Berita

BAHAS TISU DAN DETERGEN, TALKSHOW “DR. OZ” HADIRKAN NARASUMBER YENNY PENELITI DARI P2 KIMIA


Admin, 15 Desember 2014

oz[Berita P2 Kimia] Sebagai program yang tengah naik daun, acara talkshow berita “dr. Oz” selalu tampil interaktif menyajikan dunia kesehatan dan gaya hidup yang sehat. Acara yang pernah masuk nominasi Panasonic Gobel Award 2014 ini hadir di Trans TV setiap Senin-Jumat pukul 07.00-07.30 WIB dan Sabtu pukul 15.00-16.00 WIB. Kali ini, “dr. Oz” mengundang Dr. Yenny Meliana, peneliti P2 Kimia, untuk hadir sebagai narasumber pada dua kesempatan yang berbeda.  Acara pertama disiarkan pada Sabtu, 15 November 2014 dengan mengusung topik “Tisu Wajah vs Tisu Toilet”. Sementara acara kedua dengan topik “Waspada Bahaya Detergen pada Tubuh” disiarkan hari Selasa, 25 November 2014. Pada kesempatan pertama, Yenny hadir untuk mengklarifikasi isu bahaya tisu wajah yang sempat beredar di dunia maya. Dokter Reisha Broto Asmoro selaku pemandu acara dr. Oz menerangkan isi isu tersebut yang menyebutkan bahwa tisu wajah mengandung zat berbahaya seperti talcum yang dapat menyebabkan kanker ovarium. Yenny lalu menjelaskan bahwa sampai saat ini belum ada penelitian ilmiah untuk menjelaskan bahaya talcum terhadap organ reproduksi wanita. Beberapa jenis tisu seperti tisu wajah memang ditambahkan zat-zat tertentu seperti bahan pemutih, pelembut dsb. Meski demikian, “zat-zat atau bahan tersebut biasanya sudah melalui pemeriksaan Departemen Kesehatan sehingga aman digunakan,” terang Yenny. Yenny lalu menjelaskan kemungkinan zat berbahaya yang dikhawatirkan oleh pengirim pesan beredar di masyarakat adalah Dioxin. Dioxin merupakan salah satu zat yang dipakai untuk pemutih tisu. Bersama Reisha, Yenny lalu mendemonstrasikan cara mengenali klorin sebagai salah satu komponen Dioxin. Hal ini dilakukan melalui percobaan reaksi kimia menggunakan perak nitrat (AgNO3) . Tisu yang telah direndam dalam air akuades diberi tetesan perak nitrat. Jika timbul endapan putih berarti mengandung klorin. Dari percobaan terlihat adanya kandungan yang sedikit pada tisu wajah, sementara pada tisu toilet tidak terlihat adanya kandungan ini. “Kandungan yang sedikit ini masih dalam batas aman, karena sebenarnya tubuh sendiri memerlukan klorin,” simpul Yenny. Pada acara ke dua (25/11) yang mengupas tentang detergen, Yenny hadir bersama bintang film Ada Apa Dengan Cinta (AADC), Sissy Precilia. Selain Reisha, program ini menghadirkan pemandu dr. Ryan Thamrin. Dalam pengantarnya, Ryan menyebutkan beberapa barang kebutuhan sehari-hari yang berkaitan dengan detergen seperti pasta gigi, sabun mandi, shampo, sabun cuci, dsb.  Anggapan umum di masyarakat, semakin banyak buih detergen, semakin bagus dipakai. Padahal, detergen ini memiliki potensi yang membahayakan kesehatan. Yenny menerangkan bahwa detergen mengandung surfaktan yang terdiri dari dua bagian: bagian yang mengikat air dan bagian yang mengikat lemak. Semakin banyak buih justru akan menghambat kerja surfaktan. Lebih jauh, Yenny menerangkan beberapa jenis surfaktan yang dipakai untuk detergen yang berbeda. Pada kemasan biasanya dituliskan produk ini memakai surfaktan yang aman dan ramah lingkungan. Pada pasta gigi misalnya, biasanya digunakan surfaktan SDS atau SLS. Untuk sabun cuci, digunakan surfaktan seperti LAS. Surfaktan ini bersifat ramah lingkungan yang mudah diurai sehingga tidak membahayakan lingkungan. Meski demikian, pemakaian detergen ini perlu diperhatikan jumlahnya, Penggunaan detergen yang berlebihan berpotensi membahayakan kulit, terutama untuk kulit sensitif. ”Hal ini karena kulit memiliki pori-pori dan kelembaban tertentu yang dapat terganggu jika memakai detergen seperti sabun cuci yang berlebih atau terlalu lama,” jelas Yenny. “Sarung tangan dapat dipakai untuk mengurangi resiko bahaya ini,” tambah Yenny memberi saran. .

ZONA INTEGRITAS