: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

Berita

Talkshow Menjadi Peneliti Menginspirasi yang Berinovasi Tanpa Henti


21 Februari 2020

Humas, LIPI Serpong. Peneliti merupakan salah satu fungsional aparatur sipil Negara (ASN) yang ada di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). LIPI sebagai lembaga penelitian dengan sumber daya manusia (SDM) ASN peneliti yang besar, memerlukan langkah-langkah terobosan dalam pengembangan SDM di bidang terkait riset, teknologi dan inovasi (RISTEKIN). Bidang RISTEKIN merupakan modal utama untuk pengembangan bidang lainnya, seperti pertanian, perikanan, industri, dan perdagangan. Sebagai langkah awal menjembatani terobosan pembinaan peneliti, pada Jumat, (21/2), Kedeputian Ilmu Pegetahuan Teknik LIPI menyelenggarakan acara Talkshow Menjadi Peneliti 4.0 bertajuk “Menjadi Peneliti Menginspirasi yang Berinovasi Tanpa Henti”, di Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan. Acara yang mengundang tokoh-tokoh peneliti berkualitas ini menjadi program inisiasi pembinaan karir ASN peneliti di LIPI. Dalam sambutannya, Deputi IPT LIPI, Agus Haryono menyampaikan perlu adanya pembimbingan dari manajemen untuk memunculkan proses pengembangan SDM agar tercipta peneliti yang unggul dan berkarakter. “LIPI akan bekerjasama dengan Himpenindo (Himpunan Peneliti Indonesia) untuk membuat semacam peta jalan bagi para peneliti,” jelasnya. Sebagai sumber inspirasi bagi para peneliti LIPI, hadir sebagai pembicara di sesi pertama, Bambang Widiyatmoko (peneliti senior LIPI peraih Habibie Award), Ajeng Arum Sari (peneliti muda, Kepala Loka Penelitian Teknologi Bersih LIPI), dan M. Ikhlasul Amal (peneliti muda, anggota Perencanaan, Monitoring, Evaluasi/PME Kedeputian IPT LIPI). Sesi dengan pembicara dari tiga generasi ini dimoderatori oleh Teni Ernawati dari Pusat Penelitian Kimia LIPI. Bambang menyampaikan topik Science quality: Delivering Impactful Research. Menjadi seorang peneliti harus meluruskan niat, memilih area penelitian baru, memiliki spesifikasi, bekerja sesuai aturan dan menjauhkan diri dari kepentingan pribadi yang melanggar aturan. “Lakukan penelitian secara kontinyu, serius dengan penuh keyakinan, karena tantangan menjadi seorang peneliti seperti yang terkutip di lirik lagu himne LIPI, ‘bagaikan meniti buih’,” ujarnya. Pembicara kedua, Ajeng mempresentasikan topik Communication in Science: How to Effectively Deliver Research Results to Community?. Bagaimana pentingnya membangun komunikasi yang efektif untuk memasyarakatkan hasil riset. Peneliti harus mampu melakukan komunikasi sains, misalnya berkolaborasi dengan BKHH (Biro Kerja Sama, Hukum, dan Hubungan Masyarakat) dan BIT (Balai Informasi Teknologi) LIPI, agar hasil penelitiannya terpublikasi ke masyarakat. Diperlukan usaha dari peneliti untuk bisa membuat video kegiatan penelitian kemudian mengunggahnya ke media sosial. “Seorang peneliti harus percaya diri bahwa penelitiannya layak untuk dipublikasikan ke masyarakat,” ungkapnya. Ikhlasul Amal selaku pembicara ketiga membagikan tips serta teknik merancang kolaborasi multidisiplin dan lintas negara dalam topik Science leadership: Managing Outstanding Research Collaboration. Pemilik 60 publikasi internasional dan 10 paten ini menyampaikan lima keahlian dalam kepemimpinan yang esensial yakni komunikasi, kreativitas, motivasi, feedback dan positivity. “Kelima hal ini harus dikembangkan agar terbentuk science leadership yang unggul,” jelas Diplomat Sains ASEAN 2019 tersebut. Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko, selaku keynote speaker menyampaikan perlu ada pemisahan tugas antara manajerial dan penelitian. Tugas manajemen, menurut Handoko adalah memfasilitasi peneliti supaya bisa berkreasi sesuai bidangnya. Sementara peneliti harus berfokus pada bagaimana mencapai target sesuai bidang dan minatnya sehingga terbangun kompetensi yang baik. “Dengan fokus, akan tercipta excellency masing-masing individu pada berbagai bidang, sehingga mampu menjadi pionir riset tangguh yang dapat merepresentasikan bangsa di kancah global,” jelasnya. Kepala LIPI menambahkan bahwa dalam kegiatan riset, hasil bukanlah yang utama, tetapi lebih mengutamakan proses. “Kontribusi riset bukan hasilnya, namun 90% kontribusi riset adalah pada prosesnya, diharapkan kita dapat berkontribusi menciptakan agen-agen perubahan yang kompeten,” ujar Handoko. Pada sesi berikutnya, peserta mendapatkan penjelasan tentang program pembinaan karir ASN peneliti di Himpenindo yang disampaikan oleh Agus Fanar Syukri (peneliti senior, Dewan Pengawas Pengurus Pusat Himpenindo) dan strategi pembinaan karir ASN kepenelitian yang dipaparkan oleh Wahyu Bambang Widayatno (peneliti muda, PME Kedeputian IPT LIPI). Sesi yang dimoderatori Agus Sukarto Wismogroho dari Pusat Penelitian Fisika ini diakhiri dengan diskusi interaktif bersama Agus Haryono (Deputi IPT LIPI) guna mendapatkan ide dan masukan untuk mengembangkan kegiatan pembinaan karir ASN peneliti LIPI yang akan disenggarakan Kedeputian IPT LIPI. Deputi IPT LIPI berharap dapat memberikan motivasi dan inspirasi kepada para ASN muda untuk terus berinovasi dalam meniti karir di dunia penelitian. “Talkshow ini menjadi dobrakan awal dalam rangkaian kegiatan pembinaan karir, agar menjadi ASN yang cemerlang di bidang penelitian,” tutupnya.  Dalam acara talkshow ini diadakan pula pemberian award bagi peneliti terbaik LIPI tahun 2019 yang dianugerahkan kepada Isnaeni (bidang Fisika), Muhammad Ghozali (bidang Kimia), Thalita Asmaria (bidang Metalurgi & Material), dan R. Harry Harjadi (bidang Teknologi Pengujian). (nh/ ed. adl)

Baca

SMA Santa Laurensia BSD Kunjungi Puslit Kimia LIPI


19 Februari 2020

Serpong, Humas LIPI. Sebanyak 30 pelajar yang didampingi 2 orang guru SMA Santa Laurensia BSD, melakukan Wisata Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dengan mengunjungi Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Kimia - LIPI), pada Rabu, 19 Februari 2020. Tujuan Wisata IPTEK bagi para pelajar ini yaitu menambah wawasan dan mengasah pola pikir dari dunia teori dan dunia kerja. Para pelajar yang baru menginjak kelas X ini antusias mendengarkan penjelasan Kepala Bidang Pengelolaan Penelitian, Akhmad Darmawan tentang asyiknya bereksperimen dengan ilmu kimia serta kegiatan apa saja yang diteliti di P2 Kimia - LIPI, seperti obat, pangan, energi, dan plastik ramah lingkungan. Dua orang siswa yang minat dengan penelitian, bertanya akan kegunaan fitoplankton apakah bisa digunakan sebagai bahan untuk antikanker. “Sebaiknya cari dulu literatur tentang bahan atau senyawa antikanker yang sudah ada,” jelasnya. Antusiasme juga tampak saat mengunjungi laboratorium Kimia Polimer, laboratorium Kimia Bahan Alam, dan Pilot Plant Bioetanol. Peneliti P2 Kimia, Roni Maryana, Eka Triwahyuni, M. Ghozali, dan M. Hafiizh menjelaskan nama alat dan untuk apa alat tersebut. “Kunjungan ini sangat bermanfaat dalam menambah ilmu pengetahuan para pelajar,” ungkap guru yang mendampingi siswa-siswi Santa Laurensia. Setelah selesai kunjungan para pelajar kembali ke ruang berkumpul untuk mengisi Survey Kepuasan Masyarakat (SKM), sehingga instansi mengetahui capaian layanan edukasi untuk para pelajar sudah mencukupi atau perlu ditingkatkan lagi. Peserta diberi kenang-kenangan berupa plastik ramah lingkungan yang bergambar logo LIPI dan tabel unsur periodik. (es/ ed. adl)

Baca

Silaturahmi Eks Honorer P2 - Kimia LIPI


17 Februari 2020

Serpong, Humas LIPI. Sivitas Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Kimia – LIPI) pada Jumat (14/2), mulai pukul 8.30 WIB menggelar sarapan bersama dengan para eks honorer Pusat Penelitian Kimia LIPI di Kantin KOBIKAS (Koperasi Bina Kimia Serpong). “Acara ini sebagai ajang silaturahmi agar kebersamaan tetap terjalin, tidak ada perbedaan kelas,” jelas Anny Sulaswatty salah satu peneliti senior di P2 Kimia - LIPI. Sunit, Peneliti P2 Kimia - LIPI turut menambahkan kata-kata penyemangat kepada para eks honorer agar tetap semangat dalam mencari pekerjaan baru. “Akan indah pada waktunya,” ujarnya. Sementara perwakilan dari honorer, Abu, menyatakan P2 Kimia LIPI sudah seperti keluarga sendiri, saling menghormati, dan menghargai. “Saya memohon maaf dari teman-teman honorer apabila selama bekerja di P2 Kimia terdapat kekurangan,” tambah eks staf keamanan tersebut. Acara ini dilanjutkan dengan berfoto dan sarapan pagi bersama-sama. Semoga dengan silaturahmi seperti ini bisa tetap terjalin. (es/ ed. adl)

Baca

Sosialisasi Pengajuan Kekayaan Intelektual, Inkubasi, Lisensi serta Potensi Komersialisasi Hasil Penelitian di LIPI Serpong


11 Februari 2020

Serpong, Humas LIPI. Pusat Pemanfaatan dan Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PPII – LIPI) menyelenggarakan Sosialisasi Pengajuan Kekayaan Intelektual (KI) Online , Skema Inkubasi, dan Mekanisme Alih Teknologi/Lisensi serta Identifikasi Potensi Komersialisasi Hasil Penelitian di LIPI di lingkungan Kawasan Serpong (11/2). “PPII ingin memfasilitasi para peneliti LIPI untuk pengajuan Kekayaan Intelektual (KI) kini dapat dilakukan secara on-line yang dilengkapi fitur untuk komunikasi pada tahapan review paten dan penulisan draft paten melalui sistem, sehingga lebih mudah dalam monitoring pengajuan paten,” ungkap Harini Yaniar, Kepala Bidang Manajemen Kekayaan Intelektual PPII – LIPI. Sejumlah peneliti LIPI yang berasal dari Pusat Penelitian Teknologi Pengujian, Fisika, Kimia, Metalurgi dan Material, serta Oseanografi mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut. Dalam sosialisasi tersebut, Harini mengatakan bahwa LIPI sudah mempunyai akun khusus insentif paten sehingga pemberian royalti paten kepada inventor LIPI lebih dapat dirasakan oleh inventor atas komersialisasi patennya. “Untuk layanan pengajuan KI online dimaksudkan agar lebih mempermudah proses pengajuan dan bisa dimonitor termasuk para inventor juga dapat mengetahui proses pengajuannya sudah sampai tahap mana” harap Harini. Th. Ningsi Astuti, selaku Kepala Subbidang Pemanfaatan Teknologi Pusat Pemanfaatan dan Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi juga berharap agar hasil-hasil invensi peneliti LIPI dapat dimanfaatkan oleh industri maupun masyarakat. "Salah satu caranya adalah melalui mekanisme alih teknologi atau lisensi," jelasnya. Sebagai bentuk penghargaan bagi para inventor yang hasilnya invensinya telah dimanfaatkan oleh industri, pemerintah memberikannya dalam bentuk imbalan lisensi atau royalti yang diterima dari penerima lisensi dan dapat diberikan kepada inventor. Hal tersebut direalisasikan mulai pertengahan tahun 2019 dan telah mendapat izin penggunaan dari kementerian keuangan dengan mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan No 72/PMK.02/2015. PPII berfungsi sebagai satker yang memfasilitasi dan inventor dari satker penelitian sebagai penghasil teknologi harus bersinergi supaya dapat bersama-sama mendorong ke arah komersialisasi. "Dalam menjembatani hasil riset menuju komersialisasi PPII juga memfasilitasi melalui skema pra-inkubasi dan inkubasi untuk pengembangan produk atau uji pasar, dan sebagainya untuk menumbuhkan perusahaan perusahaan baru berbasis teknologi yang pada akhirnya diharapkan mampu berkontribusi pada peningkatan daya saing ekonomi Indonesia secara keseluruhan," terang Uus Faizal. Program inkubasi dibuka sepanjang tahun dan tenan yang terpilih akan diumumkan pada tanggal 19 pada setiap bulannya. Informasi pendaftaran bisa dilihat melalui website PPII LIPI (inovasi.lipi.go.id atau akun sosial media Pusat Pemanfaatan dan Inovasi Iptek LIPI). (har/ ed. adl)

Baca

Coaching Clinic E-Kinerja di LIPI Serpong


07 Februari 2020

Serpong, Humas LIPI. Biro Organisasi Sumber Daya Manusia Lembaga Ilmju Pengetahuan Indonesia (BOSDM – LIPI) menyelenggarakan Coaching Clinic e-Kinerja di lingkungan LIPI Serpong (3-4/2). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari penyelesaian kendala yang masih ditemui pada aplikasi e-Kinerja. Sejumlah pegawai di LIPI Serpong dari Puslit Teknologi Pengujian, Puslit Fisika, Puslit Kimia, dan Puslit Metalurgi dan Material serta Kawasan mengikuti kegiatan coacing clinic penilaian kinerja tersebut. “Aplikasi e-Kinerja masih terdapat error pada sistem dan perubahan regulasi yang menyebabkan perubahan pada alur proses e-Kinerja, jelas Martino Kurnianto H., salah satu personel BOSDM – LIPI. Penilaian kinerja pegawai negeri sipil (PNS) LIPI diatur berdasarkan peraturan pemerintah nomor 30 Tahun 2019. Lebih lanjut Kepala LIPI menerbitkan aturan Nomor 11 Tahun 2019 tentang Penilaian Capaian Kinerja Pegawai di lingkungan LIPI. “Coaching Clinic e-Kinerja LIPI sangat membantu untuk mengatasi kesulitan dalam mengisi e-Kinerja yang belum user-friendly software,” ujar salah satu pegawai dari LIPI Serpong. Pembuatan software aplikasi yang user-friendly memang tidak mudah, mesti dilakukan uji coba di lapangan dengan pengguna. Sementara software komersial biayanya relatif mahal. LIPI berupaya mengadakan coaching clinic ini sebagai solusi untuk mengatasi kesulitan yang ditemui pengguna. (whp, har/ ed. adl)

Baca

FRISK Perdana Puslit Kimia LIPI


31 Januari 2020

Serpong, Humas LIPI. Jumat, 31 Januari 2020, Pusat Penelitian Kimia – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Kimia – LIPI) menyelenggarakan Friday Sharing Knowledge (FRISK) perdana di awal tahun 2020 yang bertempat di Ruang Manganese, Lantai 2. FRISK perdana ini disampaikan oleh para pembicara dari P2 Fisika – LIPI yaitu Dr. Edi Prayoga, “Muon Spectroscopy”, dan Dr. Abdulloh Rifai, “The Application of Muon Techniques in Materials and Chemistry”. “FRISK merupakan forum antar kita, antar peneliti saling berbagi komunikasi hasil-hasil penelitian maupun ilmu pengetahuan yang selama ini kita peroleh atau kita timba, baik nasional maupun internasional,” pengantar Prof. Anny Sulaswatty. Disepakati bahwa Frisk akan dilaksanakan setiap bulan, secara terstruktur, dan merupakan salah satu capaian dari P2 Kimia –LIPI. “FRISK akan menjadi ikon dari P2 Kimia, jadi nanti diakhir  tahun kita punya sebuah laporan, kumpulan atau semacam prosiding dari 24 pembicara,” tambah Prof. Anny. Kepala Puslit P2 Kimia - LIPI, Yenny Meliana dalam sambutannya mengatakan bahwa “FRISK akan menjadi agenda rutin untuk P2 Kimia - LIPI saling berbagi ilmu pengetahuan, wawasan, pengalaman, baik diantara kelompok penelitian (keltian) dan juga teman-teman dari keltian lain di luar P2 Kimia yang mempunyai riset dan berkolaborasi dengan P2 Kimia,” jelas Dr. Yenny. (har/ ed. adl)

Baca

LIPI Hadir dalam Rakornas Kemenristek/BRIN 2020 di Puspiptek


31 Januari 2020

Serpong, Humas LIPI. Dalam upaya meningkatkan integrasi penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menghasilkan invensi dan inovasi untuk pembangunan nasional berkelanjutan, Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) mengadakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas). Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Widya Bhakti, Serpong, Tangerang Selatan (29-30/1) tersebut, LIPI berkesempatan memamerkan hasil penelitian dan pengembangan teknologi pengolahan pangan. Sejumlah hasil penelitian dari booth LIPI ditampilkan dalam bentuk maket, prototipe, produk jadi, serta brosur dan banner. Ada teknologi pengalengan dari Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam – LIPI yang sudah dimanfaatkan untuk mengemas Gudeg Bu Tjitro. Maket Alat Ekstruder Mie (Alat Pencetak Mie) dari Pusat Penelitian Teknologi Tepat Guna - LIPI (P2 TTG - LIPI). Produk pangan fungsional yang sudah diproduksi oleh UKM mitra P2 TTG - LIPI seperti Banana Flakes “ Hi Banana’s”, Jagung Bose “ Diak Los”, Cashew Cookies “Aloresse”, Cashew Butter “ Aloresse”, Probarz, dan Aroma Kopi Sumba. Dari Pusat Penelitian Kimia menampilkan teh hijau drink instan serbuk, C-Ti Biskuit dari anggur laut, dan fortifikan asam folat. Sementara di booth Deputi Bidang Penguatan Penguatan Inovasi Kemenristek/BRIN, P2 Fisika LIPI memamerkan Baterai Merah Putih (Baterai Lithium). Pengunjung pameran yang merupakan peserta Rakornas tampak antusias dengan teknologi pengolahan aneka pangan fungsional yang dibuat oleh LIPI. Beberapa peserta yang dari luar daerah menyampaikan keinginannya untuk melakukan kerja sama dengan LIPI agar dapat mengembangkan potensi pangan yang ada di daerahnya.  Rangkaian kegiatan Rakornas tahun 2020 dibuka oleh Presiden RI, Joko Widodo dengan mengusung tema Meningkatkan Integrasi Penelitian, Pengembangan, Pengkajian, dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang menghasilkan Invensi dan Inovasi untuk pembangunan nasional berkelanjutan. (har/ ed. adl)

Baca

Pusat Penelitian Kimia-LIPI Kedatangan Tamu dari Pakistan


16 Januari 2020

Serpong, Humas LIPI. Pusat Penelitian Kimia (P2K)-LIPI menerima kunjungan Direktur International Center for Chemical and Biological Sciences (ICCBS)-University of Karachi, Pakistan, Prof. Dr. Muhammad Iqbal Choudhary, H.I., S.I., T.I pada Kamis, (16/1). Kunjungan ini dalam rangka untuk memberikan kuliah tamu dan membuka peluang kerjasama riset antara Indonesia dengan Pakistan.  Acara yang berlangsung di Ruang Rapat Manganese Lt.2 P2K-LIPI tersebut dihadiri oleh Kepala P2K– LIPI, Dr. Yenny Meliana, perwakilan dari BPPT, serta para peneliti P2K-LIPI. Pertemuan dimulai dengan sambutan dari Dr. Yenny yang mengapresiasi kedatangan Prof. Choudhary untuk berkolaborasi khususnya dengan P2K-LIPI. Selanjutnya Prof. Choudhary mempresentasikan tentang profil, kegiatan riset, fasilitas, dan capaian-capaian ICCBS. Usai presentasi, diadakan forum tanya jawab mengenai riset yang dilakukan ICCBS serta kemungkinan kerja sama, dan kolaborasi. Salah satu peneliti menanyakan perihal kesediaan pihak ICCBS untuk menerima sampel agar bisa diuji di laboratorium ICCBS. Prof. Choudhary menanggapi bahwa dia lebih senang apabila peneliti datang langsung untuk menguji dan melakukan riset di laboratoriumnya, sehingga para peneliti bisa terjun langsung dalam kegiatan penelitian dan merasakan pengalaman riset di Pakistan. Oleh karena itu, menurutnya, perlu dilakukan inisiasi kerja sama ke depan antara P2K-LIPI dengan ICCBS Pakistan. Di akhir acara, Dr. Yenny menyerahkan cinderamata dari P2K-LIPI kepada Prof. Choudhary, dan pertemuan ditutup dengan foto bersama. (nh/ ed. adl)

Baca

Universitas Lampung Kunjungi Pusat Penelitian Kimia LIPI


16 Januari 2020

Serpong, Humas LIPI. Dalam rangka menambah wawasan dan ilmu pengetahuan, dua dosen pembimbing bersama 31 orang mahasiswa dari Jurusan Pendidikan Kimia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan Universitas Lampung berwisata IPTEK ke Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Kimia LIPI), Serpong, pada Senin, (13/01). Melalui kunjungan ini para mahasiswa dikenalkan dengan ilmu pengetahuan terapan yaitu ilmu pengetahuan tidak sekedar teori yang mereka dapatkan di kampus, tetapi mereka bisa melihat penerapannya di dunia kerja, khususnya dunia penelitian.  Peserta kunjungan diajak mengenal fasilitas alat-alat instrumen laboratorium terkini yang dimiliki P2 Kimia LIPI, seperti alat laboratorium DTA (Differential Thermal Analysis), HPLC (High Pressure Liquid Chromatography), NMR (Nuclear Magnetic Resonance), serta fasilitas CPOTB (Cara Pembuatan Obat yang Baik). Bagi mahasiswa, mengenal fasilitas peralatan ini akan berguna ketika akan menyusun tugas akhir dan membutuhkan alat pengujian untuk analisis kimia.  Menurut salah seorang pembimbing mahasiswa, kunjungan ini diharapkan dapat mendorong dan menyemangati mahasiswa agar memiliki minat dan keahlian untuk bekerja di perusahaan yang terkait dengan bidang Kimia. (es/ ed. adl)

Baca

Profesor Prancis Isi Kuliah Tamu di Puslit Kimia LIPI


07 Januari 2020

Serpong, Humas LIPI. Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Kimia - LIPI) yang diinisiasi oleh Himpunan Polimer Indonesia mengadakan kuliah tamu pada Selasa (7/1), di Ruang Manganese, lt.2, P2 Kimia LIPI, Gd. 452. Kuliah ini menghadirkan Profesor Gilles Ausias dari Université de Bretagne Sud, Prancis.  Prof. Ausias memiliki latar belakang studi dari teknik mesin hingga memiliki kepakaran dalam ilmu material. Prof. Ausias menyampaikan presentasi mengenai Additive Manufacturing. Bagaimana penerapannya dari dalam laboratorium menjadi proyek kerjasama dengan industri.  Dalam riset laboratorium, Ausias berfokus pada material komposit dari serat, polimer termoplastik, serta termoset. Dengan Additive Manufacturing ini, Prof. Ausias beserta timnya mengembangkan proses baru dalam pembuatan material, yaitu pencampuran material dalam prosesnya.  Saat mengerjakan proses ekstrusi, Prof. Ausias menggunakan robot, sehingga kerjasama penelitian berlangsung lebih cepat. Sebagai contoh, dalam kerjasama pembuatan kap Peugeot 208 hanya diperlukan waktu sekitar dua minggu, satu minggu untuk mendesain cetakan dan minggu berikutnya untuk persiapan robot ekstrusi dan proses pencetakan.  Peralatan penunjang proses laboratorium Prof. Ausias adalah mesin pencetak tiga dimensi dan piranti lunak seperti Abaqus dan Comsol. Selain itu, sebagai penelitian yang menggunakan serat dalam prosesnya, maka dilakukan juga analisis terhadap orientasi serat dan velositasnya melalui piranti lunak.  Prof. Ausias juga menjelaskan mengenai topologi dan optimasi. Pada ptimalisasi topologi diperlukan adanya spesifikasi, optimasi, pencetakan 3D, dan pengujian mekanik.     Seusai sesi presentasi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi. Peserta menanyakan mengenai perbandingan proses antara Additive Manufacturing dan proses yang telah ada sebelumnya. Prof. Gilles menjabarkan bahwa Additive Manufacturing ini bertujuan untuk membuat prototipe dalam jumlah yang sedikit dan dengan bentuk yang kompleks.  Pertanyaan berikutnya mengenai ada tidaknya studi yang sudah dilakukan mengenai perbandingan proses Additive Manufacturing. Prof. Ausias menekankan kembali bahwa tujuan dari Additive Manufacturing adalah untuk membantu di sekitarnya, sebagai contoh pada rumah sakit di dekat universitas tempatnya mengajar. Sesi tanya jawab ditutup dengan pertanyaan kemungkinan kolaborasi PP Kimia LIPI dengan Université de Bretagne Sud. Prof. Ausias menjawabnya dengan tangan terbuka perihal kesempatan kerjasama tersebut.  Sebagai apresiasi dari P2 Kimia LIPI kepada Prof. Ausias, pada akhir acara diadakan penyerahan tanda mata dari P2 Kimia LIPI, yang diberikan Kepala P2 Kimia LIPI, Dr. Yenny Meliana. Prof. Ausias beserta seluruh peserta acara pun tak lupa untuk berfoto bersama. (adl) Sumber : Dr. Witta Kartika Restu

Baca

Profesor Kyungpook National University, Korea Selatan ke P2 Kimia - LIPI


18 Desember 2019

Serpong, Humas LIPI. Pusat Penelitian Kimia - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Kima – LIPI) menerima kunjungan Prof. Sungwhan Kim dari Department of Chemistry, Kyungpook National University (KNU), Korea Selatan, di Gedung 452, Puspiptek -Serpong (18/12). Kunjungan ini dilaksanakan dalam program kerja sama pertukaran peneliti LIPI dengan National Research Funding (NRF), Korea Selatan. Kunjungan Profesor Kim didampingi oleh dua pendamping dari P2 Biomaterial – LIPI sebagai host institutions, Dr. Dede Heri Yuli Yanto dan Nissa Nurfajrin Solihat, M.Sc.  Acara tersebut turut dihadiri oleh Kepala P2 Kimia – LIPI, Dr. Yenny Meliana, Kepala Bidang Pengelolaan Penelitian, Dr Akhmad Darmawan, beserta para peneliti P2 Kimia - LIPI. Pertemuan dimulai dengan presentasi oleh Prof. Sunghwan Kim tentang KNU, serta beberapa penelitian yang dilakukan oleh Prof. Kim bersama timnya. Kemudian Dr. Yenny Meliana mempresentasikan tentang profil, kegiatan riset, dan capaian-capaian P2 Kimia - LIPI. Setelah presentasi diadakan diskusi mengenai riset yang dilakukan kedua pihak serta kemungkinan kerja sama dan kolaborasi riset.  Dalam kerja sama pertukaran peneliti antara kedua instansi terbuka lebar, terutama dengan adanya skema kerjasama antara LIPI dengan NRF. Setelah penyerahan cinderamata, rombongan diajak mengunjungi dan melihat infrastruktur yang ada di laboratorium Karakterisasi Material, Analisa Anorganik, Analisa Pangan, dan Analisa Organik yang dikelola P2 Kimia - LIPI. (har/  ed. adl)

Baca

Kunjungan MTs Negeri 4 Jakarta di P2 Kimia - LIPI


15 Desember 2019

Serpong, Humas LIPI. Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 4 Jakarta Selatan mengadakan kunjungan Wisata Iptek di Pusat Penelitian Kimia – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Kimia - LIPI), Gedung 452, Puspiptek, Serpong (12/12). “Kami ingin memperkenalkan dan mendapat informasi langsung tentang pusat ilmu pengetahuan,” ungkap Ida Farida, selaku Kepala Program kelas Pengayaan Sains. Kunjungan yang diikuti 30 orang siswa dan 3 guru pembimbing disambut oleh sivitas P2 Kimia – LIPI. Para siswa berkesempatan untuk melihat laboratorium seperti Lab Bioetanol, Lab Cara Pembuatan Obat Tradisonal yang Baik (CPOTB), dan Lab Standar Nasional Standar Ukuran (SNSU). Dalam agenda kegiatan siswa, Ida mengatakan sudah rutin setiap tahun melakukan wisata ilmiah ke Puspiptek. Oleh karena siswa-siswa dari kelas sains, yang paling utama adalah mereka menambah wawasan.  "Selama di sekolah yang murid dapatkan adalah teori, buku, kajian pustaka, sementara di sini mereka melihat langsung, bahkan praktik langsung, dengan begini dapat menambah motivasi mereka,” tuturnya. “Seperti tadi ketika kami melihat kloning tumbuhan, dalam satu botol menghasilkan ribuan kultur jaringan. Alhamdulillah dengan kunjungan seperti ini, sekolah kami bisa mengembangbiakkannya,” tambahnya. “Lalu ada plastik ramah lingkungan, itu sangat bagus untuk dikembangkan, karena di sekolah kami tidak menggunakan lagi bahan plastik untuk wadah,” kata Ida. Kemudian, setelah melihat langsung ke lab, rombongan juga dibawa ke ruang diseminasi untuk melihat produk yang sudah jadi. “Kedepannya, apa yang dipraktikkan oleh LIPI dapat dijual bebas, karena produk LIPI sudah berdasarkan penelitian, aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat,” harap guru IPS MTsN 4 Jakarta. (har/ ed. adl)

Baca

Kunjungan SMA Santa Laurensia di P2 Kimia - LIPI


06 Desember 2019

Serpong, Humas LIPI. SMA Santa Laurensia, Serpong, Tangerang Selatan mengadakan kunjungan Wisata Iptek ke Pusat Penelitian Kimia – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2K-LIPI) di Gedung 452, Puspiptek, Serpong, pada Jumat, (6/12). “Anak-anak dibawa ke sini agar lebih mengetahui penelitian, dan dapat inspirasi ide dengan melihat penelitian seperti di LIPI,” ungkap Ros, guru pembimbing. Rombongan yang terdiri dari 23 orang siswa dan 1 orang guru pembimbing disambut oleh peneliti P2 Kimia – LIPI. Para siswa berkesempatan untuk melihat laboratorium seperti Lab Karakterisasi Material, Lab Gas Chromatography-Mass Spectrometry, Lab High Performance Liquid Chromatography, Lab Liquid Chromatography-Mass Spectrometry, Lab Bioetanol, dan Lab cara pembuatan obat tradisional yang baik (CPOTB). Dalam kunjungan ke laboratorium P2 Kimia – LIPI, Ros mengatakan bahwa di SMA Santa Laurensia terdapat mata pelajaran proyek penelitian, dari mengajukan ide-ide lalu dijadikan proposal. Oleh karena itu, murid-murid diajak ke LIPI.  Bu Ros menyampaikan dengan sudah melihat pusat penelitian, mereka menjadi mengerti. Jadi ketika mereka mempunyai kesulitan, maka bisa datang ke LIPI. “Di LIPI itu banyak alat, ide, sumber informasi, dan sebagainya,” ujar guru Kimia dan juga koordinator kegiatan sains SMA Santa Laurensia. Selain berkunjung ke P2 Kimia - LIPI, pada waktu yang bersamaan sebagian rombongan SMA Santa Laurensia melakukan kunjungan ke P2 Fisika – LIPI, dan Balai Bioteknologi - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Sebelumnya seluruh rombongan disambut dan dilakukan penyerahan cinderamata di Pusat Informasi Puspiptek – Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional. (har/ ed. adl)

Baca

P2 Kimia LIPI Terima Apresiasi KNAPPP


02 Desember 2019

Jakarta, Humas LIPI. Komite Nasional Akreditasi Pranata Penelitian dan Pengembangan (KNAPPP) memberikan Sertifikat Akreditasi Pranata Penelitian dan Pengembangan kepada Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Kimia LIPI), pada Senin (2/12). Penghargaan yang berlaku per 21 November 2019 hingga 20 November 2022, mencakup lima ruang lingkup, yakni Kimia Fisika, Kimia Organik, Ilmu dan Teknologi Pangan, Teknologi Kimia, dan Teknologi Bioproses.  Penyerahan apresiasi dari KNAPPP tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara Apresiasi Lembaga Penelitian dan Pengembangan Tahun 2019 dari Ristekdikti bagi lembaga dari kementerian, lembaga negara, dan pemerintah daerah, yang menjadikan lembaga litbangnya Pusat Unggulan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PUI). PUI bisa dari berbagai bidang ilmu, baik riset sains aplikatif maupun sosial. Sejak tahun 2017 Pusat Penelitian Kimia telah menjadi PUI Bioetanol Generasi 2. (adl)

Baca

Peneliti Kimia LIPI Raih Penghargaan L’OREAL-UNESCO for Women in Science 2019


26 November 2019

Jakarta, Humas LIPI. Perempuan peneliti Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Osi Arutanti, meraih penghargaan L’Oréal-UNESCO For Women in Science 2019. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional, Bambang Brodjonegoro di Jakarta pada Selasa (26/11). “Pemerintah terus mendukung dunia penelitian untuk mendorong ekosistem penelitian serta mendukung para peneliti. Ke depan program ini semoga juga dapat diperluas untuk mendukung kegiatan penelitian di tingkat remaja,” jelasnya. Osi mengeksplorasi alternatif fotokotalis yang terjangkau, bisa direalisasikan, efisien, dan dapat diaktivasi dengan tenaga surya. “Fotokotalis adalah proses oksidasi di dalam air yang dapat mendekomposisi polutan organik yang dipecah menjadi karbon dioksida dan H2O. Air yang tercemar melalui proses ini dapat terurai dan aman bagi lingkungan,” jelas Osi. Selain Osi, ada peneliti LIPI lainnya yang memperoleh penghargaan yang sama. Ayu Savitri Nurinsiyah, peneliti zoologi Pusat Penelitian Biologi meraih perhargaan atas penelitiaannya pada spesies keong darat Jawa yang memiliki antimikroba terampuh dari protein lendirnya sebagai solusi masalah kesehatan. “Penelitian saya diharapkan dapat memanfaatkan biodiversitas keong darat endemik Jawa secara berkelanjutan. Ini menjadi awal dari penelitian keong yang saya lakukan, selanjutnya saya akan terus mencari spesies keong yang tersebar di berbagai tempat di Indonesia,” ungkap Ayu.Dilangsungkan sejak tahun 2004, L’Oréal-UNESCO For Women in Science mempunyai misi untuk mengakui, menyemangati, dan mendukung wanita di bidang sains, sehingga semangat perempuan di bidang sains meningkat. Progam ini telah memberikan fellowship kepada 57 perempuan peneliti di Indonesia, lima diantaranya telah menerima penghargaan internasional. Keempat pemenang masing-masing akan menerima fellowships sebesar 95 juta rupiah dari L’Oréal Indonesia untuk mewujudkan penelitiannya. (hmw/ed: fz) Sumber : Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI http://lipi.go.id/berita/Dua-Peneliti-LIPI-Raih-Penghargaan-LOREAL-UNESCO-for-Women-in-Science/21870  

Baca

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Kunjungi Fasilitas Riset LIPI Serpong


22 November 2019

Serpong, Humas LIPI. Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bambang Brodjonegoro melaksanakan kunjungan kerja ke Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan, Banten pada Jumat (22/11) dalam rangka melihat fasilitas riset dan hasil perkembangan penelitian LIPI. Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko menerima Menristek/Kepala BRIN beserta rombongan. Menristek/Kepala BRIN kemudian mengunjungi fasilitas laboratorium Karakerisasi Material, Analisa Anorganik, Analisa Pangan, dan Analisa Organik di gedung SBSN yang dikelola Pusat Penelitian Kimia LIPI. Menristek/Kepala BRIN juga mengunjungi laboratorium Pusat Penelitian Fisika LIPI yang memiliki sejumlah fasilitas pendukung penelitian, seperti laboratorium Transmission Electron Microscope (TEM), Laser Induced Breakdown Spectroscopy (LIBS), dan Focused Ion Beam (FIB). Di Pusat Penelitian Fisika LIPI, Menristek/Kepala BRIN sempat melihat beberapa hasil penelitian bidang fisika, yakni turbin angin, sensor beban kendaraan, nanogold, dan baterai ion litium.  Menristek/Kepala BRIN mengapresiasi fasilitas laboratorium yang ada di Pusat Penelitian Kimia dan Fisika LIPI. Fasilitas ini bisa digunakan tidak hanya oleh peneliti LIPI tapi oleh peneliti lain, jadi tidak ada alasan peneliti tidak bisa melakukan penelitian,” jelas Menristek/Kepala BRIN. (adl)   Link berita terkait Kunjungan Menristek/Kepala BRIN, Jumat 22 November 2019:   Kunjungan Menteri Riset dan Teknologi/Kepala BRIN ke Fasilitas Riset LIPI di Serpong http://lipi.go.id/berita/Kunjungan-Menteri-Riset-dan-TeknologiKepala-BRIN-ke-Fasilitas-Riset-LIPI-di-Serpong/21864   Menristek Kunjungi Inkubator Startup Berbasis TBIC https://serpongupdate.com/menristek-kunjungi-inkubator-startup-berbasis-tbic/   Fasilitas Riset LIPI Terbuka untuk Semua Kalangan https://mediaindonesia.com/read/detail/273309-fasilitas-riset-lipi-terbuka-untuk-semua-kalangan   Peneliti Indonesia Boleh Gunakan Fasilitas Penelitian Negara https://republika.co.id/berita/q1dcc5313/peneliti-indonesia-boleh-gunakan-fasilitas-penelitian-negara   Kunjungi Puspiptek Serpong, Menristek Dorong Pengembangan Bisnis Manufaktur https://www.besttangsel.com/kunjungi-puspiptek-serpong-menristek-dorong-pengembangan-bisnis-manufaktur/   Menristek Persilakan Peneliti Gunakan Fasilitas Negara https://www.swarnanews.co.id/2019/11/23/menristek-persilakan-peneliti-gunakan-fasilitas-negara/   Menristek Persilakan Peneliti Pakai Fasilitas Penelitian Negara https://tekno.tempo.co/read/1275508/menristek-persilakan-peneliti-pakai-fasilitas-penelitian-negara/full&view=ok   Menristek Persilakan Ilmuwan Indonesia Gunakan Fasilitas Laboratorium LIPI https://www.tribunnews.com/nasional/2019/11/22/menristek-persilakan-ilmuwan-indonesia-gunakan-fasilitas-laboratorium-lipi   Menristek: Saya Bersemangat Banyak Start Up Muda Kembangkan Teknologi https://www.wartatangsel.co/menristek-saya-bersemangat-banyak-start-up-muda-kembangkan-teknologi/   Banyak Inovasi Baru, Menteri Bambang Fasilitasi Para Peneliti dan Inovator Muda https://www.harianaceh.co.id/2019/11/23/banyak-inovasi-baru-menteri-bambang-fasilitasi-para-peneliti-dan-inovator-muda/

Baca

P2 Kimia LIPI Sinergikan Riset Pengembangan Bioetanol G2 untuk Mewujudkan SDGs


18 November 2019

Serpong, Humas LIPI. Bioetanol generasi dua (G2) merupakan salah satu solusi bahan bakar dari limbah organik untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. Indonesia memiliki potensi biomassa lignoselulosa seperti dari tandan kosong kelapa sawit dengan luasnya perkebunan sawit yang dimiliki. Untuk mengetahui perkembangan informasi dan menjalin kolaborasi antar instansi terkait bioetanol G2, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia mengadakan focus group discussion pada Senin, (18/11) di Hotel Santika BSD, Serpong, Tangerang Selatan, Banten. “Kegiatan FGD ini dapat menjadi ajang bertukar informasi mengenai kegiatan yang sudah dilakukan tiap lembaga terkait pengembangan teknologi produksi bioethanol generasi dua. Kedepannya diharapkan ada potensi rencana kerja sama,” jelas Raden Arthur Ario Lelono, Ph.D, Plt. Kepala Pusat Penelitian Kimia dalam sambutannya.  Acara focus group discussion (FGD) “Sinergi Riset Pengembangan Bioetanol G2 untuk Mewujudkan SDGs” diawali dengan acara peluncuran buku hasil karya peneliti peneliti Pusat Penelitian Kimia LIPI yang terlibat langsung dalam penguasaan dan pengembangan teknologi produksi Bioethanol generasi dua yang berjudul “Perkembangan Bioetanol G2: Teknologi dan Prospektif”. Prof. Yanni Sudiyani selaku ketua tim penulis mengucapkan terima kasih atas kerja keras tim penulis selama ini. Selanjutnya acara diisi dengan paparan dari para narasumber kunci tentang keunggulan dan tantangan dalam mengembangkan bioetanol G2 di Indonesia. Ditinjau dari ketersediaan bahan baku, tuntutan kebutuhan energi yang ramah lingkungan, serta dukungan dari pemerintah. Dimoderatori oleh Dr. Dieni Mansur, diskusi menghadirkan Paulus Tjakrawan, Edi Wibowo dari BPDP Sawit, dan Darmono Taniwiryono dari MAKSI.  Sesi berikutnya adalah paparan dari sembilan instansi yang selama ini melakukan penelitian di bidang bioetanol G2, yakni P2 Kimia LIPI, P2 Bioteknologi LIPI, P2 Biomaterial LIPI, Lemigas, P3TEK EBTKE ESSDM, Balittas, Balittri, Puslitbanghut, dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Sesi ini dipandu oleh Dr. Roni Maryana dan Yan Irawan, MT. Ada beberapa contoh teknologi yang kalah bersaing sehingga mulai ditinggalkan seperti plastik sekali pakai, karena perubahan cara pandang masyarakat dunia terhadap kelestarian lingkungan. Cara pandang yang saat ini dikemas dalam Sustainable Development Goals. Bisa jadi saat ini bioetanol belum unggul dibanding bahan bakar berbasis fosil. Namun besar kemungkinan ilmu pengetahuan dan teknologi akan menyingkap fakta baru yang menunjukkan keunggulan bioetanol dari segi dampak lingkungannya. “Diharapkan kita semua disini terus melakukan pengembangan teknologi bioetanol agar Indonesia unggul dalam persaingan teknologi produksi bioetanol G2,” jelasnya. (adl)   Link berita terkait FGD PUI Bioetanol G2, Senin, 18 November 2019:   Ini Dampak Pemindahan Ibukota untuk Penelitian Bioetanol http://www.rmolbanten.com/read/2019/11/18/13068/Ini-Dampak-Pemindahan-Ibukota-Untuk-Penelitian-Bioetanol-   LIPI Kembangkan Bahan Bakar Alternatif dari Bahan Limbah http://tangerangnews.com/tekno/read/29199/LIPI-Kembangkan-Bahan-Bakar-Alternatif-dari-Bahan-Limbah   P2 Kimia LIPI : Perkembangan Bioetanol G2, Teknologi dan Prospektif https://www.besttangsel.com/p2-kimia-lipi-perkembangan-bioetanol-g2-teknologi-dan-prospektif/   Gelar FGD, LIPI Bahas Riset Pengembangan Bioetanol Generasi 2 https://serpongupdate.com/gelar-fgd-lipi-bahas-riset-pengembangan-bioetanol-generasi-2/   LIPI Bahas Sinergi Pengembangan Bioetanol Generasi 2 https://palapanews.com/2019/11/18/lipi-bahas-sinergi-pengembangan-bioetanol-generasi-2/   LIPI Tinggal Menunggu Pemerintah Kembangkan Bahan Bakar Pengganti Premium https://www.wartatangsel.co/lipi-tinggal-menunggu-pemerintah-kembangkan-bahan-bakar-pengganti-premium/

Baca

Kunjungan Wisata Iptek SMP Saint John’s School di P2 Kimia - LIPI


13 November 2019

Serpong, Humas LIPI. SMP Saint John’s School, Meruya, Jakarta Barat mengadakan kunjungan Wisata Iptek di Pusat Penelitian Kimia – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Kimia - LIPI) di Gedung 452, Puspiptek, Serpong, pada Rabu, (13/11). “Kami memutuskan ke Pusat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) agar siswa dapat apa yang mereka pelajari di sekolah. Tentunya dengan melihat langsung seperti Kimia, Fisika, dan sebagainya,” ungkap Tian, selaku guru pembimbing. Rombongan yang terdiri dari 25 orang siswa dan dua orang guru pembimbing disambut oleh Dr. Sofa Fajriah selaku Koordinator Mutu dan para penelti P2 Kimia – LIPI. Para siswa berkesempatan untuk melihat laboratorium seperti Lab Karakterisasi Material, Lab Gas Chromatography-Mass Spectrometry, Lab High Performance Liquid Chromatography, dan Lab Liquid Chromatography-Mass Spectrometry, Lab Bioetanol, dan Lab cara pembuatan obat tradisional yang baik (CPOTB). Dalam kunjungan ke laboratorium P2 Kimia – LIPI, Tian berharap agar anak didik bisa lebih mengenal dekat dan lebih terbuka wawasannya. Sehingga hal tersebut membuat mereka tertarik untuk sains juga.  “Semakin siswa melihat langsung ilmu pengatahuan dan teknologi, maka akan membuat mereka lebih fokus untuk mengejar tujuan hidup mereka,” pesan guru musik SMP ini. Salah seorang siswa berpendapat bahwa kami sangat bersemangat menyaksikan fasilitas yng bagus sekali, teknologi yang update, dan produk-produknya yang menarik. Setelah melihat ini saya merasa punya banyak pilihan dalam konsentrasi bidang kedepannya. Selain berkunjung ke P2 Kimia - LIPI, pada waktu yang bersamaan sebagian rombongan SMP Saint John’s School melakukan kunjungan ke P2 Fisika – LIPI, dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) meliputi: Balai Besar Teknologi Aerodinamika, Aeroelastika dan Aeroakustika; Balai Besar Teknologi Konversi Energi; Bioteknologi; dan Balai Teknologi Bahan Bahan dan Teknologi Disain. Sebelumnya seluruh rombongan menyaksikan selayang pandang Puspiptek di Pusat Informasi (PI) Kemenristekdikti. (har/ ed. adl)

Baca

Kunjungan Delegasi CATTC dan Guangxi China ke P2 Kimia LIPI


12 November 2019

Serpong, Humas LIPI. Sebanyak empat orang delegasi dari China-Asean Tehnology Transfer Center (CATTC) dan Guangxi Science and Technology Department, yakni Ms. Wang Bei, Ms. Chen Dan, Ms. Shi Min, dan Ms. Zhang Yue, pada Selasa (13/11) mengunjungi Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Kunjungan tersebut dalam rangka diskusi dan penjajakan kerja sama terkait tanaman obat tradisional.  Rombongan disambut oleh Plt. Kepala P2 Kimia LIPI, Arthur Ario Lelono, Ph.D, yang membuka acara dan dilanjutkan dengan perkenalan anggota tim peneliti dari kelompok penelitian Natural Chemistry dan Medicinal Chemistry. Arthur menjelaskan hasil-hasil penelitian dan fasilitas yang ada di P2 Kimia LIPI.  Sementara perwakilan CATTC dan Guangxi Science and Technology menjelaskan bahwa lembaga mereka berfungsi sebagai jembatan transfer teknologi. Mereka juga bisa sebagai provider riset serta menyediakan program pelatihan bagi young scientist di ASEAN di Guangxi. Peneliti dari Pusat Penelitian Kimia juga bila berminat dipersilakan untuk mendaftarkan diri. Guangxi terkenal kaya akan sumber bahan alam, sehingga banyak ekplorasi riset untuk dicari bahan aktifnya sebagai tanaman obat tradisional. Selain dari daratan Guangxi, dari lautan juga terdapat sekitar 2000 bahan obat. Oleh karena itu, CATTC dan Guangxi sangat membuka peluang dengan satuan kerja di LIPI untuk berkolaborasi. Peneliti P2 Kimia LIPI bertanya bagaimana cara mendapatkan pendanaan dari pemerintah Guangxi. Langkah awal yang harus dilakukan adalah membuat kerja sama LIPI dengan Guangxi. LIPI dapat membuka jalan kolaborasi dengan mengontak pihak Guangxi. Apabila telah berkomunikasi terkait topik riset, peneliti dapat membuat proposal untuk diajukan ke pihak Guangxi. (adl)

Baca

P2 Kimia - LIPI Selenggarakan Pelatihan Tingkatkan Kualitas Auditor Internal Laboratorium Terakreditasi ISO/IEC 17025:2017


08 November 2019

Serpong, Humas LIPI. Laboratorium P2 Kimia LIPI telah mendapatkan akreditasi ISO/IEC 17025:2017 sejak Februari 2019 lalu. Akreditasi tersebut mengukuhkan kompetensi P2 Kimia LIPI sebagai laboratorium penguji. Guna meningkatkan kualitas auditor internal, P2 Kimia menyelenggarakan Pelatihan Audit Internal SMM ISO/IEC 17025:2017 pada Kamis-Jumat (7-8/11). Untuk pelaksanaan pelatihan audit internal, P2 Kimia bekerjasama dengan Aljabar Training & Consulting (PT Aljabar Anugrah Selaras) selaku provider pelatihan dan konsultasi Sistem Manajemen Mutu (SMM). Hadir sebagai narasumber yaitu Yohanes Susanto Ridwan, Lead Asessor KAN. Bertempat di ruang Rapat KMK Lt 2, acara dibuka oleh Plt. Kepala P2 Kimia, Arthur Lelono. Dalam sambutannya, Arthur menekankan pentingnya akreditasi ISO/IEC 17025 bagi Laboratorium P2 Kimia. "P2 Kimia memiliki komitmen untuk menjalankan SMM ISO/IEC 17025. Kita sebagai laboratorium penguji milik pemerintah akan terus berupaya memberikan pelayanan kepada stakeholder, sehingga akreditasi ISO/IEC 17025 merupakan sebuah kebutuhan," ujar Arthur dalam pembukaannya. Arthur kemudian menjelaskan tentang program-progam P2 Kimia ke depan yang akan terus menjalin kolaborasi dengan pihak-pihak eksternal sehingga P2 Kimia harus dapat menjaga kepercayaan mitranya. "Akreditasi ISO/IEC 17025 ini merupakan salah satu upaya kita untuk menjaga kepercayaan stakeholder, termasuk kepercayaan diri kita sendiri akan kualitas hasil pengujian," tambahnya. Acara kemudian dipandu oleh Sofa Fajriah selaku Koordinator Mutu di Laboratorium P2 Kimia LIPI. Sofa memperkenalkan tim manajemen yang mengelola Laboratorium P2 Kimia LIPI. Setelah perkenalan, Sofa kemudian mempersilakan narasumber untuk menyampaikan pemaparan materi training yang akan berlangsung selama dua hari tersebut. Pada awal presentasinya, Yohanes Susanto Ridwan yang akrab disapa Santo, memberikan pengantar tentang ISO 19011:2018 sebagai panduan untuk melaksanakan audit sistem manajemen mutu. Selain itu, Santo juga menjelaskan gambaran umum struktur ISO/IEC 17025:2017 untuk memberikan penyegaran kembali kepada para calon auditor internal P2 Kimia. Pada hari kedua, Jumat (8/11) peserta dibagi dalam beberapa kelompok dan diminta untuk melakukan simulasi audit. Setelah simulasi, perwakilan peserta diberikan waktu untuk memberikan pemaparan hasil-hasil temuan selama audit. Seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan diperoleh beberapa temuan-temuan ketidaksesuaian. Kemudian dilakukan diskusi untuk menyusun laporan audit internal dan rencana tindakan perbaikan dari temuan-temuan audit tersebut. "Temuan ketidaksesuaian merupakan hal yang wajar dalam penyelenggaraan sistem manajemen. Temuan-temuan inilah yang akan menjadi bekal untuk laboratorium dalam upaya melakukan peningkatan secara terus-menerus sesuai prinsip manajemen mutu. Mudah-mudahan kegiatan dua hari ini memberikan bekal kepada rekan-rekan di P2 Kimia sehingga menjadi auditor internal bahkan eksternal yang handal ke depannya," ungkap Santo dalam sesi penutupan di hari itu. (sjw/ ed. adl)  

Baca
ZONA INTEGRITAS