: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

Berita

BRIN dan Biosm Luncurkan Produk RT-LAMP Detektor Covid-19


Administrator, 22 Januari 2022

Jakarta - Humas BRIN. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama mitra PT Biosains Mediaka Indonesia (Biosm) resmi melakukan peluncuran produk RT-LAMP (reverse transcription loop mediated isothermal amplification) sebagai salah satu alat untuk pendeteksi virus Covid-19 pada Jumat (21/1) di Gedung B.J Habibie, Thamrin, Jakarta. RT-LAMP merupakan produk dalam negeri karya anak bangsa yang patut dibanggakan.

Para peneliti telah melakukan penelitian mengenai RT-LAMP sejak dua tahun terakhir. Pada bulan Januari ini produk RT-LAMP telah memperoleh izin edar regular yang berlaku selama 5 tahun kedepan. Alat deteksi ini telah mempunyai nomor izin dari Kemeterian Kesehatan Republik Indonesia, yakni Kemenkes RI AKD 2030322XXXX. Izin edar produk  dengan merek dagang Qi-LAMP-O. 

Kepala Pusat Riset dan Inovasi Nasional, Laksana Tri Handoko mengatakan, RT-LAMP ini salah satu bukti nyata kerja keras periset BRIN. “Para periset dari Pusat Riset Kimia, Pusat Riset Fisika, dan Pusat Riset Biologi Molekuler Eijkman, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Daerah Banten yang memiliki kepakaran berbeda, dapat berkolaborasi melakukan penemuan dengan menerapkan kreativitas dan sensitivitas pada peneliti ini sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat,” terangnya.

“Tugas saya hanya memfasilitasi teman-teman agar produk ini bisa mencapai proven secara saintifik dan memenuhi standar regulasi. Kepercayaan industri terjadi karena melihat semangat teman-teman dalam membuat inovasi untuk bangsa. Semoga ini jadi awal kolaborasi yang baik untuk ke depannya,” imbuh Handoko pada acara peluncuran RT-LAMP.

Saat ini cara pengambilan sampel RT-LAMP sama dengan metode PCR (polymerase chain reaction) yaitu melalui swab hidung maupun tenggorokan. Menggunakan sampel ekstrak RNA yang dapat dideteksi secara kualitatif dan tingkat akurasinya dinilai sangat baik. Hasilnya dapat diperoleh kurang dari satu jam.

“Produk ini akan terus dikembangkan oleh para peneliti untuk membuat RT-LAMP versi saliva agar lebih nyaman digunakan oleh masyarakat. Harapannya bisa menjadi golden standard untuk negara ini,” ujar  Agus Haryono selaku Plt. Organisasi  Riset Ilmu Pengetahuan Teknik (OR IPT).

Senada dengan hal tersebut, Direktur PT Biosains Medika Indonesia, Rifan Ahmad manyatakan bahwa perusahaannya sangat optimis. “Kami sangat optimis Indonesia bisa mandiri, apalagi ke depannya akan dikembangkan tidak hanya metode swab nasofaring dan orofaring, tapi juga bisa dikembangkan melalui saliva,” ungkapnya.

“Biosm berharap dapat bekerja sama dengan BRIN dalam melakukan pengembangan produk RT-LAMP ini, yang tidak hanya untuk covid-19 tetapi juga mendeteksi tuberkolosis atau malaria, agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas dan dapat memenuhi pasar di Indonesia,” pungkas Rifan.

Pada acara peluncuran tersebut, dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama lisensi antara Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi BRIN, Mego Pinandito dan Direktur PT Biosains Medika Indonesia, Rifan Ahmad. Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Kepala BRIN, Plt Kepala OR IPT, Plt Kepala Pusat Penelitian Kimia, dan tim peneliti RT-LAMP. (esw/ ed: adl)

ZONA INTEGRITAS