: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

Berita

Atasi Pandemi COVID-19 dengan Nanoteknologi


Administrator, 10 Oktober 2020

Serpong, Humas LIPI. Di masa pandemi COVID-19 ini, nanoteknologi memiliki banyak peranan. Silvester Tursiloadi, Peneliti Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2K – LIPI) membagi pengetahuannya tentang peran nanopartikel sebagai katalis dalam acara MIPA Talk Series #14, yang diselenggarakan oleh Fakultas MIPA Universitas Indonesia (UI) secara daring.

Tampil sebagai Pembicara pertama, Tursiloadi menyampaikan presentasi dengan judul Nanoteknologi Katalis untuk Sintesa Farmasi. Tursiloadi menjelaskan prinsip dasar nanoteknologi; bahwa nanomaterial bisa diproduksi menggunakan dua strategi pendekatan yaitu top-down dan bottom-up. “Dalam pendekatan top-down, nanomaterial dibuat dengan memecah bahan curah menggunakan cara seperti mengurangi ukuran obyek yang kompleks ke titik di mana pengurangan skala ini mulai mengubah prinsip yang menjadi dasarnya,” paparnya.

Tursiloadi mencontohkan prosedur sintesis dihidroartemisinin dari artemisinin dengan proses hidrogenasi menggunakan katalis Ni/TiO2. Pada preparasi TiO2, keberadaan sulfat sejak awal sintesis dapat menahan laju perubahan fasa dari anatase ke rutile ketika dikalsinasi pada suhu 500-750°C. Di akhir pemaparan, lulusan S3 dari Keio University Jepang ini menyimpulkan bahwa hidroartemisinin dapat digunakan sebagai kandidat anti COVID-19 yang sangat dibutuhkan saat ini.

Pembicara kedua, Mochamad Chalid mempresentasikan peranan teknologi polimer di masa pandemik. Chalid menjelaskan tentang polimer dan siklusnya, jenis dan keunikan perilaku polimer, serta pengembangan bahan baku aditif polimer. Dosen Departemen Teknik Metalurgi dan Material Fakultas Teknik UI ini kemudian memaparkan penelitian terbarunya terkait COVID-19, yaitu pembuatan flocked swab stick. Swab stick ini berbentuk seperti lidi, cukup kecil, lentur, sehingga mudah untuk pengambilan sampel pasien di daerah nasofaring. “Flocked swab berbentuk seperti sikat yang berdiri tegak lurus terhadap permukaan swab stick, tetapi mampu menampung sampel cairan dengan memanfaatkan fungsi kapilaritas pada bentukan sikat tersebut,” jelasnya.

Sementara Pembicara ketiga, Munawar Khalil, dari Departemen Kimia FMIPA UI memaparkan materi berjudul “Nanoteknologi vs Coronavirus: Strategi untuk Deteksi dan Inaktivasi”. Munawar menjelaskan bahwa nanopartikel dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi virus berdasarkan plasmonic photothermal yang tergantung pada ukuran dan bentuk. Inaktivasi virus dapat dilakukan melalui mekanisme eksternal dan internal stimulus, yakni interaksi nanopartikel yang difungsionalisasi dengan antibodi spesifik yang dapat merusak virus. (nh/ ed. adl)

ZONA INTEGRITAS