Berita

Alih Teknologi Penelitian Atsiri, P2 Kimia Bantu Kelompok Tani di Pandeglang


Administrator, 16 Oktober 2017

[Berita P2 Kimia, Pandeglang] Dalam rangka Tasyakuran Peresmian Penyulingan dan Temu Usaha Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) Nilam, Kelompok Tani Hutan (KTH) Mukti Tani Kecaman Pandeglang mengundang P2 Kimia secara khusus. Melalui kerjasama antara P2 Kimia dengan PT Graha Atsiri Indonesia, KTH Mukti Tani mendapatkan bantuan teknis penyulingan minyak nilam. Acara yang berlangsung Senin (16/10) tersebut dihadiri juga oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Pandeglang. Hadir dari P2 Kimia dalam peresmian tersebut yaitu Prof. Dr. Silvester Tusiloadi (Koordinator Keltian Teknologi Proses dan Katalis) serta Egi Agustian, M.Eng selaku peneliti teknologi proses.

Acara dibuka oleh Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Pandeglang. Dalam sambutannya Kepala Dinas menegaskan bahwa Pemkab Pandeglang sangat mendorong sektor usaha kecil menengah, koperasi, dan kelompok tani untuk menggali potensi di wilayahnya masing-masing. Ketua KTH Mukti Tani, Ismail menyampaikan bahwa dia bersama rekan-rekan sangat berterimakasih atas dukungan dari Pemkab Pandeglang, PT Graha Atsiri Indonesia dan LIPI. Ismail berharap agar kegiatan-kegiatan pemberdayaan UMKM semacam ini terus digalakkan oleh pemerintah guna mendorong perekonomian masyarakat pedesaan.

"Tentu harapan kami, kelompok tani, agar kegiatan-kegiatan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat semacam ini terus digalakkan. Kami sangat merasa terbantu apabila ada para ahli yang mendampingi kami seperti pengembangan proses penyulingan minyak nilam ini," ujar Ismail menyampaikan.

Dari P2 Kimia, Prof. Tursiloadi diminta untuk memberikan sambutan. Pria yang akrab disapa Adi tersebut menyampaikan bahwa P2 Kimia sangat senang dapat bekerjasama dengan KTH Mukti Tani. “Kami memiliki pengalaman yang panjang dalam hal pengembangan teknologi penyulingan atau ekstraksi. Khususnya untuk minyak atsiri. Sebagai bagian dari instansi pemerintah, tentunya P2 Kimia sangat terbuka untuk bekerjasama dan memberikan kontribusinya kepada kelompok tani, koperasi, dan usaha kecil menengah lainnya,” ungkap pria yang merupakan profesor riset tersebut.

Sebagai informasi, alat penyulingan kapasitas 400 liter yang digunakan oleh KTH Mukti Tani Pandeglang merupakan salah satu produk inovasi P2 Kimia. Alat tersebut mendapat pendanaan dari program Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk Daerah (IPTEKDA) LIPI. Melalui program IPTEKDA tersebut, LIPI ingin memberi nilai tambah bagi produk UMKM. Kemudian, pelaksanaan program tersebut merupakan perwujudan sinergitas antara lembaga penelitian dengan UMKM serta stakeholder terkait.

Ditemui dalam rangkaian acara, Egi Agustian selaku peneliti yang selama ini sangat konsen dalam pengembangan teknologi penyulingan minyak atsiri menyampaikan harapannya. Pria yang merupakan peneliti muda di P2 Kimia tersebut ingin agar teknologi-teknologi yang dikembangkan dia bersama tim dapat memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Tentu sebagai peneliti kami sangat senang apabila hasil-hasil inovasi ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Apalagi jika dapat meningkatkan nilai ekonomi dari hasil perkebunan seperti sekarang ini di KTH Mukti Tani. Apabila diperlukan, saya bersama rekan-rekan di P2 Kimia akan sangat senang untuk dapat membantu. Harapannya, semoga alat yang ada saat ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh rekan-rekan di sini,” tutur Egi kepada peserta acara.

Setelah prosesi pembukaan, acara tasyakuran dan temu usaha tersebut pun dilanjutkan. Para peserta yang merupakan anggota kelompok tani tersebut dipersilakan untuk berdiskusi dengan jajaran Pemkab Pandeglang maupun perwakilan dari LIPI. Setelah sesi diskusi, para tamu undangan diberikan kesempatan untuk melihat-lihat aktivitas penyulingan di KTH Mukti Tani. Menjelang istirahat dan makan siang acara ditutup oleh ketua KTH Mukti Tani. <sjw/ p2k>

ZONA INTEGRITAS