: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

Berita

Cegah Penyebaran COVID-19, LIPI Serahkan 4000 Botol Hand Sanitizer Kepada BNPB


06 April 2020

Jakarta, Humas LIPI. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui koordinasi Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset Inovasi Nasional memberikan 4000 botol hand sanitizer atau pembersih tangan antiseptik berukuran 250 mililiter kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang berada di bawah koordinasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Balai Kota Jakarta, Senin (6/4). Hand sanitizer ini merupakan hasil inovasi dari LIPI dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang dibuat sesuai dengan standar World Health Organization (WHO). Kepala Pusat Penelitian LIPI, Yenny Meliana, mengungkapkan bahwa hal ini sebagai bentuk dukungan dari para peneliti LIPI untuk garda terdepan dalam menanggulangi pandemi COVID-19. “Kita saling bahu membahu dengan apa yang kita mampu sesuai dengan kompetensi masing-masing, sehingga dengan bantuan hand sanitizer ini diharapkan dapat membantu mencegah penyebaran virus corona,” ujarnya. Bantuan tersebut diterima oleh Kepala Subbidang Kedaruratan Dan Penanganan Pengungsi BPBD Provinsi DKI Jakarta, Wardaya dan jajaran BPBD Provinsi DKI Jakarta. Wardaya mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi atas bantuan ini. “Atas nama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, kami menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi terhadap LIPI atas pemberian hand sanitizer ini,” ungkapnya. Dirinya mengatakan, dalam situasi sekarang ini hand sanitizer merupakan hal yang paling banyak diminta dan dibutuhkan masyarakat DKI Jakarta. “Saat ini kebutuhan alat pelindung diri seperti masker kain dan hand sanitizer untuk mencegah penyebaran virus corona COVID-19 memang paling banyak diminta dan dibutuhkan publik dari Pemprov DKI, selain bantuan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari," jelas Wardaya. Selanjutnya, Pemprov DKI Jakarta akan berkoordinasi dengan aparat jajaran di bawahnya untuk mendistribusikan hand sanitizer ini ke masyarakat. “Kami akan berkoordinasi dengan biro pemerintah yang membawahi seluruh camat dan lurah di Jakarta guna mengetahui data jumlah masyarakat yang membutuhkan hand sanitizer,” jelasnya. (whp/ ed. adl)

Baca

LIPI Donasikan Hand Sanitizer ke Pokja Wartawan Tangerang Selatan


04 April 2020

Serpong, Humas LIPI. Menghadapi wabah virus corona atau Covid-19, peran media dalam memberikan informasi tepat sasaran sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia. Apalagi dengan tingkat mobilitas media yang cukup tinggi dalam mendapatkan informasi menjadikan awak media cukup rentan terhadap penyebaran virus corona. Untuk membantu mengurangi kemungkinan tersebut, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) memberikan 442 botol hand sanitizer atau pembersih tangan antiseptik berukuran 250 mililiter kepada Pokja (kelompok kerja) Wartawan Harian Tangerang Selatan (PWHTS). “Peran media sangat penting yang mana termasuk dalam garda terdepan dalam menghadapi Covid-19 dengan memberikan informasi kepada masyarakat. Oleh karena itu perlu kita dukung dan kita berharap hand sanitizer ini dapat bermanfaat saat awak media bertugas,” jelas Deputi lmu Pengetahuan Teknik LIPI, Agus Haryono, pada hari Sabtu (4/4). Kepala Pusat Penelitian LIPI, Yenny Meliana, juga berharap kontribusi LIPI ini bisa membantu dan bermanfaat. “Dengan memberikan produk hand sanitizer ini mudah-mudahan bisa membantu dan bermanfaat bagi rekan-rekan wartawan yang memiliki profesi dengan mobilitas cukup tinggi,” ujarnya. Sementara Ketua PWHTS, Ahmad Rizki Suhaedi mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perhatian LIPI kepada rekan-rekan wartawan di Tangerang Selatan. "Apa yang diberikan tentunya akan sangat berguna dan dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para wartawan, mengingat penggunaan hand sanitizer di lapangan sangat dibutuhkan dalam kondisi darurat pandemi Covid-19 ini," ungkapnya. LIPI diketahui telah memproduksi tiga ton hand sanitizer sejak pekan kedua Maret 2020, untuk didistribusikan ke pihak internal LIPI dan eksternal LIPI di sekitar wilayah Puspiptek Serpong, yakni ke sekolah, kantor layanan masyarakat, dan masjid. LIPI melalui koordinasi Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset Inovasi Nasional mendonasikan 4000 botol ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Rencananya Pokja Wartawan Harian Tangerang Selatan akan membagikan hand sanitizer ini ke 60 lebih pers dan lingkungan sekretariat Pokja Wartawan Tangsel yang membutuhkan. (whp/ ed. adl)

Baca

LIPI Uji Fungsi Reaktor Destilasi Bioetanol di Kabupaten Banyumas


01 April 2020

Banyumas, Humas LIPI. Pada Rabu, (1/4), Yan Irawan peneliti Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Kimia LIPI) dan tim sudah berada di Kabupaten Banyumas guna merakit instalasi alat destilasi bioethanol kapasitas 100 liter/batch yang dipasang di Pendopo Kabupaten Banyumas. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut pertemuan dan diskusi antara Bupati Banyumas dan Kepala P2 Kimia LIPI, serta peneliti terkait proses bioetanol di Serpong pada hari Senin, (2/3). Oleh karena itu, terjalin kerja sama teknologi pembuatan alat destilasi bioetanol di Kabupaten Banyumas. Ahmad Husein sebagai Bupati Banyumas banyak berharap pada alat LIPI ini untuk membantu proses pembuatan bioetanol dari sorgum yang banyak dibudidayakan di daerah Banyumas, sehingga bisa meningkatkan perekonomian dan mengentaskan kemiskinan rakyat yang dipimpinnya.  Selama ini daerah Banyumas telah mampu membuat bioetanol dari sorgum dengan kadar 40-60%. Dengan alat destilasi yang dibuat LIPI diharapkan dapat meningkatkan bioethanol sampai 99,5%, sehingga memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. (es/ ed. adl)

Baca

Kolaborasi LIPI dan Stakeholder Hadapi Covid-19 di Wilayah Setu, Tangerang Selatan


31 Maret 2020

Serpong, Humas LIPI. Menghadapi wabah Corona Virus Disease tahun 2019 (Covid-19), LIPI bersama dengan Polsek Cisauk mengadakan penyemprotan disinfektan di wilayah hukum Polres Cisauk Polresta Tangerang Selatan (31/3). Acara pelepasan dimulai dengan apel bersama yang dilaksanakan di lapangan upacara di depan Gedung Kantor Kecamatan Setu, Tangerang Selatan. Kepala Pusat Penelitian Kimia – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Kimia – LIPI), Yenny Meliana mengatakan bahwa instansi LIPI mengerjakan kegiatan ini dengan senang hati, karena didukung pula oleh Kapolsek Cisauk serta Camat untuk wilayah sekitar Puspiptek.  “Kami bantu apa yang kami mampu dan punya, demi merah putih, semua semangatnya sama,” ujarnya. Kepala Kecamatan Setu, Hamdani HS menyampaikan penghargaannya terkait dengan penyemprotan disinfektan di wilayahnya. “Saya sangat berterima kasih kepada P2 Kimia – LIPI yang sudah memfasilitasi semuanya dan ini sebagai aksi kita kepada masyarakat, kita peduli, melakukan langkah-langkah preventif masyarakat terhindar dari virus corona,” ucapnya. “Kami melibatkan semua stakeholder diantaranya LIPI, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Musfika), Komando Raya Militer (Koranmil), Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek), Kelompok Sadar Kamtibnas (KSK), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Dinas Perhubungan, Kepala Bidang Keamanan dan Keselamatan Puspiptek besera jajarannya, kemudian unsur kewilayahan seperti camat, lurah, warga RT dan RW,” jelas Hamdani. Kapolsek Cisauk, Rolando Hutajulu menjelaskan bahwa semua yang hadir dalam acara tersebut sudah sesuai dengan yang diinstruksikan Wakil Kepala Polisi Republik Indonesia (Wakapolri) di wilayah khususnya Setu untuk pencegahan virus corona. “Semoga kegiatan ini, masyarakat terhindar dari Coronavirus disease (Covid-19). Lebih baik di rumah, jaga kebersihan, jaga hubungan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, kemudian dengan adanya Covid-19 ini – bisa lebih dekat lagi dengan keluarga, juga bisa melakukan sesuatu yang lebih berharga,” pesan Rolando. Kepala DPRD Tangerang Selatan, Abdul Rosyid menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan gerakan sosial yang dibangun untuk persoalan corona yang tidak bisa ditangani oleh satu pihak, tetapi seluruh potensi kekuatan masyarakat harus bergerak. “Kami berharap betul tingkat kedisiplinan masyarakat tinggi dalam pencegahan corona, karena kita sama-sama mengetahui kapasitas serta fasilitas yang kita miliki itu sangat terbatas,” harapnya. Dirinya mengajak kepada seluruh masyarakat bersama-sama jangan pernah lelah untuk selalu saling menghimbau dan mengingatkan untuk patuh dan taat terhadap himbauan pemerintah. Kepala Bidang Keamanan dan Keselamatan Kawasan Puspiptek, Joko Raharjo mengungkapkan apresiasinya atas respon LIPI yang sangat cepat untuk membantu masyarakat. Tim dari Puspiptek dilibatkan untuk bahu-membahu menyemprotkan disinfektan menggunakan mobil pemadam kebakaran Puspiptek. “Penyemprotan dimulai dari Gedung DPRD, SMP, SMA,  perempatan Muncul, pintu gerbang perumahan Puspiptek, kemudian arah Pamulang menuju pertigaan ITI, ITI, kelurahan Setu, sampai dengan sekitar viktor,” jelas Joko. (har/ ed. adl)

Baca

Lawan Covid-19, LIPI Lakukan Penyemprotan Disinfektan di Serpong


24 Maret 2020

Serpong, Humas LIPI. Sebagai bentuk perlawanan terhadap Coronavirus disease (Covid-19), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerja sama dengan Garuda Karya Mandiri melakukan penyemprotan cairan disinfektan di kawasan Serpong (24/3). Aksi cepat tanggap tersebut mendisinfeksi kantor Pusat Penelitian (P2) Kimia, P2 Fisika, P2 Teknologi Pengujian, P2 Metalurgi dan Material, serta Gedung Pengelola Kawasan. Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik (IPT) LIPI, Agus Haryono, menyampaikan kegiatan penyemprotan disinfektan perlu dilakukan secara berkala terhadap fasilitas LIPI yang berpotensi terpapar virus corona. “Hal ini untuk menjaga sivitas LIPI yang bertugas dapat bekerja dengan tetap sehat,” jelasnya. Penyemprotan disinfektan dimulai dari ruangan luar berupa ruang teras, kemuadian ruang tamu, ruang informasi, ruang kerja, ruang rapat, ruang ibadah, dan kamar mandi. Tiap-tiap ruangan disemprot dengan tujuan untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Selain aksi penyemprotan disinfektan di area kerja dan masjid sekitar Puspiptek, LIPI juga mengadakan berbagai aksi peduli terkait Covid-19 dengan memproduksi dan membagikan hand sanitizer di lingkungan internal dan eksternal LIPI, seperti ke sekolah, masjid, pesantren, kantor pemerintah daerah, balai kesehatan, hingga ke kepolisian sekitar Puspiptek Serpong. LIPI terus berupaya menggunakan infarstruktur dan kepakaran peneliti untuk membantu masyarakat hingga pandemi corona berakhir. Semoga kondisi Indonesia bisa segera kondusif. Publik sehat dan pulih dari corona sehingga dapat kembali beraktivitas dan berkarya. (har/ ed. adl)

Baca

Peduli COVID-19, LIPI Kembali Bagikan Hand Sanitizer


23 Maret 2020

Serpong, Humas LIPI. Pada masa pandemi Corona virus disease (COVID)-19, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) termasuk instansi yang melakukan upaya bekerja di rumah atau work from home (WFH). Sebagai bentuk kepedulian LIPI pada para profesi yang masih harus bekerja di luar rumah, pada Senin, (23/3), LIPI kembali membagikan hand sanitizer yang diproduksi pada Jumat (20/3) ke sekitar wilayah Puspiptek. Diwakili oleh Rokip Hasim, perwakilan dari P2 Kimia LIPI, beliau mendistribusikan hand sanitizer ke pos satpam kawasan perkantoran Puspiptek, pos satpam perumahan Puspiptek, Balai Kesehatan Puspiptek, kantor Polsek Setu, dan masjid perumahan Batan Indah. “Ini sebagai amal jariah,” ujarnya yang berprofesi sebagai teknisi penelitian dan perekayasa (litkayasa). (adl)

Baca

Tanggap Covid-19, LIPI Bagikan Hand Sanitizer ke Kantor Pelayanan Masyarakat


18 Maret 2020

Serpong, Humas LIPI. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Kimia memproduksi dan membagikan hand sanitizer ke kantor Kelurahan Setu dan Kantor Urusan Agama, Setu, Tangerang Selatan, pada Selasa (17/3). Hal ini untuk mendukung kesehatan bagi pegawai dan pengguna kantor pelayanan masyarakat di masa wabah global corona virus disease 19 (COVID-19). Kepala P2 Kimia – LIPI, Yenny Meliana, mengatakan bahwa LIPI membagi hand sanitizer ke tempat pelayanan masyarakat. Diutamakan karena memang dibutuhkan dan kelangkaan produknya pada masyarakat. “Mudah-mudahan kegiatan berbagi dapat membantu kita bersama menjaga diri dari penyebaran COVID-19, terutama jika kita sedang beraktivitas di luar rumah ,” harap Kepala P2 Kimia – LIPI. Melly, demikian akrab disapa, menjelaskan bahwa penting untuk bekerja namun dengan mengutamakan kesehatan dan keselamatan. “Tetap berkarya dan jaga diri untuk kita, untuk satu kata, demi merah putih,” pesannya. (har/ ed. adl)

Baca

Cegah COVID-19, LIPI Bagikan Hand Sanitizer ke Sekolah


18 Maret 2020

Serpong, Humas LIPI. Pusat Penelitian Kimia – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Kimia – LIPI), Puspiptek, Serpong, menyerahkan hand sanitizer kepada MTs Pembangunan Nurul Islam, Jalan Sari Mulya, Tangerang Selatan pada Senin, (16/3). Sementara sekolah lain sudah diliburkan karena pandemi COVID-19, sekolah tersebut masih masuk karena jadwal ujian. Peneliti dari P2 Kimia – LIPI, Melati Septiyanti mengatakan bahwa kegiatan berbagi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan sekolah di sekitar Puspiptek Serpong karena di pasaran sudah langka. Dengan harapan hand sanitizer dari LIPI dapat melengkapi kebersihan tangan yang bersinergi dengan mencuci tangan. “Semoga dapat diterima dengan baik dan bermanfaat. Serta kita semua diberikan kesehatan dan pandemik COVID-19 segera berakhir,” harap Melati. Kepala Sekolah MTs Pembangunan Nurul Islam, Dewi Nastiti sangat berterima kasih kepada LIPI yang telah memberikan sesuatu yang sangat berguna bagi sekolahnya. “Kami berupaya untuk membuat lingkungan yang bersih terutama bagi siswa-siswa, termasuk lokasi berjualan makanan dengan berkomunikasi dengan pedagang,” ujarnya. Dirinya mengungkapkan LIPI cepat tanggap karena memberikan sesuatu yang berguna, dan langsung diterapkan sebelum masuk ke ruangan untuk melaksanakan ujian. Para murid sangat senang karena mereka turut peduli dengan kebersihan. “LIPI sudah bagus, sudah perhatian kepada kami, dibuktikan dengan siswa-siswa langsung mendapatkan hand sanitizer,” tegas Dewi. (har/ ed. adl)

Baca

Bagaimana Menangani Limbah B3 yang Baik dan Benar


05 Maret 2020

Serpong, Humas LIPI. Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (IPT - LIPI), Agus Haryono menjelaskan tentang bagaimana menangani limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) secara baik dan benar. LIPI memiliki kemampuan untuk karakterisasi berbagai limbah B3. Diantaranya  laboratorium yang tersebar di berbagai kampus LIPI.  Saat ini LIPI berfokus dalam memperkuat infrastruktur pada penelitan. Dan fasilitas tersebut terbuka bagi masyarakat maupun industri. Interviu wartawan Metro TV dengan Deputi IPT – LIPI akan ditayangkan pada acara Metro Realitas, Rabu,18 Maret 2020. (har)

Baca

Tertarik Bioetanol, Bupati Banyumas Kunjungi Pusat Penelitian Kimia LIPI


02 Maret 2020

Serpong, Humas LIPI. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) terbuka bagi mitra pemerintah daerah yang ingin bekerjasama menggunakan teknologi LIPI. Salah satu satuan kerja LIPI di kawasan Puspiptek Serpong, Pusat Penelitian Kimia, dikunjungi oleh Bupati Banyumas, Achmad Husein beserta tim, pada Senin, (2/3).  Kedatangan beliau bertujuan ingin bekerjasama mengenai pembuatan alat bioetanol yang murah dan efisien, serta mendapapatkan etanol dengan kadar 99,5%. “Selama ini di daerah Banyumas telah mampu membuat bioetanol dari bahan baku sorgum dengan kadar mencapai 40-60%,” jelasnya. Di daerah Kabupaten Banyumas banyak masyarakat menanam sorgum, oleh karena itu melalui kegiatan pembuatan bioetanol, dapat memberikan nilai tambah bagi sorgum. Dengan meningkatnya pendapatan dari sorgum, diharapkan masalah pengangguran pun teratasi, dan dapat turut mengentaskan kemiskinan. “Semoga Puslit Kimia LIPI bisa memberikan solusi dari masalah di daerah Banyumas terutama mengenai proses bioetanol,” ungkap Achmad Husein. Senada dengan hal tersebut, Yanni Sudiyani sebagai moderator pertemuan yang merupakan pakar bioetanol mengungkapkan kesediaannya untuk bisa berbagi ilmu terkait bioetanol. “Memang tidak salah untuk masalah bioetanol ini datang ke Pusat Penelitian Kimia, karena ada ahli-ahli di bidang ini,” terangnya. Setelah selesai diskusi dengan para koordinator kelompok penelitian yang dipimpin Kepala Pusat Penelitian Kimia LIP, Yenny Meliana, acara dilanjutkan dengan kunjungan ke Pilot Plant Bioetanol,didampingi peneliti. Rencana kedepannya Pemkab Banyumas ingin segera dilakukan pembuatan naskah kerjasama terkait pembuatan alat proses bioetanol. (es/ ed. adl)

Baca

FRISK, Perkaya Cakrawala Peneliti tentang Amina dan Jamur


28 Februari 2020

Humas, LIPI Serpong. FRISK (Friday Sharing of Knowledge) yang diselenggarakan di ruang Manganese Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Kimia - LIPI) pada 28 Februari 2020 menyajikan tema pengembangan metodologi reaksi baru dan bioprospeksi jamur endofit Indonesia, serta penemuan episitoskirin A. Acara yang rutin diagendakan tiap Jumat di pekan keempat ini merupakan ajang bulanan bagi para peneliti untuk menambah khasanah keilmuan khususnya di bidang kimia. Kepala P2 Kimia LIPI, Yenny Meliana dalam sambutannya memperkenalkan profil satuan kerja, hasil-hasil penelitian, dan kerja sama yang selama ini telah dilakukan di Pusat Penelitian Kimia. “Saat ini di Puslit Kimia ada delapan kelompok penelitian dengan fokus yang berbeda-beda, satu keltian yang baru adalah Kimia Bioprospeksi yang koordinatornya adalah Prof. Andria Agusta,” terangnya. Pada FRISK kali ini hadir pembicara dari Sogang University-Korea Selatan, Won Koo Lee dan Andria Agusta dari P2 Kimia. Won menyajikan tema New Paradigm in Amine Chemistry: Is Solvent-Free Reaction Possible? Won menampilkan hasil percobaannya di laboratorium terkait kimia amina dengan metode yang lebih sederhana tanpa pelarut dan ramah lingkungan. Sementara Andria mempresentasikan perihal eksplorasi mikroba di Indonesia sebagai bahan baku senyawa bioaktif yang telah dilakukannya sejak tahun 2006-2019 dan menghasilkan sebanyak 1633 jamur. Penggunaan jamur endofit untuk menghasilkan senyawa bioaktif dilakukan dengan dua pendekatan yaitu isolasi senyawa bioaktif langsung dari jamur endofit dan proses biokonversi senyawa bioaktif dengan jamur endofit. Topik menarik dari dua pembicara memunculkan banyak pertanyaan dari para peserta, sehingga sesi diskusi menjadi aktif dan dinamis. Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat dan souvenir bagi para pembicara. (nh/ ed. adl)

Baca

Penandatanganan Perjanjian Kinerja serta Perkenalan SDM Pusat Penelitian Kimia


28 Februari 2020

Humas, LIPI Serpong. Pusat Penelitian Kimia, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Kimia LIPI) menyelenggarakan kegiatan Penandatanganan Perjanjian Kinerja Tahun 2020 dan Perkenalan SDM Iptek dan SDM Pendukung Iptek di Ruang Rapat Manganese Pusat Penelitian Kimia pada hari Jumat (28/02). Kepala Pusat Penelitian Kimia, Yenny Meliana dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan acara awal tahun Pusat Penelitian Kimia yang merupakan turunan dari Perjanjian Kinerja Kedeputian Ilmu Pengetahuan Teknik. Penandatangan Perjanjian Kinerja yang meliputi jumlah artikel yang dipublikasikan di jurnal dan prosiding ilmiah internasional, inovasi termanfaatkan, naskah kebijakan, lisensi dan jumlah peneliti terindeks h-index, ditandatangani oleh delapan  koordinator kelompok penelitian (keltian) Kimia. Dimulai dari Keltian Kimia Bahan Alam, Medisinal, Pangan, Analitik, Material dan Katalisis, Biomassa dan Senyawa Kimia Adi, Makromolekul, hingga Bioprospeksi. Acara dilanjutkan dengan perkenalan SDM Iptek dan SDM Pendukung Iptek Pusat Penelitian Kimia dan serah terima koordinator kegiatan Pusat Unggulan Iptek (PUI) dan Ketua Dewan Redaksi Jurnal Kimia Terapan Indonesia (JKTI) dari pengurus yang lama ke pengurus yang baru. Koordinator Kegiatan (PUI) 2020 yang baru dijabat oleh Robert Ronal Widjaya dan Ketua Dewan Redaksi JKTI 2020 oleh Siti Nurul Aisiyah Jenie. Dalam kesempatan tersebut, manager serta koordinator tiap Layanan Kawasan Serpong juga memberikan paparan singkat mengenai tugas dan fungsi tiap layanan kawasan yang terdiri dari Layanan Umum, SDM, Humas dan Kerja Sama, Monev, Jaringan dan IT, Kepustakaan, PPII serta Kediklatan. Hal ini dilakukan guna mendukung kegiatan riset di Pusat Penelitian Kimia sesuai dengan yang disampaikan oleh Kepala Pusat Penelitian Kimia. “Dalam kegiatan riset dan pendukung riset  diperlukan komunikasi dan kerja sama yang baik dengan SDM Layanan sebagai fasilitator kegiatan riset. Oleh karena itu, saya harap kita bisa paham dengan tugas dan fungsi tiap bagian agar bisa terjalin komunikasi dan kerja sama yang baik,“ jelasnya. Pada kegiatan ini juga dilaksanakan purna bakti sivitas LIPI Serpong yaitu Linar Zalinar Udin (Ahli Peneliti Utama) dari Keltian Kimia Analitik dan Radin (Staf Pengadaan). (whp/ ed. adl)

Baca

Rakor Deputi IPT – LIPI dengan LIPI Serpong


27 Februari 2020

Serpong, Humas LIPI. Bertempat di gedung 456, Puspiptek, Serpong, pada Selasa, (25/2) dilaksanakan rapat koordinasi (rakor) satuan kerja (satker) Lembaga Ilmu Pengetahuan (LIPI) Serpong yang berada di bawah Kedeputian Ilmu Pengetahuan Teknik (IPT), serta dengan manajemen pengelola kawasan LIPI Serpong. Deputi IPT LIPI, Agus Haryono menyampaikan, kegiatan silaturahmi perdana ke kawasan untuk berkomunikasi, memantau, dan melihat kolaborasi satuan kerja Kedeputian IPT – LIPI. “Bagaimana pun, komunikasi itu sangat penting, bahkan bisa lebih intens. Jadi kita branstorming tentang apa saja yang menjadi perhatian beberapa minggu terakhir,” jelas Agus Haryono. Pada pertemuan tersebut, tiap satker maupun pengelola kawasan menyampaikan beberapa permasalahan dalam pelaksanaan kegiatan. Selajutnya, Deputi merumuskan langkah solusi dalam pelaksanaan kegiatan serta bagaimana rencana kerja selanjutnya.  Rakor dihadiri oleh kepala Satker Pusat Penelitian Fisika, Kimia, serta Metalurgi dan Material. Dihadiri pula oleh perwakilan manajemen pengelola LIPI kawasan antara lain tugas dan fungsi (tusi) layanan Umum, Dumber Daya Manusia (SDM), Humas dan Kerja Sama,Monitoring dan Evaluasi (Monev), Jaringan & IT, Kepustakaan, Pemanfaatan Inovasi & IPTEK, serta Kediklatan. Deputi IPT – LIPI berharap dalam pertemuan berikutnya, LIPI Serpong memiliki laporan, sejauh mana penanganan kendala di P2 Kimia LIPI. Begitu pula dengan hal-hal lain yang perlu peningkatan. (har/adl)

Baca

Talkshow Menjadi Peneliti Menginspirasi yang Berinovasi Tanpa Henti


21 Februari 2020

Humas, LIPI Serpong. Peneliti merupakan salah satu fungsional aparatur sipil Negara (ASN) yang ada di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). LIPI sebagai lembaga penelitian dengan sumber daya manusia (SDM) ASN peneliti yang besar, memerlukan langkah-langkah terobosan dalam pengembangan SDM di bidang terkait riset, teknologi dan inovasi (RISTEKIN). Bidang RISTEKIN merupakan modal utama untuk pengembangan bidang lainnya, seperti pertanian, perikanan, industri, dan perdagangan. Sebagai langkah awal menjembatani terobosan pembinaan peneliti, pada Jumat, (21/2), Kedeputian Ilmu Pegetahuan Teknik LIPI menyelenggarakan acara Talkshow Menjadi Peneliti 4.0 bertajuk “Menjadi Peneliti Menginspirasi yang Berinovasi Tanpa Henti”, di Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan. Acara yang mengundang tokoh-tokoh peneliti berkualitas ini menjadi program inisiasi pembinaan karir ASN peneliti di LIPI. Dalam sambutannya, Deputi IPT LIPI, Agus Haryono menyampaikan perlu adanya pembimbingan dari manajemen untuk memunculkan proses pengembangan SDM agar tercipta peneliti yang unggul dan berkarakter. “LIPI akan bekerjasama dengan Himpenindo (Himpunan Peneliti Indonesia) untuk membuat semacam peta jalan bagi para peneliti,” jelasnya. Sebagai sumber inspirasi bagi para peneliti LIPI, hadir sebagai pembicara di sesi pertama, Bambang Widiyatmoko (peneliti senior LIPI peraih Habibie Award), Ajeng Arum Sari (peneliti muda, Kepala Loka Penelitian Teknologi Bersih LIPI), dan M. Ikhlasul Amal (peneliti muda, anggota Perencanaan, Monitoring, Evaluasi/PME Kedeputian IPT LIPI). Sesi dengan pembicara dari tiga generasi ini dimoderatori oleh Teni Ernawati dari Pusat Penelitian Kimia LIPI. Bambang menyampaikan topik Science quality: Delivering Impactful Research. Menjadi seorang peneliti harus meluruskan niat, memilih area penelitian baru, memiliki spesifikasi, bekerja sesuai aturan dan menjauhkan diri dari kepentingan pribadi yang melanggar aturan. “Lakukan penelitian secara kontinyu, serius dengan penuh keyakinan, karena tantangan menjadi seorang peneliti seperti yang terkutip di lirik lagu himne LIPI, ‘bagaikan meniti buih’,” ujarnya. Pembicara kedua, Ajeng mempresentasikan topik Communication in Science: How to Effectively Deliver Research Results to Community?. Bagaimana pentingnya membangun komunikasi yang efektif untuk memasyarakatkan hasil riset. Peneliti harus mampu melakukan komunikasi sains, misalnya berkolaborasi dengan BKHH (Biro Kerja Sama, Hukum, dan Hubungan Masyarakat) dan BIT (Balai Informasi Teknologi) LIPI, agar hasil penelitiannya terpublikasi ke masyarakat. Diperlukan usaha dari peneliti untuk bisa membuat video kegiatan penelitian kemudian mengunggahnya ke media sosial. “Seorang peneliti harus percaya diri bahwa penelitiannya layak untuk dipublikasikan ke masyarakat,” ungkapnya. Ikhlasul Amal selaku pembicara ketiga membagikan tips serta teknik merancang kolaborasi multidisiplin dan lintas negara dalam topik Science leadership: Managing Outstanding Research Collaboration. Pemilik 60 publikasi internasional dan 10 paten ini menyampaikan lima keahlian dalam kepemimpinan yang esensial yakni komunikasi, kreativitas, motivasi, feedback dan positivity. “Kelima hal ini harus dikembangkan agar terbentuk science leadership yang unggul,” jelas Diplomat Sains ASEAN 2019 tersebut. Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko, selaku keynote speaker menyampaikan perlu ada pemisahan tugas antara manajerial dan penelitian. Tugas manajemen, menurut Handoko adalah memfasilitasi peneliti supaya bisa berkreasi sesuai bidangnya. Sementara peneliti harus berfokus pada bagaimana mencapai target sesuai bidang dan minatnya sehingga terbangun kompetensi yang baik. “Dengan fokus, akan tercipta excellency masing-masing individu pada berbagai bidang, sehingga mampu menjadi pionir riset tangguh yang dapat merepresentasikan bangsa di kancah global,” jelasnya. Kepala LIPI menambahkan bahwa dalam kegiatan riset, hasil bukanlah yang utama, tetapi lebih mengutamakan proses. “Kontribusi riset bukan hasilnya, namun 90% kontribusi riset adalah pada prosesnya, diharapkan kita dapat berkontribusi menciptakan agen-agen perubahan yang kompeten,” ujar Handoko. Pada sesi berikutnya, peserta mendapatkan penjelasan tentang program pembinaan karir ASN peneliti di Himpenindo yang disampaikan oleh Agus Fanar Syukri (peneliti senior, Dewan Pengawas Pengurus Pusat Himpenindo) dan strategi pembinaan karir ASN kepenelitian yang dipaparkan oleh Wahyu Bambang Widayatno (peneliti muda, PME Kedeputian IPT LIPI). Sesi yang dimoderatori Agus Sukarto Wismogroho dari Pusat Penelitian Fisika ini diakhiri dengan diskusi interaktif bersama Agus Haryono (Deputi IPT LIPI) guna mendapatkan ide dan masukan untuk mengembangkan kegiatan pembinaan karir ASN peneliti LIPI yang akan disenggarakan Kedeputian IPT LIPI. Deputi IPT LIPI berharap dapat memberikan motivasi dan inspirasi kepada para ASN muda untuk terus berinovasi dalam meniti karir di dunia penelitian. “Talkshow ini menjadi dobrakan awal dalam rangkaian kegiatan pembinaan karir, agar menjadi ASN yang cemerlang di bidang penelitian,” tutupnya.  Dalam acara talkshow ini diadakan pula pemberian award bagi peneliti terbaik LIPI tahun 2019 yang dianugerahkan kepada Isnaeni (bidang Fisika), Muhammad Ghozali (bidang Kimia), Thalita Asmaria (bidang Metalurgi & Material), dan R. Harry Harjadi (bidang Teknologi Pengujian). (nh/ ed. adl)

Baca

SMA Santa Laurensia BSD Kunjungi Puslit Kimia LIPI


19 Februari 2020

Serpong, Humas LIPI. Sebanyak 30 pelajar yang didampingi 2 orang guru SMA Santa Laurensia BSD, melakukan Wisata Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dengan mengunjungi Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Kimia - LIPI), pada Rabu, 19 Februari 2020. Tujuan Wisata IPTEK bagi para pelajar ini yaitu menambah wawasan dan mengasah pola pikir dari dunia teori dan dunia kerja. Para pelajar yang baru menginjak kelas X ini antusias mendengarkan penjelasan Kepala Bidang Pengelolaan Penelitian, Akhmad Darmawan tentang asyiknya bereksperimen dengan ilmu kimia serta kegiatan apa saja yang diteliti di P2 Kimia - LIPI, seperti obat, pangan, energi, dan plastik ramah lingkungan. Dua orang siswa yang minat dengan penelitian, bertanya akan kegunaan fitoplankton apakah bisa digunakan sebagai bahan untuk antikanker. “Sebaiknya cari dulu literatur tentang bahan atau senyawa antikanker yang sudah ada,” jelasnya. Antusiasme juga tampak saat mengunjungi laboratorium Kimia Polimer, laboratorium Kimia Bahan Alam, dan Pilot Plant Bioetanol. Peneliti P2 Kimia, Roni Maryana, Eka Triwahyuni, M. Ghozali, dan M. Hafiizh menjelaskan nama alat dan untuk apa alat tersebut. “Kunjungan ini sangat bermanfaat dalam menambah ilmu pengetahuan para pelajar,” ungkap guru yang mendampingi siswa-siswi Santa Laurensia. Setelah selesai kunjungan para pelajar kembali ke ruang berkumpul untuk mengisi Survey Kepuasan Masyarakat (SKM), sehingga instansi mengetahui capaian layanan edukasi untuk para pelajar sudah mencukupi atau perlu ditingkatkan lagi. Peserta diberi kenang-kenangan berupa plastik ramah lingkungan yang bergambar logo LIPI dan tabel unsur periodik. (es/ ed. adl)

Baca

Silaturahmi Eks Honorer P2 - Kimia LIPI


17 Februari 2020

Serpong, Humas LIPI. Sivitas Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Kimia – LIPI) pada Jumat (14/2), mulai pukul 8.30 WIB menggelar sarapan bersama dengan para eks honorer Pusat Penelitian Kimia LIPI di Kantin KOBIKAS (Koperasi Bina Kimia Serpong). “Acara ini sebagai ajang silaturahmi agar kebersamaan tetap terjalin, tidak ada perbedaan kelas,” jelas Anny Sulaswatty salah satu peneliti senior di P2 Kimia - LIPI. Sunit, Peneliti P2 Kimia - LIPI turut menambahkan kata-kata penyemangat kepada para eks honorer agar tetap semangat dalam mencari pekerjaan baru. “Akan indah pada waktunya,” ujarnya. Sementara perwakilan dari honorer, Abu, menyatakan P2 Kimia LIPI sudah seperti keluarga sendiri, saling menghormati, dan menghargai. “Saya memohon maaf dari teman-teman honorer apabila selama bekerja di P2 Kimia terdapat kekurangan,” tambah eks staf keamanan tersebut. Acara ini dilanjutkan dengan berfoto dan sarapan pagi bersama-sama. Semoga dengan silaturahmi seperti ini bisa tetap terjalin. (es/ ed. adl)

Baca

Sosialisasi Pengajuan Kekayaan Intelektual, Inkubasi, Lisensi serta Potensi Komersialisasi Hasil Penelitian di LIPI Serpong


11 Februari 2020

Serpong, Humas LIPI. Pusat Pemanfaatan dan Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PPII – LIPI) menyelenggarakan Sosialisasi Pengajuan Kekayaan Intelektual (KI) Online , Skema Inkubasi, dan Mekanisme Alih Teknologi/Lisensi serta Identifikasi Potensi Komersialisasi Hasil Penelitian di LIPI di lingkungan Kawasan Serpong (11/2). “PPII ingin memfasilitasi para peneliti LIPI untuk pengajuan Kekayaan Intelektual (KI) kini dapat dilakukan secara on-line yang dilengkapi fitur untuk komunikasi pada tahapan review paten dan penulisan draft paten melalui sistem, sehingga lebih mudah dalam monitoring pengajuan paten,” ungkap Harini Yaniar, Kepala Bidang Manajemen Kekayaan Intelektual PPII – LIPI. Sejumlah peneliti LIPI yang berasal dari Pusat Penelitian Teknologi Pengujian, Fisika, Kimia, Metalurgi dan Material, serta Oseanografi mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut. Dalam sosialisasi tersebut, Harini mengatakan bahwa LIPI sudah mempunyai akun khusus insentif paten sehingga pemberian royalti paten kepada inventor LIPI lebih dapat dirasakan oleh inventor atas komersialisasi patennya. “Untuk layanan pengajuan KI online dimaksudkan agar lebih mempermudah proses pengajuan dan bisa dimonitor termasuk para inventor juga dapat mengetahui proses pengajuannya sudah sampai tahap mana” harap Harini. Th. Ningsi Astuti, selaku Kepala Subbidang Pemanfaatan Teknologi Pusat Pemanfaatan dan Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi juga berharap agar hasil-hasil invensi peneliti LIPI dapat dimanfaatkan oleh industri maupun masyarakat. "Salah satu caranya adalah melalui mekanisme alih teknologi atau lisensi," jelasnya. Sebagai bentuk penghargaan bagi para inventor yang hasilnya invensinya telah dimanfaatkan oleh industri, pemerintah memberikannya dalam bentuk imbalan lisensi atau royalti yang diterima dari penerima lisensi dan dapat diberikan kepada inventor. Hal tersebut direalisasikan mulai pertengahan tahun 2019 dan telah mendapat izin penggunaan dari kementerian keuangan dengan mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan No 72/PMK.02/2015. PPII berfungsi sebagai satker yang memfasilitasi dan inventor dari satker penelitian sebagai penghasil teknologi harus bersinergi supaya dapat bersama-sama mendorong ke arah komersialisasi. "Dalam menjembatani hasil riset menuju komersialisasi PPII juga memfasilitasi melalui skema pra-inkubasi dan inkubasi untuk pengembangan produk atau uji pasar, dan sebagainya untuk menumbuhkan perusahaan perusahaan baru berbasis teknologi yang pada akhirnya diharapkan mampu berkontribusi pada peningkatan daya saing ekonomi Indonesia secara keseluruhan," terang Uus Faizal. Program inkubasi dibuka sepanjang tahun dan tenan yang terpilih akan diumumkan pada tanggal 19 pada setiap bulannya. Informasi pendaftaran bisa dilihat melalui website PPII LIPI (inovasi.lipi.go.id atau akun sosial media Pusat Pemanfaatan dan Inovasi Iptek LIPI). (har/ ed. adl)

Baca

Coaching Clinic E-Kinerja di LIPI Serpong


07 Februari 2020

Serpong, Humas LIPI. Biro Organisasi Sumber Daya Manusia Lembaga Ilmju Pengetahuan Indonesia (BOSDM – LIPI) menyelenggarakan Coaching Clinic e-Kinerja di lingkungan LIPI Serpong (3-4/2). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari penyelesaian kendala yang masih ditemui pada aplikasi e-Kinerja. Sejumlah pegawai di LIPI Serpong dari Puslit Teknologi Pengujian, Puslit Fisika, Puslit Kimia, dan Puslit Metalurgi dan Material serta Kawasan mengikuti kegiatan coacing clinic penilaian kinerja tersebut. “Aplikasi e-Kinerja masih terdapat error pada sistem dan perubahan regulasi yang menyebabkan perubahan pada alur proses e-Kinerja, jelas Martino Kurnianto H., salah satu personel BOSDM – LIPI. Penilaian kinerja pegawai negeri sipil (PNS) LIPI diatur berdasarkan peraturan pemerintah nomor 30 Tahun 2019. Lebih lanjut Kepala LIPI menerbitkan aturan Nomor 11 Tahun 2019 tentang Penilaian Capaian Kinerja Pegawai di lingkungan LIPI. “Coaching Clinic e-Kinerja LIPI sangat membantu untuk mengatasi kesulitan dalam mengisi e-Kinerja yang belum user-friendly software,” ujar salah satu pegawai dari LIPI Serpong. Pembuatan software aplikasi yang user-friendly memang tidak mudah, mesti dilakukan uji coba di lapangan dengan pengguna. Sementara software komersial biayanya relatif mahal. LIPI berupaya mengadakan coaching clinic ini sebagai solusi untuk mengatasi kesulitan yang ditemui pengguna. (whp, har/ ed. adl)

Baca

FRISK Perdana P2 Kimia - LIPI


31 Januari 2020

Serpong, Humas LIPI. Pusat Penelitian Kimia – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Kimia – LIPI) pada Jumat, (31/1), menyelenggarakan Friday Sharing Knowledge (FRISK) perdana di Ruang Manganese, Lantai 2. FRISK perdana ini disampaikan oleh para pembicara dari P2 Fisika – LIPI yaitu Dr. Edi Prayoga, “Muon Spectroscopy”, dan Dr. Abdulloh Rifai, “The Application of Muon Techniques in Materials and Chemistry”.  “FRISK merupakan forum antar kita, antar peneliti saling berbagi komunikasi hasil-hasil penelitian maupun ilmu pengetahuan yang selama ini kita peroleh atau kita timba, baik nasional maupun internasional,” pengantar Prof. Anny Sulaswatty. Disepakati bahwa FRISK akan dilaksanakan setiap bulan, secara terstruktur, dan merupakan salah satu capaian dari P2 Kimia – LIPI. “FRISK akan menjadi ikon dari P2 Kimia, jadi nanti diakhir  tahun kita punya sebuah laporan, kumpulan atau semacam prosiding dari 24 pembicara,” tambah Prof. Anny. Kepala Puslit P2 Kimia - LIPI, Yenny Meliana dalam sambutannya mengatakan bahwa “FRISK akan menjadi agenda rutin untuk P2 Kimia - LIPI saling berbagi ilmu pengetahuan, wawasan, pengalaman, baik diantara kelompok penelitian (keltian) dan juga teman-teman dari keltian lain di luar P2 Kimia yang mempunyai riset dan berkolaborasi dengan P2 Kimia,” ujarnya. FRISK perdana ini disampaikan oleh para pembicara dari P2 Fisika – LIPI yaitu Dr. Edi Suprayoga, “Muon Spectroscopy”, dan Dr. Abdulloh Rifai, “The Application of Muon Techniques in Materials and Chemistry”. Spektroskopi muon merupakan salah satu teknik untuk mempelajari sifat-sifat material dari skala atomik menggunakan partikel muon. Teknik ini dapat diaplikasikan untuk meneliti dinamika sistem magnetik, superkonduktor, difusi ion, serta dinamika molekul dan relaksasi spin elektron pada tingkat molekul. Pada kegiatan ini, pembicara membagi pengalamannya menggunakan fasilitas muon di RAL, Inggris untuk material baterai yang dikembangkan oleh P2 Fisika LIPI. Harapannya, teknik ini dapat ditularkan untuk penelitian material lainnya yang ada di P2 Kimia LIPI. Pembicara kedua, Dr. Abdulloh Rifai mempresentasikan topik The Application of Muon Techniques in Materials and Chemistry. Dalam penerapannya, Muon Spin Spectroscopy menggunakan muon positif sebagai probe lokal sensitif yang ditanamkan ke dalam material. Peluruhan positron dari muon ini akan dideteksi, yang nantinya dapat memberikan informasi sifat material dalam skala atom. Teknik muon telah diterapkan untuk mempelajari sifat material, antara lain mempelajari difusi ion pada material penyimpan energi, perilaku statis dan dinamis pada sistem magnetik, konduktivitas, dan sifat permukaan dan antar muka dari material. Dalam bidang kimia, muon telah digunakan untuk mempelajari laju reaksi, struktur molekuler, dan struktur dan dinamika radikal bebas dalam sistem kimia kompleks. (har/ ed. adl)

Baca

LIPI Hadir dalam Rakornas Kemenristek/BRIN 2020 di Puspiptek


31 Januari 2020

Serpong, Humas LIPI. Dalam upaya meningkatkan integrasi penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menghasilkan invensi dan inovasi untuk pembangunan nasional berkelanjutan, Kementerian Riset dan Teknologi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) mengadakan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas). Kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Widya Bhakti, Serpong, Tangerang Selatan (29-30/1) tersebut, LIPI berkesempatan memamerkan hasil penelitian dan pengembangan teknologi pengolahan pangan. Sejumlah hasil penelitian dari booth LIPI ditampilkan dalam bentuk maket, prototipe, produk jadi, serta brosur dan banner. Ada teknologi pengalengan dari Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam – LIPI yang sudah dimanfaatkan untuk mengemas Gudeg Bu Tjitro. Maket Alat Ekstruder Mie (Alat Pencetak Mie) dari Pusat Penelitian Teknologi Tepat Guna - LIPI (P2 TTG - LIPI). Produk pangan fungsional yang sudah diproduksi oleh UKM mitra P2 TTG - LIPI seperti Banana Flakes “ Hi Banana’s”, Jagung Bose “ Diak Los”, Cashew Cookies “Aloresse”, Cashew Butter “ Aloresse”, Probarz, dan Aroma Kopi Sumba. Dari Pusat Penelitian Kimia menampilkan teh hijau drink instan serbuk, C-Ti Biskuit dari anggur laut, dan fortifikan asam folat. Sementara di booth Deputi Bidang Penguatan Penguatan Inovasi Kemenristek/BRIN, P2 Fisika LIPI memamerkan Baterai Merah Putih (Baterai Lithium). Pengunjung pameran yang merupakan peserta Rakornas tampak antusias dengan teknologi pengolahan aneka pangan fungsional yang dibuat oleh LIPI. Beberapa peserta yang dari luar daerah menyampaikan keinginannya untuk melakukan kerja sama dengan LIPI agar dapat mengembangkan potensi pangan yang ada di daerahnya.  Rangkaian kegiatan Rakornas tahun 2020 dibuka oleh Presiden RI, Joko Widodo dengan mengusung tema Meningkatkan Integrasi Penelitian, Pengembangan, Pengkajian, dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang menghasilkan Invensi dan Inovasi untuk pembangunan nasional berkelanjutan. (har/ ed. adl)

Baca
ZONA INTEGRITAS