: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

Berita

Aktivitas Antioksidan dan Toksisitas Ekstrak Air dan Etanol Daun Benalu ( Dendrophthoe pentandra L. Miq) yang Tumbuh pada Berbagai Inang


Administrator, 16 Oktober 2009

Benalu banyak digunakan secara tradisional di Indonesia sebagai tumbuhan obat, salah satunya sebagai anti kanker. Kanker merupakan salah satu penyakit degeneratif yang diakibatkan oleh adanya radikal bebas yang berlebihan dalam tubuh dimana antioksidan dapat mengurangi resiko terjadinya penyakit degeneratif. Benalu dilaporkan memiliki kandungan senyawa golongan flavonoid yang diketahui memiliki aktivitas antioksidan. Potensi ini perlu diteliti sehingga pemafaatannya dapat lebih dikembangkan. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode “DPPH free radical scavenger” dan toksisitas dengan menggunakan metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) telah dilakukan pada ekstrak air dan etanol benalu (Dendropthoe pentandra (L.) Miq.) yang tumbuh pada berbagai inang (belimbing, mangga, kenanga, duku, sirsak, kepel, mahkota dewa, dan teh). Hasil uji aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa ekstrak etanol dan air benalu pada semua inang mempunyai aktivitas sebagai antioksidan (nilai IC50 antara 6.4 - 51.8 µg/mL). Hasil uji toksisitas menunjukkan bahwa ekstrak etanol benalu pada inang kenanga, sirsak, kepel, dan mahkota dewa mempunyai efek toksik terhadap larva A. salina dengan nilai LC50 dibawah 1000 µg/mL, sedangkan ekstrak etanol pada inang yang lainnya dan ekstrak air tidak menunjukkan efek toksik terhadap larva A. salina (LC50 > 1000 µg/mL). Kata kunci: benalu, Dendrophtoe, DPPH, anti oksidan, toksisitas, penyakit degeneratif. Penulis : Nina Artanti1, Retno Widayati2, Sofa Fajriah1 1) Pusat Penelitian Kimia – Lembaga Ilmu Pengetahun Indonesia 2) Jurusan Farmasi Institut Sains dan Teknologi Nasional Sumber : Jurnal Kimia Terapan Indonesia vol 11 no.1, Juni 2009

ZONA INTEGRITAS