Berita

Di Ajang PIF, Agus Terangkan Manajemen Keselamatan dan Keamanan Kimia


Administrator, 02 Oktober 2017

[Berita P2 Kimia, Serpong] P2 Kimia LIPI tampak all out mendukung pagelaran Puspiptek Innovation Festival (PIF) 2017. Mulai dari keterlibatan di acara writingthon, peragaan sains kimia seru, pameran, lomba menggambar hingga workshop iptek.

Di acara workshop, Kepala P2 Kimia LIPI, Dr. Agus Haryono, turut menjadi pembicara untuk menyampaikan pentingnya manajemen keamanan dan keselamatan bahan kimia.

“Workshop ini merupakan salah satu wadah penyampaian edukasi iptek dari instansi di Kawasan Puspiptek kepada masyarakat luas,“ terang Ganang Sukoco dari TBIC Puspiptek yang menjadi moderator pagi hari itu (30/09/2017).

Bertempat di ruang 1001 Graha Widya Bhakti Puspiptek, acara dimulai pukul 9 pagi. Tampak para peserta dari berbagai lembaga baik dalam maupun luar Puspiptek mulai memadati ruangan. Acara ini juga dihadiri oleh para pelajar yang juga tengah berkunjung di pameran PIF.

“Potensi bahaya kimia ada sekitar kita, dari rumah tangga, akademisi hingga industri,“ ujar Agus memulai paparannya. “masih hangat menjadi pemberitaan media misalnya kasus kopi sianida, penyiraman air keras hingga kecelakaan di lab kampus,“ jelas peneliti senior yang menggeluti polimer ini mengilustrasikan beberapa contoh.

Agus selanjutnya menerangkan bahaya penggunaan bahan kimia sebagai senjata. Bahaya senjata kimia dapat menyerang melalui mulut, kulit, mata, sistem syaraf hingga menyebabkan tubuh sulit bernafas, mual, muntah, kejang-kejang, lumpuh fisik dan mental hingga kematian. Kasus ini terjadi di berbagai belahan dunia sehingga muncul kesadaran bersama untuk menanggulanginya.

“Oleh karena itu pada tahun 1993 ditandatangani Organization for Prohibition of Chemical Weapon (OPCW) dan telah diratifikasi peraturannya oleh Pemerintah Indonesia,“ lanjutnya. Beberapa peraturan yang dimaksudkan adalah UU No.6/1998 terkait Ratifikasi Konvensi Senjata Kimia dan UU No.9/ 2008 terkait Penggunaan Bahan Kimia dan Pelarangan Senjata Kimia.

“Pada tahun 2017 telah diturunkan UU tersebut dalam Perpres No.19/2017 tentang pembentukan Otoritas Nasional Senjata Kimia dan Keppres No.4/2017 tentang Susunan Keanggotaan Otoritas Nasional Senjata Kimia,“ papar peneliti yang menyelesaikan studi S1 hingga S3 dari Universitas Waseda, Jepang ini. “LIPI melalui Kedeputian Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik bersama Kementerian / lembaga lainnya juga bersama-sama duduk menjadi anggota Otoritas ini,“ lanjutnya.

Selanjutnya Agus menguraikan konsep pengelolaan keselamatan dan keamanan bahan kimia. Dijelaskan olehnya, konsep ini mencakup antara lain desain lab, keamanan kimia, penyimpanan bahan kimia, keselamatan dan kesehatan, transportasi, pengelolaan bahan berbahaya dan sebagainya. <aars/ p2k>

ZONA INTEGRITAS