: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

Berita

Di Gelaran Indo Defence Forum & Expo 2018, P2 Kimia Usung Riset Frame Pistol Polimer Thermoplastik


07 November 2018

[Berita P2 Kimia] Gelaran Indo Defence Forum & Expo 2018 yang dibuka Wakil Presiden RI, Dr. H. Jusuf Kalla (JK) berlangsung meriah. Bertempat di JIExpo Kemayoran Jakarta, acara berlangsung dari tanggal 7-10 November 2018. Tak kurang 30 perwakilan negara-negara sahabat turut hadir di kegiatan rutin ini. Dalam sambutannya, Wapres JK mengatakan setiap negara butuh peralatan dan senjata untuk mempertahankan diri. “Pameran ini memberikan kita pilihan-pilihan, pengetahuan baru, bagaimana suatu negara dapat memanfaatkan teknologi untuk keamanan dan pertahanan," ujarnya. Acara yang didukung oleh Kementerian Pertahanan RI ini dihadiri oleh para peserta dari lembaga litbang, kementerian, universitas dan industri pertahanan. Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi tak ketinggalan menggelar standnya. Booth Kemenristekdikti diisi dengan produk-produk lembaga penelitian dari LIPI, LAPAN, BPPT dan sebagainya. Aneka produk pertahanan ditampilkan di pameran ini. Mulai dari radar, pistol, drone, tank, truk, boat, helikopter, roket hingga pesawat. LIPI menampilkan sejumlah produk hasil penelitian yang dapat dimanfaatkan untuk industri pertahanan. Beberapa diantaranya adalah logam laterit, makanan ringan Probar dan frame polimer. “Frame polimer ini bisa dimanfaatkan antara lain untuk rangka senjata genggam,“ terang Muhammad Ghozali, peneliti di bidang polimer P2 Kimia LIPI yang produk penelitiannya ditampilkan pada pameran di JIExpo Kemayoran tersebut. “Keunggulannya antara lain lebih ringan, lebih efisien dalam proses produksi dan lebih ekonomis,“ lanjutnya. Produk-produk di stand Ristekdikti telah menarik sejumlah pengunjung untuk datang. Tak kurang, Roland Mines, staf kedubes Amerika untuk Indonesia turut melihat dan bertanya kepada Ghozali. Roland tampak fasih berbahasa Indonesia saat berdiskusi. Di samping itu, kehadiran MC dan pelawak yang tenar mulai 90-an, Jody Sumantri juga sempat meramaikan booth. Jody yang kerap berduet dengan Edwin ini tampak antusias menyimak produk-produk LIPI. Sebelum pergi, Jody sempat berfoto bersama dengan Ghozali dan penjaga stand yang lain. <aars/p2k>

Baca

[Liputan ISE 2018 bagian 3-habis]: Seru dan Interaktif, Kegiatan Talkshow dan Science Show P2 Kimia


05 November 2018

[Berita P2 Kimia, BSD] Selain konferensi ISAC 2018, ada dua talkshow yang diikuti oleh P2 Kimia yaitu talkshow diaspora (1 Nov.) dan Bioetanol (3 Nov.). Dalam acara talkshow diaspora yang mengangkat tema “Bagimu Negeri”, Dr. Osi Arutanti menjadi salah satu narasumber. Osi yang saat ini menjadi peneliti P2 Kimia bersanding dengan narasumber lainnya seperti Butet Manurung (aktivis wanita dan pendiri sakola rimba), serta Bimo Sasongko, BSAE, MSEIE, MBA (Founder dan CEO Euro management). Yang diangkat adalah sharing informasi, pengalaman serta harapannya bagi Indonesia kedepan. Antusiasme peserta ditunjukkan pula oleh aktifnya mereka saat sesi diskusi. Berbagai pertanyaan dilontarkan khususnya tentang bagaimana mengatasi atau mempertahankan semangat disaat kondisi yang ada tidak sesuai dengan harapan. Tiga nara sumberpun menjelaskan dengan caranya sendiri. Tiga orang dengan latar belakang berbeda, generasi berbeda, serta passion yang berbeda tetap memiliki satu tujuan yang sama yaitu melakukan sesuatu untuk Indonesia lebih baik. Dari acara talkshow dapat disimpulkan untuk mewujudkan itu maka kolaborasi adalah sesuatu yang tidak bisa dilepaskan dan berdirilah bersama orang-orang yang memiliki keinginan sama agar semangat itu tetap ada. Pada kesempatan ini, Bimo Sasongko, BSAE, MSEIE, MBA menyumbangkan memberikan bantuan sebesar Rp. 1.000.000.000,- kepada LIPI untuk meningkatkan kapasitas pegawai khususnya dalam bidang bahasa. Dalam acara talkshow Bioetanol, Prof. Dr. Yanni Sudiyani memberikan pemahaman tentang apa itu Bioetanol, bagaimana prosesnya dan bagaimana perkembangannya di Indonesia sejauh ini dihadapan puluhan peserta baik pelajar SMA, perguruan tinggi, umum maupun industri. Kompor bioethanol dihadirkan sebagai contoh pemanfaatan bioethanol dalam kehidupan sehari-hari. Antusias peserta sangat terlihat ketika pada saat sesi diskusi dan membuka jaringan baru dengan salah satu peserta yang berasal dari pemerintahan Sulawesi. Beliau tertarik untuk dapat menerapkan pemanfatan bioethanol di daerahnya.             Pengenalan peran P2 Kimia lainnya adalah mealui science show. Tujuan acara ini adalah menunjukkan betapa sederhana dan menariknya ilmu kimia. Salah satu peneliti P2 Kimia, Melati Septiyanti M.T mampu menjelaskan dengan baik dan menarik sehingga dapat mengajak para peserta yang mengunjungi boots terlihat antusias. Peserta yang dating sebagian besar adalah pelajar sekolah dasar hingga menengah atas. Tidak terkecuali keluarga yang juga datang dan turut serta melakukan eksperimen sederhana dalam pembuatan lotion anti nyamuk. <OA/p2kimia>

Baca

[Liputan ISE 2018 bagian 2]: FGD dan ISAC 2018, Upaya P2 Kimia Jalin Kolaborasi Riset Internasional


05 November 2018

[Berita P2 Kimia, BSD] Forum Grup Diskusi (FGD) antara P2 Kimia dan para keynote speaker dilakukan sehari sebelum acara ISAC yaitu 31 oktober di kantor P2 Kimia Serpong. Di acara tersebut baik P2 Kimia maupun para keynote speaker berbagi tentang topik penelitian apa yang sedang hangat diangkat serta fasilitas yang dimiliki. Dari FGD tersebut di dapat hasil positif diantaranya pembuatan MOU kerjasama riset baik dalam bentuk pertukaran peneliti, grant research, pengiriman mahasiswa dan sejenisnya antara P2 Kimia LIPI dengan Monash University dan Warwick University. Hal ini menjadi udara segar bagi P2 Kimia untuk mengembangkan sayap dan meningkatkan produk penelitian P2 Kimia. Konferensi Internasional, 4th International Symposium on Applied Chemistry (ISAC) telah berlangsung dengan sukses pada tanggal 1-2 November 2018. Sambutan pidato pada pembukaan ISAC 2018 dilakukan oleh Dr. Arthur Lelono yang mewakili kapuslit P2 Kimia Dr. Agus Haryono. “Semoga program ini ke depannya dapat menstimulasi para peneliti maupun praktisi dalam berkolaborasi menciptakan solusi melalui penerapan ilmu applied chemistry,” tutur Arthur yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Tata Usaha P2 Kimia LIPI ini. Ketua konferensi, Dr. S. N. Aisyiyah Jenie memaparkan apa dan bagaimana ISAC. “Acara ISAC tahun ini adalah yang keempat dan mengangkat tema “Chemistry of Materials for Better life: Exploring Novel Technologies and Collaborative Research”,” ujar peneliti bidang teknologi proses dan katalis di P2 Kimia ini. Seminar ini telah menarik perhatian para peneliti baik dari lembaga penelitian, industri maupun perguruan tinggi. Hal ini dapat dilihat dari jumlah manuskrip yang diterima oleh pihak panitia. Lebih dari 100 manuskrip masuk dan hanya 75% yang terseleksi guna menjaga kualitas publikasi. Sekitar 80 peserta mempresentasikan hasil penelitian mereka baik secara langsung Maupin melalui poster. Beberapa pakar diundang untuk mempresentasikan penelitan mereka guna berbagi wawasan baru. Prof. Nicolas Voelcker (Monash University), Prof. Shiro Saka (Kyoto University), dan Assoc. Prof. Volkan Degirmenci (Warwick University), Dr. Agus Haryono dan Dr. Nino Rinaldi (P2 Kimia LIPI) adalah para keynote speaker yang hadir mengisi acara tersebut dan menjadi kesuksesan khusunya bagi ketua panitia ISAC 2018. Di akhir, Dr. Agus Haryono menutup acara sekaligus mengungkapkan kebanggaannya atas terlaksananya ISAC 2018 dan menyampaikan harapannya agar kegiatan ini memberikan dampak positif bagi seluruh pihak khususnya dapat menjadi tonggak terbangunnya kolaborasi riset diantara banyak pihak. <OA/p2kimia>

Baca

[Liputan ISE 2018 bagian 1]: Resmi Dibuka Presiden Jokowi, P2 Kimia Semarakkan Indonesia Science Expo 2018


05 November 2018

[Berita P2 Kimia, BSD] Indonesia Science Expo (ISE) merupakan salah satu even besar yang rutin diselenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Tahun ini, kegiatan ini telah sukses diadakan pada tanggal 1-4 November 2018 di ICE BSD Tangerang Selatan. Perhelatan acara ini dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. “Perubahan dunia ini begitu cepat,” ujar Presiden Jokowi saat memulai sambutan. “Segala keterbatasan dan ketidakmungkinan menjadi mungkin dan dapat diterobos oleh ilmu pengetahuan dan teknologi,” lanjutnya. Sambutan Jokowi diamini Kepala LIPI, Dr. Laksana Trihandoko M.Sc. Handoko menyampaikan jika tema ISE tahun ini bertujuan untuk mengkomunikasikan segala hasil dan manfaat peneliti Indonesia dalam bidang riset bagi masyarakat luas. Dua belas konferensi ilmiah yang bersifat nasional dan internasional, 26 workshop dan talkshow, 10 science show, 6 sesi science movie, pameran, serta Youth Science and Innovation Fair (YSIF) menjadi inti acara yang disuguhkan dalam perhelatan ISE 2018. Total peserta konferensi diperkirakan lebih dari 1200 orang, belum termasuk ratusan peserta dan pembicara dari luar negeri. Sementara total pengunjung pameran yang membludak diestimasi mencapai 20 ribu orang. Pusat Penelitian Kimia (P2 Kimia) yang merupakan bagian dari LIPI turut berkontribusi dalam mengisi acara tersebut. Konferensi internasional, FGD, talkshow, science show, open house & kujungan laboratorium serta pameran yang diadakan di lantai dasar hingga lantai 2 adalah beberapa kegiatan yang diisi oleh P2 Kimia bersama pusat penelitian LIPI lainnya. Kegiatan pameran di lantai dasar dikoordinasi oleh Bidang Pengelolaan dan Diseminasi Hasil Peneletian (PDHP) P2 Kimia bekerja sama dengan semua bidang keltian di P2 Kimia LIPI. Produk-produk yang dipajang cukup menarik pihak luar untuk bertanya dan mencoba. Beberapa produk yang dipajang diantaranya adalah krim pencerah/pemutih wajah yang berasal dari turunan metyl sinamat, krim anti selulit L’Cos dari ekstrak pegagan dan jahe, permen pace sebagai anti diabetes, the hijau gambung dengan campuran ekstrak sawo dll untuk antidiabtes, MP-ASI yang mengandung asam folat tinggi diekstrak dari sayuran, Jeely dengan kadar DFA tinggi dari umbi dahlia sebagai anti osteoporosis, the gambung gula jagung dan nano the manggis, kapsul ekstrak daun jamblang sebagai antidiabetes, kapsul ekstrak daun sukun untuk kesehatan pembuluh darah, pestisida nabati, polimer based Gun frame, Bioetanol G2 dari tandan kosong kelapa sawit, dan hand sanitizer dari bioethanol. Hampir semua yang dipamerkan baik produk pangan dan kosmetik adalah pemanfaatan bahan alam. Tidak sedikit baik pihak industri mapun independen swasta yang mencoba meminta informasi lebih lanjut guna membangun kolaborasi riset dibidang tertentu khususnya pangan dan kosmetik. Keberadaan stand pameran P2 Kimia Lipi pun menarik beberapa mahasiswa yang datang dan ingin melakukan riset lebih lanjut. Sebagai puncak sekaligus pentup acara ISE 2018, LIPI memberikan penghargaan kepada remaja berprestasi dalam Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR), National Young Invention Award (NYIA), dan International Youth Science and Innovation Fair (IYSIF).  Adanya kegiatan ISE 2018 kali ini diharapkan semoga dapat menggaungkan hasil penelitian yang didukung oleh sains dan teknologi para peneliti. Khususnya bagi P2 Kimia, acara ini dapat membangun kolaborasi riset lebih luas, serta memberikan motivasi bagi para penelitinya untuk terus berkarya agar dapat menjadi bagian dari solusi permasalahan bangsa. <OA/P2 Kimia>

Baca

Kepala P2 Kimia LIPI Kenalkan Fasilitas Penelitian Obat Tradisional dalam ICONIET 2018 di Swiss German University (SGU)


31 Oktober 2018

[Berita P2 Kimia, BSD] Pada tanggal 31 Oktober 2018, Kepala Pusat Penelitian Kimia LIPI P2 Kimia Dr. Agus Haryono, mewakili Kepala LIPI Dr. L. T. Handoko, menjadi pembicara kunci di hari kedua International Conference on Innovation, Entrepreneurship and Technology (ICONIET) 2018. Konferensi dua hari ini diselenggarakan oleh Swiss German University (SGU) Indonesia pada tanggal 30-31 Oktober 2018 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City. Konferensi ini bertujuan untuk menyediakan mimbar untuk mempresentasikan inovasi, teknologi, serta inovasi dalam berbagai bidang ilmiah.        Agus berbicara tentang riset dan pengembangan obat tradisional untuk mendukung industri obat tradisional Indonesia, terutama yang tergolong UKM. Salah satu masalah bidang kesehatan yang dihadapi Indonesia adalah tingginya biaya obat akibat bahan baku obat yang masih sangat tergantung impor, sehingga perlu industri farmasi perlu dikembangkan lebih cepat lagi. Untuk itu, salah satu industri yang patut mendapat dukungan adalah industri obat herbal Indonesi yang dikenal sebagai jamu. “P2 Kimia LIPI sangat fokus dalam pengembangan obat tradisonal, “ tekan Agus yang juga merupakan peneliti madya di P2 Kimia ini.  “Beberapa kegiatan penelitan yang telah dilakukan antara lain penemuan senyawa-senyawa baru dari ekstrak tanaman asli Indonesia yang berpotensi sebagai bahan anti kanker, anti diabet, dan anti malaria, “ ujarnya. Salah satu yang disampaikan adalah penelitian dan pengembangan produk kosmetik berbasi ekstrak jahe dan pegagan yang bermanfaat untuk mengurangi selulit. Kesempatan ini juga digunakan Dr. Agus untuk memperkenalkan fasilitas baru di P2 Kimia LIPI, yaitu fasilitas Pengembangan Obat Tradisional dengan Standard Cara Pembuatan Obat Tradisonal yang Baik (CPOTB) yang akan diresmikan akhir tahun ini. “Gedung CPOTB akan berisi instrument dan alat-alat laboratorium yang dapat mendukung industri jamu Indonesia terutama yang tergolong UKM”, lanjut Dr. Agus sambil menunjukkan gambar-gambar sarana dan instrumen yang ada di CPOTB. Fasilitas-fasilitas yang ada di gedung CPOTB juga sangat terbuka untuk dimanfaatkan pihak lain lewat kerjasama dengan P2 Kimia LIPI. “Kami mendukung kerjasama dengan pihak industri dan universitas, juga bagi mahasiswa yang ingin melakukan penelitian”, lanjut Dr. Agus sambil mendorong mahasiswa-mahasiswa yang hadir pada konferensi ini untuk memanfaatkan fasilitas yang ada di gedung CPOTB. Beliau juga menambahkan bahwa sarana dan prasarana yang ada di CPOTB dapat memfasilitasi industri jamu untuk memperkuat kualitas produk dan meningkatkan daya saing produk jamu mereka. <AR/p2k>

Baca

P2 Kimia LIPI Dukung Konferensi Internasional Life Cycle Assessment yang Diikuti Lebih dari 300 Peserta


25 Oktober 2018

[Berita P2 Kimia, Jakarta] Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia (SIL UI) bersama  dengan Indonesian Life Cycle Assessment Network (ILCAN) dan Pusat Penelitian Kimia (P2 Kimia) LIPI menggelar The 3rd International Conference Series on Life Cycle Assessment (ICSoLCA) 2018.  Bertempat di Perpustakan Nasional Republik Indonesia Jakarta, acara berlangsung pada 23 - 25 Oktober 2018. ICSoLCA merupakan even rutin yang digelar oleh ILCAN bekerjasama dengan mitranya. Pertemuan pertama diselenggarakan pada tahun 2015 di Puspiptek, Serpong. Pertemuan kedua tahun 2016 dilaksanakan di Universitas Pelita Harapan Karawaci. SIL UI menjadi tuan rumah konferensi yang ketiga ini dan menjadi universitas pertama di dunia yang berinisiatif menggelar konferensi internasional dengan mengombinasikan metode LCA dengan SDG. Turut hadir dalam pembukaan acara, Direktur Sekolah Ilmu Lingkungan (Dr. Emil Budianto) dan Ketua Program Studi Magister Ilmu Lingkungan, SIL UI (Dr. Hayati Sari Hasibuan). Di samping itu, hadir juga mitra pendukung seperti Ketua ILCAN (Dr. Edi Iswanto Wiloso) dan Kepala Pusat Penelitian Kimia LIPI  (Dr. Eng. Agus Haryono). “Konferensi kali ini mengambil tema life cycle assessment (LCA) as a metric to achieve Sustainability Development Goals (SDG),“ terang Direktur Sekolah Ilmu Lingkungan, Dr. Emil Budianto saat memberikan sambutannya. “SDG, atau tujuan pembangunan berkelanjutan, merupakan komitmen global dibawah Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), dimana Indonesia juga termasuk di dalamnya,“ lanjutnya. Perhelatan ICSOLCA kali ini berhasil mengumpulkan lebih dari 200 artikel yang akan dipresentasikan secara lisan dan poster. Di samping itu hadir pula para peserta non pemakalah sehingga total peserta lebih dari 300 orang. Para peserta berasal dari universitas, lembaga penelitian dan industri, baik dari dalam dan luar negeri. Peserta dari luar negeri diantaranya berasal dari Amerika, Australia, Belanda, Jepang, Jerman, Prancis dan Sri Langka. Para pembicara yang ditampilkan adalah para pembicara bereputasi di bidangnya dan diakui nasional maupun internasional dengan academic high impact factor. Mereka diantaranya Prof. Jatna Supriatna, M.Sc., Ph.D (Universitas Indonesia), Prof. Dr. Ir. Widodo Wahyu Purwanto, DEA (Universitas Indonesia), Ir. Sigit Reliantoro, M.Sc (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan), Dra. Nina Sardjunani, MA (Sekretariat SDG – Bappenas), Assoc. Prof. Jeroen B. Guinée (Leiden University, Belanda), Prof. Dr. Shabbir H. Gheewala (King Mongkut’s University of Technology Thonburi, Thailand). Selain itu ada pula Eric Mieras (Pre-Sustainability, Netherland), Dr. Jim Fava (Anthesis Group, USA), Prof. Dr. Ing. Marzia Traverso (RWTH Aachen University, Germany), Dr. Sanjeevan Bajaj (Federation of Indian Chambers of Commerce and Industry, India), Prof. Yasunari Matsuno (Chiba University, Japan) dan Dr. Cécile Bessou (Univ Montpellier, France). Dari Pusat Penelitian Kimia LIPI juga mengirimkan sejumlah peserta pemakalah dan non pemakalah. Para peserta yang mempresentasikan hasil penelitian secara oral diantaranya Dr. Ahmad Randy, Teuku Beuna Bardant, M.Sc. dan Joko Waluyo, M.T. Mereka mempresentasikan kajian LCA untuk kasus sistem produk teh. Di samping Dr. Edi Iswanto Wiloso juga menjadi pembicara kunci di sesi paralel, sementara Arief A.R. Setiawan menjadi moderator di sesi paralel yang lain. <aars/ p2k>    Berita Terkait http://www.ui.ac.id/berita/sekolah-ilmu-lingkungan-ui-gelar-konferensi-internasional-pembangunan-berkelanjutan.html http://ppkl.menlhk.go.id/website/index.php?q=535&s=be2793cdd2af9b687e24da064353ecd4681052d2

Baca

Pusat Teknologi Farmasi dan Medika (PTFM) BPPT Kunjungi P2 Kimia LIPI dalam Persiapan Pelaksanaan Kerjasama


23 Oktober 2018

[Berita P2 Kimia, Serpong] Pusat Penelitian Kimia (P2 Kimia) LIPI bersama dengan Pusat Teknologi Farmasi dan Medika (PTFM) BPPT melakukan kerjasama Pengembangan Teknologi Enkapsulasi Sel Punca dan Medium Terkondisi Sel Punca Berbasis Alginat-Nanoselulosa untuk Aplikasi Wound Dressing. Guna membahas persiapan pelaksanaan kegiatan tersebut PTFM BPPT mengunjungi P2 Kimia pada Selasa (23/10). Rombongan dari PTFM BPPT disambut oleh Dr. Amanda Septevani selaku Koordinator Kegiatan kerjasama P2 Kimia LIPI – PTFM BPPT. Hadir dalam pertemuan tersebut antara lain Hani Mulyani, Dr. Ahmad Randy, Melati Septiyanti, Yulianti Sampora, dan Yenni Apriliany dari P2 Kimia. Dalam kesempatan tersebut, Amanda mempresentasikan rencana kegiatan penelitian yang akan dilakukannya bersama tim dalam kerangka kerjasama antara P2 Kimia LIPI dengan PTFM BPPT. “Ada beberapa kegiatan yang sedang kami siapkan terkait kerjasama ini. Rencananya, beberapa hal akan dilakukan di BPPT mengingat ketidaktersediaan fasilitas di P2 Kimia. Ke depan kita dapat mengajukan penelitian bersama dengan pendanaan dari Kementrian Ristekdikti baik melalui skema Insinas, PPTI maupun skema lainnya,” ujar Amanda dalam presentasinya. Berikutnya, Dr. Swasni Puwajanti selaku Koordinator Kerjasama dari PTFM BPPT juga memaparkan rencana kegiatan yang sedang dan akan dilakukan oleh dirinya dan tim di BPPT. Swasni menyampaikan beberapa hal yang menjadi fokus penelitiannya di PTFM BPPT dan potensi yang dapat dikerjasamakan dengan P2 Kimia. “Kami juga memiliki beberapa keterbatasan di PTFM, sehingga memerlukan dukungan dari P2 Kimia baik dari segi keilmuan maupun fasilitas penelitian. Beberapa hal akan dilakukan di tempat kami, sementara beberapa hal akan dilakukan di P2 Kimia,” ungkap Swasni memaparkan. “Saya yakin, kolaborasi riset antara P2 Kimia LIPI dengan PTFM BPPT akan menghasilkan out put yang lebih signifikan,” lanjutnya penuh optimisme. Selain pembicaraan teknis, kesempatan tersebut juga digunakan untuk membicarakan aspek legal formal pelaksanaan kerjasama. Sebagai payung awal, akan dilakukan penandatanganan Pernyataan Keinginan Bersama (Letter of Intent) oleh kedua belah pihak. LoI tersebut nantinya dapat menjadi dasar untuk kedua belah pihak melakukan kolaborasi riset sebelum dirumuskan perjanjian kerjasama lebih lanjut. Untuk menutup rangkaian acara yang berlangsung setengah hari tersebut, dilakukan foto bersama antara tim peneliti dari P2 Kimia LIPI dengan tim dari PTFM BPPT. <sjw/p2k>  

Baca

Laporkan Perkembangan Kerjasama HZI Jerman dengan P2 Kimia, Prof. Joachim Wink Temui Kepala LIPI di Jakarta


22 Oktober 2018

[Berita P2 Kimia, Jakarta] Dalam rangkaian kunjungannya ke Indonesia, Prof. Joachim Wink dari Helmholtz Centre for Infection Research (HZI), Jerman bertemu dengan Kepala LIPI, Dr. L T Handoko. Pertemuan berlangsung di Ruang Kepala LIPI, Jakarta pada Senin (22/10). Hadir dalam pertemuan tersebut Dr. Eng. Agus Haryono, Kepala P2 Kimia, Dr. Tjandrawati Mozef, Ketua Kelompok Penelitian Kimia Medisinal P2 Kimia, Dr. Rizna Triana Dewi, Peneliti Senior Bidang Kimia Bahan Alam P2 Kimia, dan Sujarwo, Kepala Sub Bidang Kerjasama P2 Kimia. Prof. Wink, bermaksud untuk menyampaikan progres kerjasama antara HZI dengan P2 Kimia LIPI. “Kerjasama HZI dengan P2 Kimia pada prinsipnya berjalan dengan baik. Saat ini ada beberapa mahasiswa dari LIPI yang sedang menyelesaikan Ph.D nya dalam kerangka kerjasama ini yang dibiayai oleh DAAD Scholarship,” ujar Prof. Wink memberikan laporannya kepada Kepala LIPI. Lebih lanjut, Prof. Wink menyampaikan bahwa telah banyak progres yang dicapai dalam kerjasama ini secara teknis. Pada prinsipnya pihak HZI sangat berharap supaya kerjasama tersebut dapat dilanjutkan mengingat secara legal, kerjasama telah berakhir pada April 2018 lalu. Dr. Tjandrawati Mozef selaku Koordinator kerjasama HZI-P2 Kimia memperkuat bahwa berakhirnya kerjasama tersebut perlu segera ditindaklanjuti mengingat beberapa peneliti LIPI sedang menyelesaikan Ph.D nya di Jerman. Kepala LIPI pun memberikan apresiasinya kepada Prof. Joachim Wink dan Dr. Tjandrawati atas capaian yang telah diperoleh dalam kegiatan kerjasama tersebut. “Atas nama LIPI saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada HZI dan Prof. Joachim Wink khususnya atas penerimaan dan dukungan yang sangat besar kepada staf peneliti LIPI yang sedang menyelesaikan Ph.D nya di Jerman,” ungkap L T Handoko menyampaikan apresiasainya. Kepala LIPI juga berpesan kepada kedua belah pihak untuk terus mempekuat kolaborasi riset mengingat LIPI saat ini sangat mendorong para penelitinya untuk dapat berkolaborasi secara global demi mendukung visi LIPI menjadi lembaga penelitian berkelas dunia. Tentunya, kolaborasi dengan peneliti dan ahli dari negara-negara maju sangat penting bagi LIPI. L T Handoko pun memaparkan bahwa LIPI saat ini tengah memperkuat infrastruktur penelitian dalam bidang life sciences dan membutuhkan dukungan dari para ahli dalam kerangka kemitraan. Sementara itu, Kepala P2 Kimia, Dr. Eng. Agus Haryono menyambut baik dukungan dari Kepala LIPI. Agus meminta kepada Prof. Joachim dan Dr. Tjandrawati supaya kegiatan penelitian tetap berjalan meskipun legal formal sebagai payung kerjasama telah berakhir. Dirinya pun berpesan supaya kelanjutan kerjasama tersebut segera dapat dipayungi. Tentunya dengan tanpa mengganggu peneliti P2 Kimia yang sedang menyelesaikan Ph.D nya dalam kerangka kerjasama HZI-P2 Kimia. <sjw/p2k>  

Baca

Kepala Desa Cibolang Sukabumi Berharap Banyak Kegiatan Penelitian di LIPI yang Dapat Membantu Masyarakat Desa


19 Oktober 2018

[Berita P2 Kimia, Sukabumi] Pusat Penelitian Kimia (P2 Kimia) LIPI tengah melakukan kegiatan penelitian ‘Pengembangan teknologi proses metil eugenol sebagai attractant lalat buah manggis’. Penelitian tersebut dinahkodai oleh Prof. Dr. S. Tursiloadi, peneliti senior di P2 Kimia. Kegiatan itu mendapat pendanaan dari program Insinas Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Untuk mengetahui aktivitas dari metil eugenol yang sudah diperoleh P2 Kimia, pada Jum’at sampai Sabtu (19-20/10) dilakukan uji coba di Perkebunan Desa Cibolang Kabupaten Sukabumi. Uji coba ini didukung penuh oleh Kepala Desa Cibolang, Pepen Supendi. Rombongan dari P2 Kimia yaitu Prof. S. Tursiloadi, Dr. Anny Sulaswaty, Egi Agustan dan Sujarwo disambut langsung oleh Kepala Desa Cibolang di kantornya, Jum’at (19/10). “Sebelumnya atas nama P2 Kimia, kami sangat berterima kasih kepada Kepala Desa Cibolang yang berkenan memfasilitasi uji coba ini. Semoga kegiatan penelitian dan pengembangan yang sedang kami lakukan ini ke depan dapat membawa manfaat untuk perkebunan manggis,” ujar Sujarwo, Kepala Sub Bidang Kerjasama P2 Kimia. Pepen Supendi, Kepala Desa Cibolang pun menyambut baik uji coba tersebut. Dirinya mengungkapkan bahwa manggis dari Desa Cibolang merupakan salah satu manggis terbaik di Indonesia. Pepen menambahkan bahwa saat ini manggis dari Cibolang telah menembus pasar eksport khususnya ke Tiongkok. Dirinya bersama dengan Kelompok Tani di Desa Cibolang berupaya untuk terus meningkatkan produksi buah manggis di Perkebunan Desa Cibolang. “Kami telah memiliki tradisi yang turun-temurun untuk menanam manggis di desa kami. Perkebunan manggis di sini dimiliki oleh warga desa dan kami bergabung dalam kelompok tani. Kegiatan-kegiatan semacam ini yang LIPI tawarkan kepada kami tentunya sangat kami sambut baik. Kami yakin pendampingan dari para ilmuwan akan memberikan manfaat untuk meningkatkan produksi buah manggis di desa kami,” ungkap Pepen Supendi saat menerima rombongan dari P2 Kimia. “Harapan kami, banyak kegiatan penelitian yang dapat membantu masyarakat pedesaan seperti kami semisal yang dilakukan saat ini,” lanjut pria yang sebelum terpilih menjadi kepala desa merupakan ketua kelompok tani di desanya itu. Sementara itu, Prof. Tursiloadi selaku Koordinator Penelitian di P2 Kimia memaparkan gambaran umum dari kegiatan yang sedang dilakukannya bersama tim. Kegiatan penelitiannya telah mampu melakukan sintesis metil eugenol dari eugenol yang berbahan baku cengkeh. Guna melihat bagaimana aktivitas senyawa yang dikembangkannya, dirinya bersama tim berinisiatif untuk melakukan uji coba langsung di perkebunan manggis. “Uji coba dua hari ini merupakan salah satu hal yang penting dalam kegiatan penelitian kami. Kami ingin melihat bagaimana senyawa yang kami kembangkan dapat menarik lalat buah yang berpotensi menggaggu pertumbuhan buah manggis. Berdasarkan literatur yang kami peroleh, salah satu penyebab ketidaksempurnaan buah manggis dalam pertumbuhannya yaitu karena serangan lalat buah,” terang pria yang merupakan profesor riset di P2 Kimia itu. Setelah ramah-tamah dan foto bersama, tim dari P2 Kimia pun segera menuju kebun manggis yang terletak di Desa Cibolang Kecamatan Gunung Guruh Kabupaten Sukabumi. Beberapa protokol diterapkan untuk mengetahui aktivitas senyawa yang dibuat dari kegiatan penelitin P2 Kimia. Kepala Desa Cibolang pun secara langsung menemani tim P2 Kimia di lapangan pada saat kegiatan uji coba. <sjw/p2k>  

Baca

Diskusikan Rencana Kerjasama, P2 Kimia Diundang Kunjungi Nutrifood Research Center


15 Oktober 2018

[Berita P2 Kimia, Jakarta] Untuk menjajagi kerjasama penelitian dan pengembangan dalam bidang pangan, tim dari Kelompok Penelitian Kimia Pangan P2 Kimia diundang oleh PT Nutrifood Indonesia. Acara berlangsung di Nutrifood Research Center, Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta pada Jum’at (12/10). Hadir dari P2 Kimia diantaranya Nina Artanti, Linar Zalinar Udin, Agustine Susilowati, Yati Maryati, dan Zatil Afrah dari Kelompok Penelitian Kimia Pangan. Selain itu, turut serta Sujarwo selaku Kasubbid Diseminasi dan Kerjasama dalam rombongan tersebut. Disambut oleh Felicia Kartawidjajaputra, Manajer Nutrifood Research Center, rapat berlangsung pagi hingga siang hari. Guna mengenalkan profil PT Nutrifood Indonesia, Felicia memberikan pemaparan company profile dan kegiatan di Nutrifood Research Center. “PT Nutrifood Indonesia merupakan perusahaan yang fokus pada penyediaan healthy food. Brand produk kami telah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia seperti Tropicanaslim, Nutrisari, HiLo, WRP, dan L-Men,” ujar Felicia memberikan pemaparan. “Melalui Nutrifood Research Center ini, kami terus melakukan berbagai inovasi melalui penelitian dan pengembangan. Kami sadar, bahwa inovasi merupakan kunci utama untuk mengembangkan produk yang bermanfaat dan dapat diterima oleh masyarakat. Oleh karena itu, kami mengundang rekan-rekan dari P2 Kimia dalam rangka membuka peluang untuk bekerjasama menciptakan inovasi,” lanjutnya. Nina Artanti, selaku Koordinator Kelompok Penelitian Kimia Pangan P2 Kimia menyampaikan bahwa P2 Kimia telah banyak melakukan penelitian dan pengembangan dalam bidang pangan. Selain itu, beberapa kerjasama juga sudah terjalin erat dengan industri dalam rangka implementasi hasil penelitian dan pengembangan. “Sebagai satuan kerja yang memiliki tupoksi melakukan penelitian dan pengembangan, P2 Kimia telah banyak menghasilkan inovasi. Kami memiliki beberapa paten terkait dengan bidang kimia pangan. Beberapa nanti akan dipresentasikan oleh Bu Agustine,” ungkap Nina saat menyampaikan pengantar. Berikutnya, guna mengenalkan beberapa hasil penelitian di P2 Kimia terkait bidang pangan, Agustine Susilowati, peneliti senior di P2 Kimia menyampaikan presentasi terkait beberapa hasil penelitian yang sudah dilakukan dirinya bersama tim. Salah satu hasil penelitian yang disampaikan yaitu formulasi asam folat sebagai pangan pintar. Felicia bersama timnya dari Nutrifood Research Center menyimak presentasi tersebut dengan seksama. “Sejak beberapa tahun yang lalu, kami telah mengembangkan formulasi asam folat dari campuran sayur hijau terfermentasi, tempe, mocaf, dan nikstamal jagung. Asam folat merupakan salah satu senyawa yang sudah kita kenal luas yang biasanya ditambahkan pada susu ibu hamil maupun makanan bayi,” terang Agustine memulai penjelasannya. Setelah pemaparan, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi. Banyak hal mengemuka dalam diskusi tersebut. Salah satu yang membuat Felicia tertarik yaitu terkait mekanisme kerjasama dengan instansi pemerintah. Selain itu, dirinya juga ingin mengetahui lebih lanjut tentang bagaimana cara memanfaatkan HaKI yang dimiliki oleh LIPI. Untuk memberikan gambaran tentang kedua hal tersebut, Sujarwo pun menjelaskan secara rinci. “Pada prinsipnya pemerintah melalui Kementrian Keuangan telah membuat peraturan tentang alih teknologi. Termasuk di LIPI sendiri pun sudah menerbitkan Peraturan Kepala LIPI sebagai payung hukum pemanfaatan HaKI milik LIPI oleh mitra industri. Mekanisme yang digunakan dalam hal ini yaitu perjanjian lisensi,” papar Sujarwo memberikan penjelasan. Untuk mengakhiri acara yang berlangsung dari pagi hingga siang hari tersebut dilakukan sesi foto bersama. Tak lupa, P2 Kimia mengundang Nutrifood Research Center untuk berkunjung ke fasilitas penelitiannya di Kawasan PUSPIPTEK Serpong. Felicia pun menyambut baik tawaran tersebut dan berencana untuk mengagendakan. <sjw, p2k>

Baca

Jurnal ALCHEMY Universitas Islam Negeri Malang Studi Banding ke Jurnal Kimia Terapan Indonesia P2 Kimia


12 Oktober 2018

[Berita P2 Kimia, Serpong] Kamis (11/10) Tim ALCHEMY Journal of Chemistry UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, diwakilili oleh Associate Editor Armeida Dwi R Madjid dan Dewi Yuliani mengunjungi Pusat Penelitian Kimia. Tujuannya untuk melakukan studi banding pengelolaan Jurnal Kimia Terapan Indonesia (JKTI) atau Indonesian Journal of Applied Chemistry (InaJAC). Acara dibuka oleh Arief A.R. Setiawan yang mewakili Ketua Dewan Editor JKTI, Dip. Ing. Haznan Abimanyu, Ph.D.  Turut hadir di pertemuan itu antara lain anggota dewan editor JKTI (Prof. Tursiloadi, Dr. Anny Sulaswatty, dan Prof. Yanni Sudiyani) serta Tim Redaksi Pelaksana JKTI (Nandang Sutiana, Annisa Dieni L dan Eni Suryani). “Tujuan studi banding ini adalah ingin mempelajari bagaimana sistem pengelolaan JKTI sekaligus menjajaki kerjasama tim editor dan reviewer di jurnal kami, “ papar Armeida. Armeida juga mengungkapkan tantangan ALCHEMY saat ini, yang terkadang menemui kendala seperti kesulitan mencari reviewer dan paper dari eksternal (termasuk luar negeri). Dalam diskusi tersebut terungkap bahwa kepemimpinan memegang peranan kunci kesuksesan pengelolaan jurnal. Jaringan luas, ketekunan dan kesabaran menjadi modal penting agar jurnal bisa terbit berkala. Kepemimpinan mesti didukung kerjasama tim dengan latar belakang yang memadai, seperti desainer layout, komunikasi, kompetensi kimia, IT, dsb. Di samping itu, Institusi tempat jurnal bernaung harus mendukung, misalnya dalam penyediaan dana dan infrastruktur. Nandang sebagai Tim IT JKTI menambahkan mengenai alur proses dengan OJS (Operating Journal System). Dimulai dari author submit paper, section editor meneruskan paper kepada reviewer yang tepat sesuai bidang, reviewer menerima paper, kemudian mereview dan hasil review dikembalikan ke author. Satu paper JKTI minimal direview oleh dua reviewer. Jika diperlukan maka ditambah menjadi tiga reviewer. Ketika paper layak terbit, dilakukan proses formatting atau layouting paper, yang dikerjakan oleh Tim JKTI yang terspesialisasi agar terjadi keseragaman.  Pada sesi diskusi, ALCHEMY dan JKTI saling mempelajari web dari jurnal masing-masing. Sebagai jurnal tidak berbayar, Tim JKTI berbagi tips agar dapat menarik paper masuk, yakni melalui seminar dan jaringan, dan pemberian insentif bagi author. Sementara ALCHEMY berbagi tips terkait pengindeksan DOAJ dan hasil kunjungannya ke jurnal lain sebelumnya. Pada akhir diskusi, kedua belah pihak sepakat untuk dapat menindaklanjutinya ke kerjasama antar jurnal. <adl/p2k, ed: aars/p2k>

Baca

Terima Kunjungan Delegasi Kedutaan Denmark, P2 Kimia Ungkap Potensi Riset Limbah Sawit dan Bioplastik


11 Oktober 2018

[Berita P2 Kimia, Serpong] Kamis (11/10), Pusat Penelitian Kimia (P2 Kimia) LIPI menjadi tuan rumah konsorsium antar lembaga riset yaitu BPPT, BATAN, LIPI, dan BALITBANGTAN dalam kunjungan Delegasi Kedutaan Demark. Acara yang berlangsung setengah hari tersebut dibuka oleh Kepala P2 Kimia LIPI, Dr. Agus Haryono. Dalam sambutannya, Agus menyampaikan bahwa dirinya sangat menyambut dengan hangat dan terbuka atas kedatangan para delegasi tersebut. "Kami sangat senang mendapat kunjungan dari Kedutaan Denmark. Harapannya, ke depan dapat terjalin kerjasama yang lebih intens antara para peneliti dari Indonesia dengan peneliti dari Denmark," ujar Agus Haryono dalam sambutannya. Acara dilanjutkan dengan pemaparan profile P2 Kimia LIPI oleh Dr. Athanasia Amanda Septevani. Amanda memberikan informasi tentang P2 Kimia secara umum termasuk hasil-hasil riset dan inovasi yang telah diperoleh P2 Kimia. Tidak lupa, sebagai Sekretaris PME P2 Kimia, Amanda juga menjelaskan rencana strategis penelitian di P2 Kimia. “P2 Kimia telah melakukan sejumlah riset terkait pemanfaatan dan pengolahan limbah kelapa sawit dan bioplastik,“ papar peneliti yang menyelesaikan S3-nya di University of Queensland Australia ini. Di tengah acara, Bayu Himawan selaku koordinator dan juga anggota konsorsium mewakili LSM Majulah Indonesia Tanag Airku (MITA) memaparkan tujuan dari pertemuan ini dan juga mengenalkan masing-masing delegasi lembaga. “Tujuan dari konsorsium ini adalah untuk membuka kesempatan kolaborasi riset di bidang eko sains. Kita tahu bersama bahwa isu lingkungan memegang peran yang sangat strategis dewasa ini," ungkap Bayu. Selain itu, acara juga menghadirkan sejumlah paparan dari tiap institusi. Direktur Pusat Teknologi Produksi Pertanian BPPT Budi Iskandar memaparkan penelitian mereka khususnya terkait argoindustri dan teknologi, serta bioindustrial dan teknologi. Dr. Yanti sebagai perwakilan Pusat Bioteknologi LIPI memaparkan riset mereka tentang animal science center. Teguh Wahyono (CIRA BATAN) menjelaskan kegiatan riset CIRA yang salah satunya berfokus kepada agrikultur. Pemaparan terakhir disampaikan oleh Kepala Pusat Kerjasama di Bidang Lingkungan Kedutaan Denmark, Morten Holm Van Donk. “Negara kami tertarik mengembangkan riset biowaste dan mengajak lembaga penelitian di Indonesia baik swasta maupun pemerintah serta perguruan tinggi untuk mendukung program tersebut,“ jelas Morten. “Pendanaan riset dapat berupa projek ataupun beasiswa pendidikan,” lanjutnya. Dr. Agus Haryono menutup acara sekaligus mengungkapkan harapannya agar konsorsium ini dapat terealisasi dengan baik. Terakhir acara dilanjutkan dengan mengunjungi Laboratorium Bioplastik dan Pilot Plant Bioetanol G2 P2 Kimia dan dilanjutkan dengan kunjungan ke Pusat Teknologi Produksi Pertanian BPPT yang berada di Kawasan Puspiptek juga. <OA/p2k, ed:aars>

Baca

Dorong Implementasi Konversi Bahan Bakar Fosil, P2 Kimia Libatkan Berbagai Stakeholder Selenggarakan FGD


04 Oktober 2018

[Berita P2 Kimia, Jakarta] Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 12 Tahun 2015 yang mengatur tentang pemanfaatan bioetanol sebagai campuran bahan bakar minyak (BBM). Dalam peraturan tersebut, pemerintah mewajibkan penggunaan 2-5% bioetanol sebagai campuran BBM pada tahun 2016. Selain itu, diharapkan tahun 2020, penggunaan bioetanol sebagai campuran BBM sudah mencapai 5-10%. Namun hingga menjelang akhir tahun 2018, implementasi dari peraturan tersebut belum juga terealisasi. Hal tersebut diungkapkan Agus Haryono, Kepala Pusat Penelitian Kimia LIPI dalam acara FGD bertajuk ‘Prospek Pengembangan Bioetanol Generasi 2 dalam Mendukung Konversi Bahan Bakar Fosil’. FGD diselenggarakan pada Rabu (3/9) di Harris Hotel Tebet, Jakarta Selatan. “FGD hari ini bertujuan untuk mencari jawaban atas sulitnya implementasi penggunaan bioetanol sebagai campuran BBM. LIPI mengundang berbagai stakeholder baik dari Kementrian ESDM, Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (APROBI), BPDP Kelapa Sawit, BUMN, dan para peneliti serta praktisi yang konsen dengan pengembangan bioetanol,” ungkap Agus dalam pembukaan FGD hari itu. Sebenarnya, penelitian dan pengembangan produksi bioetanol telah banyak dilakukan oleh berbagai pihak di Indonesia. LIPI sendiri telah mengembangkan bioetanol berbahan baku tandan kosong sawit sejak tahun 2008. Salah satu satker di LIPI yaitu Pusat Penelitian Kimia sejak tahun 2017 dibina oleh Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi sebagai Pusat Unggulan Iptek Bioetanol Generasi 2. Yanni Sudiyani, salah satu peneliti senior di LIPI dalam bidang bioenergi menjelaskan bahwa LIPI telah memiliki teknologi untuk mengubah limbah biomassa khususnya tandan kosong sawit menjadi bioetanol. Lebih lanjut, LIPI sudah bekerjasama dengan dua BUMN untuk melakukan pengembangan yang mengarah pada produksi bioetanol skala industri. Kedua BUMN itu adalah PT Rekayasa Industri dan PT Pertamina (Persero). Untung Murdiyatmo dari Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia menyampaikan bahwa pada dasarnya, banyak tantangan dalam implementasi bioetanol sebagai bahan bakar. Beberapa tantangan itu diantaranya harga keekonomian yang masih tinggi, potensi penyalahgunaan penggunaan sebagai minuman keras, dan tumpang tindih dengan cukai minuman keras. Selain itu, saat ini bioetanol yang digunakan banyak berasal dari bahan pangan sehingga berkompetisi antara bahan baku bioetanol dengan pangan. Melalui penggunaan limbah biomassa seperti tandan kosong sawit sebagai bahan baku bioetanol, dapat menjawab permasalahan persaingan bahan baku ini. Adapun untuk menjawab tantangan keekonomian proses produksi bioetanol G2, tentunya diperlukan penelitian dan pengembangan khususnya terkait teknologi proses. Edi Wibowo, Direktur Penyaluran Dana BPDP Kelapa Sawit menyampaikan terkait adanya peluang pendanaan yang dapat dimanfaatkan guna riset dan pengembangan biofuel agar tantangan keekonomian proses produksi bioetanol G2 dapat dipecahkan. FGD hari itu merumuskan peta riset, pengembangan, produksi dan pemanfaatan bioetanol sebagai campuran BBM sehingga Indonesia dapat mengaplikasikan penggunaan bahan bakar nabati baik pada sektor usaha mikro, pertanian, transportasi, PSO, dan industri komersial. Hasil FGD diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah dan pihak-pihak terkait guna menyukseskan program konversi bahan bakar fosil di Indonesia. <mrt/p2k, ed: SJW>   Berita Terkait: http://lipi.go.id/siaranpress/LIPI-Dukung-Konversi-Bahan-Bakar-Fosil-ke-Bioetanol/21322 https://m.antaranews.com/berita/754397/lipi-hasilkan-150-liter-bioetanol-generasi-kedua http://technology-indonesia.com/energi/bahan-bakar/lipi-dukung-konversi-bahan-bakar-fosil-ke-bioetanol/ http://id.beritasatu.com/home/lipi-konversi-150-lt-bioetanol-generasi-kedua/181129 https://www.indopos.co.id/read/2018/10/03/151398/cukup-20-persen-limbah-biomassa-untuk-penuhi-bbm-mobil-se-jakarta http://jurnalsumatra.com/lipi-pengembangan-bioetanol-generasi-2-berpeluang-besar/ https://today.line.me/id/article/LIPI+dorong+konsorsium+Bioetanol+Generasi+2-VZLx02 https://m.antaranews.com/berita/754537/lipi-dorong-konsorsium-bioetanol-generasi-2 https://m.antaranews.com/berita/754536/lipi-minimalkan-penggunaan-enzim-impor-untuk-bioetanol https://theworldnews.net/id-news/lipi-dorong-konsorsium-bioetanol-generasi-2 https://www.cendananews.com/2018/10/penerapan-bioetanol-5-persen-bbm-perlu-roadmap.html https://www.ucnews.id/news/LIPI-Perlu-Peta-Jalan-Konkret-Capai-Target-E5/2656763327355276.html http://m.suarakarya.id/detail/79508/Pemanfaatan-Biomassa-Sebagai-Bahan-Baku-Bioetanol-Belum-Optimal

Baca

P2 Kimia Gelar Workshop Obat Tradisional dan Bioetanol, Meriahkan Ajang Puspiptek Inovation Festival (PIF) 2018


28 September 2018

[Berita P2 Kimia, Serpong] Jum’at, 28 Sepetember 2018 jam menunjukkan pukul 9.30 WIB. Ruang 2005, Graha Widya Bhakti (GWB) Puspiptek, telah dipenuhi oleh siswa siswi SMA Sinar Cendikia BSD yang didampingi oleh guru mereka, Bapak Marzuki. Tampak hadir pula beberapa mahasiswa dan dosen yang antusias menghadiri Workshop Obat Tradisional dan Bioetanol. Workshop ini digelar oleh Pusat Penelitian (P2) Kimia LIPI dalam rangka turut memeriahkan Puspiptek Innovation Festival pada 27-30 September 2018. “Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki kekayaan biodiversitas terbesar di dunia,“ terang Dr. Tjandrawati Mozef, saat memulai paparannya. “Dengan keanekaragaman tersebut, maka potensi tanaman Indonesia sebagai bahan baku obat tradisional dan farmasi juga amat besar, “ lanjut peneliti madya bidang bahan alam dan farmasi ini. Tjandrawati selanjutnya memaparkan berbagai potensi tanaman obat Indonesia, beserta beberapa contoh tanaman obat yang telah dan tengah ditelitinya bersama dengan tim. Di sesi berikutnya, peneliti P2 Kimia yang lain, Prof. Dr. Yanni Sudiyani, menjelaskan tentang bioetanol. “Siapa yang tahu apa dan manfaat bioetanol, “ tanya Prof. Yanni ke sejumlah remaja sekolah. Beberapa anak pun mengacungkan jari dan mencoba menjawab. “Betul, bioetanol atau yang lebih dikenal secara umum sebagai alkohol antara lain dapat dipakai sebagai substitusi bahan bakar berbasis minyak bumi, “ lanjut peneliti senior bidang biologi dan bioetanol generasi kedua ini. “Namun perlu diingat, bioetanol berbahaya bagi manusia namun bermanfaat untuk sektor lain seperti kendaraan, “ tekannya. Yanni selanjutnya memaparkan potensi limbah tanaman sebagai sumber bahan pembuatan Bioetanol G2. Tanpa terasa, dua jam berlangsung sudah. Para siswa siswi menyimak dengan serius karena keingintahuannya. Pada sesi tanya jawab, Marzuki menanyakan tentang proses pengujian tanaman obat. Tjandrawati menerangkan bahwa prosesnya cukup lama, dari uji ke hewan, manusia hingga mendapatkan sertifikat dari pihak terkait seperti BPOM. Peserta lainnya, Ghozi, menanyakan apa solusinya produksi bioetanol jika bahan bakunya tidak tersedia. Yanni menimpali bahwa bahan baku untuk proses bioetanol G2 ini sangat banyak tersedia di Indonesia, baik bahan untuk generasi satu maupun generasi kedua berbasis limbah lignoselulosa. Di akhir acara workshop, tim peneliti Bioetanol mengadakan demo pemanfaatan Bioetanol sebagai bahan bakar untuk kompor sebagai pengganti gas, dicobakan kompor menyala untuk memasak air. Pameran hingga Juri Di samping menyelenggarakan workshop, P2 Kimia juga mengisi acara PIF dengan menggelar pameran produk iptek hingga menjadi anggota tim juri lomba inovasi. Di pameran iptek, P2 Kimia menggelar aneka produk seperti bioetanol, DFA III, kosmetik anti selulit, ekstrak sukun, ekstrak mengkudu, pangan folat, dan sebagainya. Bekerjasama dengan institusi ASEAN dan India, Puspiptek juga mengadakan lomba inovasi dengan peserta remaja sekolah hingga perguruan tinggi. Dr. Agus Haryono, Kepala P2 Kimia LIPI diundang sebagai salah seorang tim juri bersama juri dari negara-negara ASEAN dan India. <ES/p2k, editor: aars/p2k>.

Baca

P2 Kimia Mengajak Kaum Terpelajar Indonesia Dalam dan Luar Negeri untuk Bergabung Mengembangkan Karier Sebagai Peneliti


21 September 2018

[Berita P2 Kimia, Serpong] Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) kembali membuka kesempatan bagi kaum terpelajar Indonesia untuk berbakti kepada negeri sebagai peneliti Indonesia. Berita gembira ini telah disahkan berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 71 tahun 2018 tentang Kebutuhan Pegawai Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Tahun Anggaran 2018. Hal yang menarik dalam kesempatan tahun ini adalah LIPI memberikan alokasi khusus untuk diaspora Indonesia. Pada keterangan lanjutannya dalam surat keputusan tersebut, diaspora dimaknakan sebagai warga negara Indonesia yang menetap di luar Indonesia dan memiliki paspor Indonesia yang masih berlaku serta bekerja sebagai tenaga profesional di bidangnya, yang dibuktikan dengan dokumen paspor Indonesia yang masih berlaku dan surat rekomendasi dari tempat yang bersangkutan bekerja minimal selama 2 (dua) tahun. Pusat Penelitian Kimia (P2 Kimia) sendiri memberikan kesempatan untuk menjadi Peneliti Ahli Muda dan Peneliti Ahli Pertama. Tersedia 6 posisi untuk Peneliti Ahli Muda yang disediakan untuk 3 pelamar dalam negeri dan 3 pelamar diaspora. Kualifikasi untuk posisi tersebut adalah telah meraih gelar Doktor (S-3) di bidang ilmu kimia/ teknik kimia/ teknik lingkungan/ ilmu material/ biokimia/ teknik material/ farmasi/ kedokteran/ kedokteran hewan/ ilmu pangan/ teknologi pangan/ ilmu gizi/ ilmu hayati/ mikrobiologi. Sementara untuk posisi peneliti ahli pertama tersedia 4 posisi dengan masing masing 2 untuk pelamar dalam negeri dan diaspora. Kualifikasi yang dibutuhkan adalah magister di bidang keilmuan sebagaimana disebutkan di atas. Informasi lebih rinci mengenai prasyarat dan kualifikasi dapat ditinjau lebih lanjut berkas pengumuman terlampir. Pusat Penelitian Kimia LIPI menanti Anda untuk berkiprah bersama kami dalam memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi di tanah air. Mari manfaatkan kemampuan dan pengetahuan yang Anda miliki sebagai suatu aksi nyata dalam mewujudkan cita-cita bangsa, mencerdaskan kehidupan bangsa dan mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Kepala Pusat Penelitian Kimia, Dr. Eng. Agus Haryono menyampaikan bahwa dirinya berharap agar putra-putri Indonesia yang sedang berkarir di luar negeri dapat memanfaatkan kesempatan ini. Menurut pria yang menyelesaikan studi sarjana sampai dengan doktornya di Jepang itu, iklim penelitian di Indonesia sekarang sudah lebih baik. Apalagi pemerintah terus mendorong agar daya saing bangsa Indonesia semakin meningkat melalui inovasi. Oleh karena itu diperlukan para peneliti yang handal untuk bekerja di pusat-pusat penelitian milik pemerintah khususnya. "Pusat Penelitian Kimia LIPI sangat senang apabila putra-putri Indonesia yang potensial dapat bergabung sebagai peneliti di tempat kami. Mari bersama kita wujudkan Indonesia menjadi bangsa yang berdaya saing yang akhirnya mengantarkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia," ungkap Agus sekaligus memberikan motovasi. <bardant/p2k> Informasi penerimaan CPNS di Lingkungan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) lebih lanjut klik disini.

Baca

Hadiri Sidang FAO PBB, Delegasi P2 Kimia Diskusikan Polutan Organik Kimia


21 September 2018

[Berita P2 Kimia, Roma-Italia] The fourteenth meeting of the Persistent Organic Pollutant Review Committee (POPRC ke-14) dilaksanakan pada tanggal 17-21 September 2018 di Gedung FAO PBB, Roma-Italia. Pertemuan ini membahas tentang bahan-bahan kimia yang dilarang beredar di dunia yang beranggotakan 31 negara yang mewakili 5 Regional, serta pengamat yang merupakan wakil dari unsur pemerintah, industri maupun dan lembaga swadaya masyarakat. Pada pertemuan ini Indonesia diwakili oleh Dr. Eng. Agus Haryono dari Pusat Penelitian Kimia LIPI sebagai anggota komite POPRC. Selain itu Indonesia juga mengirimkan 3 pengamat yaitu Dr. Yenny Meliana, Dr. Ajeng Arum Sari dan Muhammad Ghozali, M.T dari Pusat Penelitian Kimia LIPI. “Tim kami secara aktif bersama negara-negara lain menyerukan pentingnya perhatian terhadap bahan kimia berbahaya di dunia, “ terang Agus. “Salah satu aplikasi yang perlu dicermati adalah pada pangan dan pertanian, “ lanjutnya. POPRC ke-14 fokus Pentadecafluorooctanoic acid (CAS No: 335-67-1, PFOA, perfluorooctanoic acid), senyawa garamnya dan senyawa-senyawa yang terkait PFOA;  dalam tahap rekomendasi kepada the Conference of the Parties; Perfluorohexane sulfonic acid (CAS No: 355-46-4, PFHxS), senyawa garamnya dan senyawa senyawa yang terkait PFHxS berupa draft profil resikonya; serta Perfluorooctane sulfonic acid (PFOS), senyawa garamnya dan senyawa-senyawa yang terkait perfluorooctane sulfonyl fluoride (PFOSF) dalam evaluasi kebutuhan beberapa aplikasi dalam acceptable purposes untuk dihilangkan dari Lampiran B pada Konvensi. Hasil sidang menetapkan bahwa PFOA tergolong dalam Annex A konvensi Stockhlom dengan specific exemptions pada : manufaktur semikonduktor atau perangkat elektronik terkait, lapisan fotografi, tekstil anti minyak dan air untuk perlindungan pekerja dari cairan berbahaya yang mengandung resiko terhadap kesehatan dan keselamatan, perangkat medis invasif dan implan serta busa pemadam kebakaran. Sedangkan hasil sidang terkait PFOS merekomendasikan kepada angggota komite untuk mempertimbangkan perubahan Annex B konvensi Stockhlom berdasarkan rekomendasi yang ditetapkan anggota komite. Hasil sidang juga memutuskan bahwa PFHxS merupakan senyawa yang mampu menjangkau panjangnya transportasi lingkungan hingga menimbulkan efek kesehatan manusia dan lingkungan yang merugikan secara signifikan sehingga tindakan global perlu dilakukan. Selanjutnya, membentuk kelompok kerja intersessional untuk menyiapkan evaluasi manajemen risiko yang mencakup analisis kemungkinan tindakan pengendalian untuk PFHxS sesuai Annex F pada Konvensi. <penulis: mg/p2k, editor: aars/p2k>

Baca

Pada Workshop RENPAP di Bogor, Agus dan Melly Paparkan Penelitian Pestisida


06 September 2018

[Berita P2 Kimia, Bogor] Kementerian Perindustrian Republik Indonesia bekerja sama dengan Regional Network on Pesticides for Asia and the Pacific (RENPAP) menggelar The Workshop on Effluent Control and Waste Disposal in Pesticide Industry. Bertempat di Hotel Royal Padjajaran, Bogor, acara ini digelar pada 3-7 September 2018, bersamaan dengan Tripartite Review and Project Management Committe Meeting of RENPAP. Workshop ini merupakan kelanjutan dari pertemuan RENPAP sebelumnya di Kathmandu, Nepal. Para peserta berasal dari negara-negara di Asia Pasifik seperti India, Pakistan, Nepal, Thailand dan Filipina. Acara dibuka oleh pejabat dari Kementerian Perindustrian dan menghadirkan pidato pembukaan oleh Direktur Jendral Kimia, Tekstil dan Aneka Industri. Para peserta mendiskusikan terkait kemajuan penerapan program penghapusan Persistent Organic Pollutants (POPs)–suatu komponen organik yang tidak mudah diurai lingkungan- di masing-masing negara beserta manajemen ramah lingkungannya. Salah satu penggunaannya adalah pada biopestisida untuk tanaman. Jenis-jenis senyawa organik berbahaya telah dimasukkan dalam daftar konvesi Stockholm yang terus diperbarui. Beberapa topik dalam workshop antara lain kebijakan industri hijau, prosedur pendaftaran pestisida, manajemen pengelolaan limbah berbahaya, pengawasan dan pengendalian residu pestisida, standar dan standar pengujian residu pestisida. Ada pula topik terkait pengelolaan IPAL di industri pestisida, produksi bersih, keselamatan lingkungan serta industri biopestisida di Indonesia. Peneliti P2 Kimia juga turut hadir sebagai narasumber pembicara di acara tersebut, pada hari ketiga. Dr. Yenni Meliana hadir dan berbicara terkait penelitian residu pestisida. Sementara Dr. Agus Haryono, Kepala P2 Kimia, mengungkapkan tentang pengelolaan kimia POPs. Agus yang juga merupakan anggota komisi POP di organisasi FAO PBB ini menceritakan potensi POPs dan regulasi di tingkat internasional. Di hari terakhir, para peserta dibawa berkunjung ke pabrik semen PT Indocement, Tbk yang berlokasi di Citeureup, Bogor. Di sana, mereka mengamati dan mendengarkan penjelasan terkait fasilitas pembuangan dan pengelolaan limbah berbahaya di pabrik tersebut. <aars/p2k>.

Baca

Kepala P2 Kimia Kunjungi Kedubes India Jajaki Kolaborasi Riset Internasional


04 September 2018

[Berita P2 Kimia, Jakarta] Pemerintah Indonesia baru-baru ini telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemerintah India pada 26 Mei 2018 untuk pengembangan kerjasama di berbagai hal termasuk ilmu pengetahuan dan teknologi. Duta Besar India juga telah berkunjung ke LIPI untuk membahas detail kerjasama. Untuk menindaklanjuti hal ini, LIPI melakukan kunjungan balasan ke Kedutaan Besar India pada hari Selasa (4/9). Dikoordinasi oleh Kepala Biro Kerjasama, Hukum dan Hubungan Masyarakat (BKHH LIPI), Nur Tri Aries Suestiningtyas, rombongan LIPI terdiri dari para deputi dan kepala pusat penelitian yang terkait, termasuk Kepala Pusat Penelitian (P2) Kimia, Dr. Eng. Agus Haryono. Selain itu, peneliti senior P2 Kimia, Prof. Dr. Silvester Tursiloadi turut mendampingi rombongan. “P2 Kimia memandang positif kerjasama bilateral ini, “ ungkap Agus. “Ini sangat baik guna memajukan iptek kedua negara, terutama di bidang kimia yang sesuai dengan kompetensi kami, “ lanjutnya. Hal ini diamini oleh Silvester, yang mengungkapkan beberapa bidang riset potensial terkait kimia yang bisa dikembangkan lebih lanjut. “Misalnya bio energi, katalis, farmasi, pangan dan lingkungan“ ujar anggota Majelis Profesor Riset LIPI ini memberi contoh. Dalam kunjungan tersebut, dibahas lebih lanjut bentuk-bentuk kerjasama. Di antaranya, kolaborasi riset, pertukaran ilmuwan, kolaborasi pertemuan ilmiah, dan sebagainya. Di samping itu dibahas pula mitra kerjasama dengan lembaga riset di India. <aars/p2k>

Baca

Demo Kompor Bioetanol Warnai Peringatan HUT RI dan HUT LIPI di P2 Kimia


24 Agustus 2018

[Berita P2 Kimia, Serpong] Masih dalam rangkaian acara yang sama, hari Jumat (24/7), P2 Kimia LIPI menyelenggarakan peringatan HUT RI ke-73 dan HUT LIPI ke-51. Bertempat di lapangan depan Gd. 452, acara terdiri dari senam bersama, lomba-lomba dan bazaar. Di samping itu, ada pula acara menarik berupa demo kompor bioetanol. Bahan baku yang digunakan, yaitu bioetanol, merupakan hasil pengembangan Pusat Unggulan Iptek Bioetanol generasi kedua di P2 Kimia. Pagi hari, para peserta tampak telah berkumpul. Mereka tidak hanya dari internal P2 Kimia, tapi juga para karyawan pusat penelitian LIPI di sekitarnya. Setelah mengisi daftar hadir, mereka langsung melakukan senam pagi mengikuti gerakan instruktur senam. Untuk menarik lebih banyak minat peserta, panitia juga menyediakan sejumlah doorprize. Tampak di tengah lapangan, hadiah utama doorprize yang berupa sepeda. Hadiah ini disediakan langsung oleh Kepala P2 Kimia. “Semoga dengan peringatan HUT LIPI dan HUT RI kali ini membawa kita semua agar tetap menjaga integritas ilmiah kita dan terus berprestasi, apalagi di musim politik yang akan datang, “ pesan Kepala P2 Kimia, Dr. Eng. Agus Haryono. “Terimakasih secara khusus kepada panitia dan peserta, juga kepada PUI Bioetanol Generasi kedua, “ imbuhnya. Lomba pertama yang digelar adalah lomba masak mie. Para peserta terdiri dari 2 orang yang dibagi secara beregu berdasarkan bidang/ bagian dan kelompok penelitian. Kompor yang dipakai adalah kompor khusus berbahan bakar bioetanol. “Tiap kelompok wajib minimal ada satu orang laki-lakinya, “ terang Dr. Yenny Meliana, ketua panitia saat menjelaskan aturan lomba. “Waktu lomba dibagi dalam 3 sesi, sesi pertama untuk peserta pertama, dilanjutkan sesi untuk peserta kedua, dan sesi terakhir sesi untuk kedua peserta bersama-sama,“ teriak Kepala Bidang Pengelolaan dan Diseminasi Hasil Penelitian ini dengan bersemangat. Lomba pun berlangsung seru. Apalagi pengalaman memakai kompor bioetanol adalah hal baru bagi peserta. Api yang menjadi kurang terlihat di tengah terpaan angin merupakan tantangan sendiri. Dengan bahan baku yang telah disediakan panitia, tiap kelompok berupaya keras meracik bumbu dan mencampurkannya ke dalam mie. Lomba kedua adalah memasukkan pensil ke dalam botol. Lomba ini juga dilakukan secara berkelompok yang terdiri dari 5 orang per kelompok penelitian/ bidang/ bagian. Mereka diikat oleh tali yang terhubung ke pensil dan secara bersama-sama menggerakkan tali agar pensil masuk ke dalam botol. Yang lebih seru, kelimanya tidak boleh melihat pensil. Yang mengarahkan adalah orang keenam dari kelompok mereka. Lomba terakhir adalah memindahkan air ke dalam ember. Lima orang peserta berjajar dalam barisan. Mereka secara estafet memindahkan air dari orang paling ke depan ke paling belakang menggunakan air. Maka selain kecepatan, lompa ini juga menguji ketepatan dan kekompakan peserta. Tampak air menetes membasahi tubuh para peserta saat memindahkan air melewati atas kepala mereka. Para penonton juga terhibur dengan adanya bazaar di lapangan parkir. Sejumlah stand makanan, minuman, pakaian, dan pernik-pernik lainnya tampak mengisi bazaar. Yang paling diminati pengunjung adalah stand kebab, yang juga dipilih sebagai pemenang stand paling menarik oleh panitia lomba. Acara juga dimeriahkan dengan penampilan musik band dari staf P2 Kimia. Alunan musik tampak menggebu-gebu, terutama mengiringi detik-detik saat lomba semakin klimaks serta saat-saat pembagian hadiah dan doorprize ke peserta. <aars/p2k>

Baca

Haru dan Syahdu, Momen Penerimaan Penghargaan Satyalancana di Auditorium LIPI


23 Agustus 2018

[Berita P2 Kimia, Jakarta].  Salah satu rangkaian puncak acara HUT LIPI ke-51 dilakukan melalui penyelenggaraan Sarwono Memorial Lecture 2018, Penghargaan Prestasi Satuan Kerja dan Penyematan Tanda Kehormatan Satyalencana Pembangunan, Wirakarya, dan Karya Satya bagi PNS LIPI 2018. Rangkaian acara ini diselenggarakan pada Kamis (23/8) di Auditorium Utama LIPI. LIPI Sarwono Award merupakan penghargaan yang diberikan kepada ilmuwan atau tokoh yang berjasa dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Adalah Daniel Murdiyarso, pakar mitigasi perubahan iklim dari Center for International Forestry Research (CIFOR), yang tahun ini menerima Sarwono Award dari LIPI. sumbangan penting pada perdamaian dunia yang ditandai lewat Nobel Perdamaian tahun 2007. Prof. Daniel merupakan anggota Intergovernmental Panel on Climate Change yang bersama Al Gore mendapatkan Nobel Perdamaian 2007 dan menjadi momentum membangkitkan kepedulian masyarakat terkait isu pemanasan global. "Kerja ilmiah beliau telah berhasil mengubah persepsi dunia tentang perubahan iklim dan menginspirasi kita semua untuk tidak tinggal diam terhadap apa yang terjadi di sekitar lingkungan kita,” ungkap Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko di Jakarta. Siang harinya, acara dilanjutkan dengan Penghargaan Prestasi Satuan Kerja dan Penyematan Tanda Kehormatan Satyalencana Pembangunan, Wirakarya, dan Karya Satya. Dua orang peneliti P2 Kimia LIPI menerima penghargaan Satyalancana Pembangunan dan satu orang peneliti menerima penghargaan Satyalancana Wirakarya. Mereka adalah Agus Haryono dan Ajeng Arum Sari yang menerima Satyalancana Pembangunan dan Yenny Meliana yang menerima Satyalancana Wirakarya. Mereka dipilih berdasarkan dedikasi dan kontribusinya dalam dunia penelitian dan alih teknologinya. Di samping itu, ada 10 orang staf P2 Kimia yang menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya atas pengabdiannya sebagai pegawai negeri. Mereka adalah Nina Artanti (XX Thn), Rizna Triana Dewi (XX Thn), Galuh Widiyarti (XX Thn), Sabar P. Simanungkalit (X Thn), Siti N.A. Jenie (X Thn). Penerima Satyalancana Karya Satya X Thn lainnya adalah Robert R. Widjaya, Adid Adep Dwiatmoko, Andri Prihatmoko, Muryanto dan Shalahuddin. Usai acara, para penerima Satyalancana dari P2 Kimia pun melanjutkan dengan sesi foto bersama. <aars/ p2k>

Baca
ZONA INTEGRITAS