan bahwa zat-zat tersebut dapat mengganggu hormon, menurunkan kecerdasan, menimbulkan kanker, dan lain-lain. Sejumlah negara di Uni Eropa dan Amerika juga telah mengeluarkan regulasi guna melarang penggunaan PBDEs.

Dalam FGD tersebut, Kemenperin mengundang Dr. Agus Haryono, peneliti senior bidang kimia polimer sebagai narasumber utama untuk memaparkan lebih lanjut penelitian terkait PBDEs. Tak kurang 50 peserta yang berasal dari instansi pemerintah dan industri, terutama yang bergerak di bidang pengolahan limbah dan plastik, turut menyimak paparan Agus dengan seksama.

Agus menyampaikan paparan berjudul “Reducing Releases of Polybromodiphenyl Ethers (PBDEs) and Unintentional Persistent Organic Pollutants (UPOPs) Originating from Unsound Waste Management and Recycling Practices and The Manufacturing of Plastics in Indonesia” Kalau diterjemahkan kurang lebih artinya “Upaya mengurangi pelepasan PBDEs dan UPOPs yang Berasal dari Pengolahan Limbah dan Praktek Daur Ulang yang Kurang Higienis dan Pengolahan Plastik di Indonesia”.

“Penelitian kami menggunakan sampel berupa produk yang beredar di pasaran, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Jawa dan Sumatra, serta industri daur ulang plastik, “ terang Agus yang juga merupakan Kepala Pusat Penelitian (P2) Kimia LIPI ini. “Pengujian dilakukan menggunakan alat lab kami untuk mengidentifikasi kandungannya, “ lanjutnya.

Agus selanjutnya merinci hasil penelitian timnya. Dia juga mengungkapkan sejumlah PBDEs yang masih diproduksi maupun sudah dilarang di berbagai negara. Beberapa upaya untuk menekan PBDEs pun tak lupa diterangkan olehnya. <aars/ p2k>

ZONA INTEGRITAS