: +62 (21) 7560929 | SMS : 0822-9830-5011 English Bahasa Kontak Intra Search

Berita

Kunjungan Departemen Kimia IPB di P2 Kimia - LIPI


24 Mei 2019

Serpong, Humas LIPI. Pusat Penelitian Kimia – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Kimia – LIPI) menerima kunjungan dari Departemen Kimia – Institut IPB, di Puspiptek, Serpong, Jumat (24/5). “Kami ingin memperkenalkan dari apa yang diajarkan di kuliah,” jelas Rudi Heryanto, selaku pembimbing. “Selain itu, ke- 22 orang mahasiswa dan 1 orang pembimbing berharap dapat memperluas informasi di mana kami dapat menganalisis. Jika memungkinkan mahasiswa mendapat tema penelitian ataupun berkolaborasi dalam penelitian,” kata Rudi. Plt. P2 Kimia LIPI, Dr. Arthur A. Lelono dalam sambutannya menyampaikan bahwa saat ini kegiatan penelitian P2 Kimia - LIPI bidang Catalysis and Material Chemistry, Biomass Energy, Polymer Chemistry, Analytic and Environment Chemistry, Food Chemistry, natural Product Chemistry, Medical Chemistry, dan Technology Prosess Engineering. "Kami membuka bagi mahasiswa untuk melakukan praktik kerja lapangan (PKL), yang dilanjutkan dengan tugas akhir, maupun kerja sama," ujar Arthur. Dalam kegiatan penyambutan tersebut, peserta kunjungan disuguhi dengan tayangan video profil Puslit Kimia–LIPI yang mencakup fasilitas dan keahlian, juga berbagai kegiatan penelitian. Dr. Sofa Fajriah, selaku Manajer Mutu, menyampaikan bahwa pada kesempatan kunjungan ini mahasiswa dapat melihat Lab Gas Chromatography-Mass Spectrometry, Lab High Performance Liquid Chromatography, dan Lab Liquid Chromatography-Mass Spectrometry, Lab Nuclear Magnetic Ressonance, dan Lab Bioetanol. Rombongan dilanjutkan dengan berkunjung ke Gedung Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB). Gedung CPOTB terdiri dari lantai pertama untuk proses produksi, dan lantai kedua merupakan tempat quality control yang dilengkapi lab Kimia Bahan Alam, lab Formulasi, lab Mikrobiologi, lab TLC Scanner, lab HPLC, lab Reverelis, dan lab Spektrofotometer. Dalam kesempatan tersebut para mahasiwa bisa langsung bertanya mengenai cara kerja maupun fungsi peralatan kepada para peneliti. Pada akhir kunjungan, beberapa peserta mengungkapkan kebahagiaannya dalam kunjungan ke LIPI. Menurut mereka, banyak wawasan yang diperoleh, seperti pengetahuan peralatan kimia yang cukup maju dan lengkap, dijelaskan secara detil. Mereka berharap datang kembali ke P2 Kimia LIPI untuk PKL dan tugas akhir. (hrd/ ed. adl)

Baca

Ilmuwan LIPI Terpilih Masuk Tim Pengkaji Bahan Kimia untuk Konvensi Rotterdam


15 Mei 2019

Bisnis.com, JAKARTA - Ilmuwan LIPI Yenny Meliana terpilih sebagai Tim Pengkaji Bahan Kimia (Chemical Review Committee/CRC) untuk Konvensi Rotterdam. Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik LIPI Agus Haryono dalam keterangan tertulisnya diterima di Jakarta, Senin (6/5), mengatakan bahwa proses pemilihan berjalan alot di tengah-tengah COPs BRS (Bassel, Rotterdam, Stockholm) pada 29 April sampai 10 Mei 2019 di Jenewa, Swiss. "Dr Meli akan bertugas mewakili regional Asia Pasific selama periode 2020-2024. Terimakasih atas dukungan dan support dari seluruh Delegasi RI, khususnya Kemlu dan PTRI Jenewa," kata Agus dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (1/5/2019). Konferensi Para Pihak atau Conferensi of the Parties (COPs) merupakan pertemuan dua tahuan. Seluruh pihak akan menunjau dan memutuskan daftar bahan kimia yang akan diatur, serta mengkaji dan mengadopsi program kerja dan anggaran kerja, serta memutuskan pengaturan limbah, termasuk limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dan limbah non-B3 dalam perpindahan lintas batas negara. Pertemuan di Jewena merupakan pertemuan ke-14 Konferensi Para Pihak pada Konvensi Basel (BC COP-14), pertemuan ke-9 Konferensi Para Pihak pada Konvensi Rotterdam (RC COP-9) dan pertemuan ke-9 Konferensi Para Pihak untuk Konvensi Stockholm (SC COP-9). Tema pertemuan ini adalah "Planet Bersih, Orang Sehat: Pengelolaan Bahan Kimia dan Limbah yang Baik". Pertemuan akan mencakup sesi bersama yang mencakup hal-hal yang relevan dengan setidaknya dua konvensi dan sesi terpisah dari masing-masing pertemuan dari ketiga COP. Rapat tidak akan menampilkan segmen tingkat tinggi. Fatkhul Maskur | 11 Mei 2019 22:50 WIB https://ekonomi.bisnis.com/read/20190511/257/921425/ilmuwan-lipi-terpilih-masuk-tim-pengkaji-bahan-kimia-untuk-konvensi-rotterdam

Baca

Jalin Kerja sama, IULI dan Aspetri Kunjungi Fasilitas CPOTB P2 Kimia - LIPI


15 Mei 2019

Serpong, Humas LIPI. Pusat Penelitian Kimia – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Kimia – LIPI) menerima kunjungan dari International University Liaison Indonesin (IULI) dan Asosiasi Pengobatan Tradisional Ramuan Indonesia (Aspetri) di Gedung CPOTB, Puspiptek, Serpong, Kamis (2/5). “Kami ke sini untuk melihat fasilitas Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB). Mungkin kedepannya bisa membentuk kerja sama, sehingga kami memahami teknologi-teknologinya,” jelas Tutun Nugraha, Ph.D., dosen dan peneliti IULI. Kunjungan diikuti oleh 16 orang peserta yang terdiri dari dosen dan peneliti IULI, perwakilan Aspetri daerah, apoteker, pensertifikasi jamu, dokter hewan, dan tenaga pengobat. Dalam kunjungan tersebut, rombongan diterima dan dibuka oleh Dini Chandra Sekar selaku Kepala Sub Bagian Tata Usaha P2 Kimia - LIPI. Acara dilanjutkan dengan pemaparan tentang fasilitas CPOTB oleh Abdi Wira Septama, Ph.D, peneliti P2 Kimia - LIPI. Dalam paparannya, Dr. Abdi menjelaskan mengenai latar belakang, kegiatan yang dilakukan, produk-produk yang dihasilkan, dan proses pengembangan obat tradisional. Pada sesi diskusi dan tanya jawab, Dr. Rizna Triana Dewi, peneliti P2 Kimia – LIPI menyampaikan bahwa P2 Kimia - LIPI dapat menawarkan tiga bentuk kerja sama. Pertama industri memanfaatkan hasil riset P2 Kimia. Kedua, peneliti kimia melakukan penelitian dari permasalahan yang ada pada industri. Industri yang membawa permasalahan mereka P2 Kimia – LIPI. Ketiga, industri memanfaatkan fasilitas yang ada di P2 Kimia - LIPI. Gedung CPOTB LIPI dapat memfasilitasi UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) untuk mengembangkan produk industri. Kemudian industri bisa mengembangkan hasil penelitian dari peneliti LIPI. Para peserta turut meninjau laboratorium quality control (QC) di gedung CPOTB. Melalui kegiatan ini, Dr. Rizna berharap masukan dari akademisi, praktisi, industri, dan balitbang, agar fasilitas CPOTB yang telah diberikan oleh negara menjadi lebih bermanfaat bagi masyarakat. (hrd/ ed: adl)

Baca

Produk Obat Alami Puslit Kimia LIPI Telah Berstandar CPOTB


02 Mei 2019

(Serpong, Humas LIPI) Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2K - LIPI) telah mengembangkan penelitian obat dari bahan alam yang dapat membantu mengatasi permasalahan kesehatan. Beberapa produk yang telah sampai pada tahap hilirisasi riset adalah ekstrak air Morinda citrifolia sebagai antidiabetes dan antihipertensi, ekstrak daun sukun untuk kesehatan pembuluh darah, ekstrak daun jamblang untuk antihipertensi, katekin dari gambir untuk antioksidan, metil trans-sinamat dari lengkuas sebagai flavouring dan fragrance, dan Teh Hijau Gamboeng Herbal dengan varian daun sawo, daun sukun, dan daun salam untuk menurunkan risiko obesitas. Produk terobosan P2K - LIPI yang paling diunggulkan adalah tablet hisap Morinda citrifolia. “Air Morinda citrifolia atau mengkudu sudah dikenal khasiatnya namun memiliki bau yang menyengat,” jelas Teni Ernawati peneliti Kimia LIPI pada Selasa (30/4). Melalui kerja sama dengan mitra sekolah farmasi, air mengkudu dikembangkan menjadi bentuk tablet hisap. Dengan bentuk yang seperti permen, produk ini nyaman dikonsumsi oleh pengguna tanpa merasa seperti minum obat. Kedepannya produk ini akan diproduksi dalam skala massal oleh mitra industri LIPI. Dalam melakukan penelitian dan pengembangan produk bahan alam, P2K - LIPI didukung dengan fasilitas CPOTB (cara pembuatan obat tradisional yang baik). CPOTB adalah seluruh aspek kegiatan pembuatan obat tradisional yang bertujuan untuk menjamin produk memenuhi persyaratan mutu sesuai dengan penggunaannya. P2K - LIPI mengajak para praktisi baik itu industri, UMKM, lembaga litbang, atau mitra yang terkait, agar dapat memanfaatkan fasilitas riset yang ada. “Kebijakan LIPI saat ini, fasilitas-fasilitas riset disiapkan agar dapat dimanfaatkan oleh publik”, terang Raden Arthur Ario Lelono Plt. Kepala P2K - LIPI. Melalui kegiatan temu industri, workshop, dan lab tour CPOTB, diharapkan terjadi percepatan hilirisasi hasil penelitian dan pengembangan obat alami yang berstandar bagi masyarakat. (adl) Link berita terkait : 1. LIPI Modifikasi SDA untuk Alternatif Penyediaan Energi dan Obat https://palapanews.com/2019/04/30/lipi-modifikasi-sda-untuk-alternatif-penyediaan-energi-dan-obat/  2. LIPI Bicara Modifikasi SDA untuk Alternatif Penyediaan Energi dan Obat http://www.medanbisnisdaily.com/m/news/online/read/2019/04/30/73918/lipi_bicara_modifikasi_sda_untuk_alternatif_penyediaan_energi_dan_obat/ 3. LIPI Perkenalkan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik di Puspiptek Tangsel http://wartakota.tribunnews.com/2019/04/30/lipi-perkenalkan-cara-pembuatan-obat-tradisional-yang-baik-di-puspiptek-tangsel 4. Peneliti LIPI Bikin Permen Mengkudu, Bisa Turunkan Hipertensi https://m.kumparan.com/amp/@kumparansains/peneliti-lipi-bikin-permen-mengkudu-bisa-turunkan-hipertensi-1qzLpvNUSIA 5. LIPI Kembangkan Ekstrak Herbal Jadi Bahan Baku Obat https://serpongupdate.com/lipi-kembangkan-ektrak-herbal-jadi-bahan-baku-obat/ 6. Penelitian LIPI, Dari Bioplastik hingga Tanaman Obat https://kompas.id/baca/utama/2019/05/01/penelitian-lipi-dari-bioplastik-hingga-tanaman-obat/ 7. LIPI Manfaatkan SDA untuk Pengembangan Energi dan Bahan Baku Obat https://indolinear.com/lipi-manfaatkan-sda-untuk-pengembangan-energi-dan-bahan-baku-obat.html 8. LIPI Kenalkan Obat-obatan Tradisional Dari Bahan Baku Alam http://www.titanews.id/news/lipi-kenalkan-obat-obatan-tradisional-dari-bahan-baku-alam/ 9. LIPI Bicara Modifikasi SDA untuk Alternatif Penyediaan Energi dan Obat https://m.detik.com/news/berita/d-4529980/lipi-bicara-modifikasi-sda-untuk-alternatif-penyediaan-energi-dan-obat 10. LIPI Mulai Modifikasi SDA Untuk Alternatif Penyediaan Energi Dan Obat http://www.detaktangsel.com/news/today-news/9899-lipi-mulai-modifikasi-sda-untuk-alternatif-penyediaan-energi-dan-obat 11. Peneliti LIPI Bikin Permen Mengkudu, Bisa Turunkan Hipertensi https://kumparan.com/@kumparansains/peneliti-lipi-bikin-permen-mengkudu-bisa-turunkan-hipertensi-1qzLpvNUSIA 12. LIPI Kembangkan Plastik Dari Limbah Sawit, Terurai Dalam 3 Bulan https://www.gumitnews.com/2019/05/lipi-kembangkan-plastik-dari-limbah.html?m=1 13. LIPI Kembangkan Bahan Baku Farmasi dari Tanaman Obat https://ekonomi.bisnis.com/read/20190512/257/921436/lipi-kembangkan-bahan-baku-farmasi-dari-tanaman-obat

Baca

Pusat Penelitian Kimia LIPI Kembangkan Penelitian Ramah Lingkungan Berbasis Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit


30 April 2019

(Serpong, Humas LIPI) Masyarakat di negara berkembang seperti Indonesia sedang mengalami permasalahan lingkungan seperti pencemaran air, penumpukan sampah, kelangkaan energi, hingga masalah kesehatan. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Kimia telah melakukan beberapa penelitian berbasis bahan alam yang ramah lingkungan, yakni adsorben polutan, material dan energi terbarukan, serta bahan baku obat alami. Plt. Kepala Pusat Penelitian Kimia LIPI, Raden Arthur Ario Lelono mengungkapkan bahwa sekarang tren penelitian adalah yang ramah lingkungan. "Penelitian Kimia LIPI saat ini mengupayakan bagaimana menjaga konservasi sumber daya alam," ungkapnya. Penelitian Kimia LIPI juga menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan kebutuhan industri. Di antara penelitian Kimia LIPI yang bersumber dari sumber daya alam yang ramah lingkungan adalah adsorben polutan untuk menyerap limbah pewarna tekstil. Peneliti Kimia LIPI, Andreas, memaparkan pengembangan karbon aktif untuk dekolorisasi pewarna tekstil dalam air limbah. “Material adsorben zat pewarna tersebut menggunakan karbon aktif dari lindi hitam hasil samping proses bioetanol dari tandan kosong kelapa sawit (TKKS),” terang Andreas. Dengan karbon aktif yang digunakan, air limbah yang tercemar pewarna tekstil bisa menjadi jernih kembali. Terkait material terbarukan, peneliti Kimia LIPI Muhammad Ghozali menjabarkan tentang bioplastik generasi dua dari TKKS. Produk bioplastik generasi dua dari TKKS memiliki keunggulan tahan air, tahan kelembaban, bukan bahan pangan, dan sifat mekanik lebih baik untuk dijadikan kemasan, dibandingkan bioplastik generasi satu yang berasal dari pati seperti singkong dan jagung. “Teknologi di Indonesia siap untuk mengembangkan bioplastik ini. Sebanyak 25 persen TKKS dihasilkan dari produksi CPO (crude palm oil) sawit. Hanya 10 persen TKKS yang sudah termanfaatkan, itu pun hanya sebagai kompos. Bioplastik ini sangat potensial,” ungkapnya. Sementara penelitian energi terbarukan adalah pengembangan bahan bakar nabati bio-oil dari TKKS. Peneliti Kimia LIPI, Nino Rinaldi menjelaskan bahwa sumber daya alam Indonesia sangat berpotensi untuk pengembangan bio-oil. “Sejak isu CPO sawit Indonesia yang ditolak negara pengimpor, Indonesia memiliki peluang untuk memanfaatkan sawit untuk menjadi bio-oil,” kata Nino. Bio-oil memiliki karakteristik seperti bahan bakar fosil, sehingga dapat menjadi alternatif bensin, diesel, maupun avtur. Nino berharap Indonesia dengan dukungan berbagai berbagai pihak dapat membangun industri bio-oil. (ADL) link terkait : 1. LIPI Kembangkan Bioplastik dari Limbah Kelapa Sawithttp://betahita.id/2019/04/30/lipi-kembangkan-bioplastik-dari-limbah-kelapa-sawit/ 2. LIPI Berhasil Temukan Bahan Bakar Cair Dari Pelepah Tandan Kelapa Sawithttps://www.realitarakyat.com/2019/04/30/lipi-berhasil-temukan-bahan-bakar-cair-dari-pelepah-tandan-kelapa-sawit/ 3. LIPI Berhasil Temukan Energi Alternatif Dari Pelepah Tandan Sawithttps://nusantarapos.co.id/berita/22371/30/04/2019/lipi-berhasil-temukan-energi-alternatif-dari-pelepah-tandan-sawit/ 4. Kembangkan Alternatif Energi Terbarukan, LIPI Modifikasi Sumber Daya Nabatihttps://www.respublika.id/2019/04/30/kembangkan-alternatif-energi-terbarukan-lipi-modifikasi-sumber-daya-nabati/ 5. Pengganti Plastik, LIPI Kembangkan Bioplastik Berbasis Limbahhttps://palapanews.com/2019/04/30/pengganti-plastik-lipi-kembangkan-bioplastik-berbasis-limbah/ 6. LIPI Modifikasi SDA untuk Alternatif Penyediaan Energi dan Obathttps://palapanews.com/2019/04/30/lipi-modifikasi-sda-untuk-alternatif-penyediaan-energi-dan-obat/ 7. LIPI Temukan Bahan Bakar Kimia Cairhttp://indonews.id/mobile/artikel/20916/LIPI-Temukan-Bahan-Bakar-Kimia-Cair/ 8. Peneliti LIPI Manfaatkan Limbah Sawit Jadi Bio-Oil dan Bioplastikhttps://m.antaranews.com/berita/850337/peneliti-lipi-manfaatkan-limbah-sawit-jadi-bio-oil-dan-bioplastik 9. LIPI Manfaatkan Limbah Sawit Jadi Bio-Oil dan Bioplastikhttps://m.republika.co.id/berita/trendtek/sains-trendtek/19/04/30/pqrj8k423-lipi-manfaatkan-limbah-sawit-jadi-biooil-dan-bioplastik 10. Manfaatkan Limbah Sawit, Peneliti LIPI Kembangkan Bio Oil dan Bioplastikhttps://www.timesindonesia.co.id/read/212235/20190430/154110/manfaatkan-limbah-sawit-peneliti-lipi-kembangkan-bio-oil-dan-bioplastik/ 11. LIPI Bicara Modifikasi SDA untuk Alternatif Penyediaan Energi dan Obathttp://www.medanbisnisdaily.com/m/news/online/read/2019/04/30/73918/lipi_bicara_modifikasi_sda_untuk_alternatif_penyediaan_energi_dan_obat/ 12. LIPI Kembangkan bio Oil Jadi Kantong Ramah Lingkunganhttp://www.galamedianews.com/nasional/221422/lipi-kembangkan-bio-oil-jadi-kantong-ramah-lingkungan.html 13. LIPI Perkenalkan Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik di Puspiptek Tangselhttp://wartakota.tribunnews.com/2019/04/30/lipi-perkenalkan-cara-pembuatan-obat-tradisional-yang-baik-di-puspiptek-tangsel 14. Penemuan Plastik dari Kelapa Sawithttps://amp.antarafoto.com/peristiwa/v1556622315/penemuan-plastik-dari-kelapa-sawit 15. LIPI Kembangkan Plastik dari Limbah Sawit, Terurai dalam 3 Bulanhttps://tekno.tempo.co/read/1200888/lipi-kembangkan-plastik-dari-limbah-sawit-terurai-dalam-3-bulan 16. Penelitian LIPI, Dari Bioplastik hingga Tanaman Obathttps://kompas.id/baca/utama/2019/05/01/penelitian-lipi-dari-bioplastik-hingga-tanaman-obat/ 17. LIPI Manfaatkan SDA untuk Pengembangan Energi dan Bahan Baku Obathttps://indolinear.com/lipi-manfaatkan-sda-untuk-pengembangan-energi-dan-bahan-baku-obat.html 18. Plastik dari Kelapa Sawit, Alternatif Plastik yang Ramah Lingkunganhttp://wartakota.tribunnews.com/2019/04/30/plastik-dari-kelapa-sawit-alternatif-plastik-yang-ramah-lingkungan 19. Bioplastik dari Tandan Kelapa Sawithttps://m.antaranews.com/foto/851528/bioplastik-dari-tandan-kelapa-sawit 20. LIPI Kembangkan Plastik dari Limbah Sawit, Terurai dalam 3 Bulanhttps://www.teras.id/iptek/pat-2/153241/lipi-kembangkan-plastik-dari-limbah-sawit-terurai-dalam-3-bulan 21. LIPI Bicara Modifikasi SDA untuk Alternatif Penyediaan Energi dan Obathttps://m.detik.com/news/berita/d-4529980/lipi-bicara-modifikasi-sda-untuk-alternatif-penyediaan-energi-dan-obat 22. Manfaatkan Limbah Sawit, Peneliti LIPI Kembangkan Bio Oil dan Bioplastikhttps://m.suara.com/partner/content/timesindonesia/2019/05/01/164958/manfaatkan-limbah-sawit-peneliti-lipi-kembangkan-bio-oil-dan-bioplastik 23. LIPI Mulai Modifikasi SDA Untuk Alternatif Penyediaan Energi Dan Obathttp://www.detaktangsel.com/news/today-news/9899-lipi-mulai-modifikasi-sda-untuk-alternatif-penyediaan-energi-dan-obat 24. Komposit Karbon Aktif Menyerap Warna Limbah Tekstilhttps://bebas.kompas.id/baca/utama/2019/05/02/komposit-karbon-aktif-menyerap-warna-limbah-tekstil/?utm_source=bebas_kompas_id&utm_medium=social&utm_campaign=socmed_share 25. LIPI Bikin Plastik dari Limbah Sawit, Lebih Kuat dari Plastik Singkonghttps://kumparan.com/@kumparansains/lipi-bikin-plastik-dari-limbah-sawit-lebih-kuat-dari-plastik-singkong-1qzde5HcthA 26. Peneliti LIPI Bikin Permen Mengkudu, Bisa Turunkan Hipertensihttps://kumparan.com/@kumparansains/peneliti-lipi-bikin-permen-mengkudu-bisa-turunkan-hipertensi-1qzLpvNUSIA 27. Manfaatkan Limbah Sawit, Peneliti LIPI Kembangkan Bio Oil dan Bioplastikhttps://m.timesbanyuwangi.com/gaya-hidup/73921/manfaatkan-limbah-sawit-peneliti-lipi-kembangkan-bio-oil-dan-bioplastik# 28. Hasil Penelitian LIPI, Bakal Hadir Plastik yang Bisa Teruraihttps://joglosemarnews.com/2019/05/hasil-penelitian-lipi-bakal-hadir-plastik-yang-bisa-terurai/ 29. LIPI Kembangkan Plastik Terbuat dari Tandan Kosong Sawithttps://kabar6.com/lipi-kembangkan-plastik-terbuat-dari-tandan-kosong-sawit/ 30. Potensi Limbah Kelapa Sawit untuk Produk Ramah Lingkunganhttp://www.satuharapan.com/read-detail/read/potensi-limbah-kelapa-sawit-untuk-produk-ramah-lingkungan 31. Potensi Limbah Sawit untuk Produk Ramah Lingkunganhttp://www.agronet.co.id/detail/indeks/info-agro/3509-Potensi-Limbah-Sawit-untuk-Produk-Ramah-Lingkungan 32. Bioplastik Temuan Baru LIPIhttp://tangselpos.co.id/2019/05/02/bioplastik-temuan-baru-lipi/ 33. LIPI Kembangkan Plastik Dari Limbah Sawit, Terurai Dalam 3 Bulanhttps://www.gumitnews.com/2019/05/lipi-kembangkan-plastik-dari-limbah.html?m=1 34. Peneliti LIPI manfaatkan limbah sawit jadi bio-oil dan bioplastikhttps://theworldnews.net/id-news/peneliti-lipi-manfaatkan-limbah-sawit-jadi-bio-oil-dan-bioplastik 35. Peneliti LIPI Kembangkan Bioplastik dan Bahan Bakar dari Kelapa Sawithttps://www.suarajabarsatu.com/peneliti-lipi-kembangkan-bioplastik-dan-bahan-bakar-dari-kelapa-sawit/ 36. LIPI Kembangkan Plastik dari Limbah Sawithttps://siberling.com/2019/05/01/lipi-kembangkan-plastik-dari-limbah-sawit/ 37. LIPI Kembangkan Plastik dari Limbah Sawit, Bisa Terurai Cepathttps://video.tempo.co/read/14498/lipi-kembangkan-plastik-dari-limbah-sawit-bisa-terurai-cepat 38. LIPI Berhasil Kembangkan Biooil dan Bioplastik dari Tandan Sawithttps://ekonomi.bisnis.com/read/20190512/257/921434/javascript

Baca

P2 Kimia – LIPI Selenggarakan Workshop Pemanfaatan Fasilitas CPOTB untuk Produksi Obat Tradisional


29 April 2019

Serpong, Humas LIPI. Pusat Penelitian Kimia – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2K – LIPI) menyelenggarakan Workshop “Pemanfaatan Fasilitas CPOTB untuk Produksi Obat Tradisional, bertempat di Ruang Rapat Utama Lantai 2 dan Gedung CPOTB (29-30/4). “Workshop ini dilaksanakan untuk percepatan produksi Obat Tradisional,” jelas Dr. Teni Ernawati, Ketua Workshop CPOTB dalam sambutannya. Acara workshop dibuka untuk 20 orang peserta yang terdiri dari Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM), industri, Badan Penelitian dan Pengembangan, dan perguruan tinggi. Workshop CPOTB  dilaksanakan untuk mengenalkan informasi pentingnya aspek CPOTB dalam proses obat tradisional mulai dari bahan baku sampai dengan pengemasan terakhir. Banyak dari pelaku usaha obat tradisional yang belum mengetahui proses produksi bahan baku obat tradisional (BBOT) secara CPOTB. Keterbatasan fasilitas terkadang menjadi kendala bagi Usaha Kecil Obat Tradisional (UKOT)/ Usaha Mikro Obat Tradisional (UMOT) dalam penerapan sistem CPOTB terstandar. Terkait hal tersebut, P2 Kimia – LIPI membangun fasilitas CPOTB dan kelengkapannya untuk meningkatkan kualitas obat yang diperlukan masyarakat, sekaligus membuka kesempatan untuk UKOT/UMOT untuk memanfaatkan fasilitas tersebut. Pada pertama, peserta mendapatkan materi ‘Aspek CPOTB pada Unit Produksi BBOT’ oleh Dr. rer.nat Chaidir Amin, Apt (BPPT), ‘Ekstraksi dan Standardisasi Sediaan Herbal’ oleh Dr. Sofa Fajriah (P2 Kimia-LIPI), serta ‘Proses Ekstraksi dan Analisa Cemaran Mikroba, oleh Egi Agustian, M.T. dan Dr. Rizna Triana Dewi (P2 Kimia - LIPI). P2 Kimia – LIPI menyelenggarakan workshop selama dua hari ini guna dijadikan wadah bertukar pikiran antara industri obat tradisional dalam mengidentifikasikan masalah yang dihadapi industri dan menyosialisasikan tersedianya CPOTB yang dapat dimanfaatkan industri. “Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan pada pengujian kualitas dan standardisasi. Juga menjadi jalan terjadinya atau terjalinnya kerja sama,” terang Dr. Ahmad Darmawan selaku koordinator CPOTB.  Program workshop CPOTB P2 Kimia LIPI pada hari kedua (30/9) dimulai dengan sesi materi dan dilanjutkan dengan berkunjung ke fasilitas dan langsung praktik di tempat terkait quality control dan standar mutu yang ada pada fasilitas CPOTB. “Tema workshop kali ini sejalan dengan kebijakan yang ada LIPI, di mana fasilitas-fasilitas research prepare to record open facility,” jelas Dr. Arthur A. Lelono. Fasilitas riset dapat dimanfaakan oleh para praktisi baik itu industri, UMKM, lembaga litbang, atau mitra yang terkait. Pada sesi materi peserta disajikan ‘Persiapan Standardisasi dan Regulasi Produk Obat Tradisional’ oleh Dra. Riana Sitorus, Apt. (GP. Farmasi), ‘Pengenalan TLC Scanner untuk identifikasi Senyawa Marker’, oleh Rr. Anung Nugraheni (PT Abadi Nusa), ‘Penggunaan HPLC untuk Bahan Alam’, oleh Tirtana Prasetya (PT Berca), ‘Pengamatan Uji Cemaran Mikroba’, oleh Dr. Rizna Triana Dewi (P2 Kimia-LIPI), dan ‘Identifikasi Senyawa Marker TLC Scanner HPLC’, oleh Dr. Sofa Fajriah dan Euis Filaila, A.Md. (P2 Kimia-LIPI). Setelah sesi kunjungan laboratorium, peserta diberi pemaparan terkait dengan prosedur kerja sama di P2 Kimia – LIPI oleh Annisa Dieni Lestari sebagai Pengelola Tusi Humas dan Kerja Sama Kawasan Serpong - LIPI. Dalam pemanfaatan fasilitas CPOTB, industri dapat menggunakan skema perjanjian kerja sama (PKS) penelitian dan menggunakan PNBP pada PP 32/2018 yang mengatur tarif analisa-analisa yang dapat dilakukan di P2 Kimia – LIPI. Fasilitas CPOTB ini bisa berjalan secara maksimal jika dimanfaatkan oleh stakeholder seperti industri obat. Karena industrilah yang mengetahui lebih banyak percaturan tanaman obat herbal. “Dengan peralatan-peralatan kita miliki ini, kita bisa menambah kekuatan terkait standardisasi, pengujian-pengujian, dan terkait obat tradisional. Sejalan dengan segala tantangan yang ada,” tutup Plt. Kapuslit Kimia - LIPI. P2 Kimia - LIPI berharap bahwa dengan adanya workshop ini sebagai langkah awal untuk pemanfaatan lebih lanjut fasilitas-fasilitas khususnya yang ada di CPOTB tersebut untuk pengembangan obat tradisional. Semoga akan ada kelanjutan terkait dengan pengembangan dan kerja sama pemanfaatan hingga menghasilkan produk-produk obat tradisional yang terstandar yang ditunggu oleh masyarakat. (hrd/ ed. adl)  

Baca

Kenali Lembaga Penelitian, CPNS Ditjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti Kunjungi P2 Kimia – LIPI


23 April 2019

(Serpong, Humas LIPI) Pusat Penelitian Kimia – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Kimia - LIPI) menerima kunjungan dari rekan-rekan calon pegawai negeri sipil (CPNS) Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) Kemenristekdikti, di Gedung 452, Puspiptek-Serpong, Selasa (23/4). “Kunjungan ini untuk memperkenalkan lab-lab yang berkoordinasi dengan Kemenrisktekdikti kepada para pegawai baru,” kata Ega sebagai pendamping dari Humas Puspiptek. Ke-30 orang CPNS dan 1 orang pedamping disambut dan dibuka oleh Dini Chandra Sekar, selaku Kepala Sub Bagian Tata Usaha P2 Kimia-LIPI. Kemudian acara dilanjutkan dengan pemutaran video profil puslit Kimia mengenai fasilitas dan kemampuan lab puslit, serta diteruskan dengan kunjungan praktik laboratorium, yakni Lab Gas Chromatography-Mass-Spectrometry, Lab High Performance Liquid Chromatography, dan Lab Bioetanol. Selain berkunjung ke P2 Kimia – LIPI, rombongan Ditjen Risbang-Kemenristekdikti melakukan kunjungan ke P2 Fisika – LIPI, Technology Business Incubation Center (TBIC) Puspiptek, Pusat Reaktor Serba Guna - Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Pusat Teknologi Limbah Radioaktif - BATAN, Balai Bioteknologi - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan Balai Teknologi Bahan Bakar dan Rekayasa Disain - BPPT. (HRD ed. ADL)

Baca

Mempercepat Hilirisasi Obat Tradisional, P2 Kimia LIPI Adakan Temu Industri CPOTB


23 April 2019

(Serpong, Humas LIPI) Dengan tema “Pemanfaatan Fasilitas CPOTB untuk Produksi Obat Tradisional”, Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2K - LIPI) menyelenggarakan temu industri pada Senin (22/04) untuk 36 peserta dari praktisi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) obat tradisional di Indonesia. Tepat pukul 09.30 WIB, acara dimulai dengan sambutan dari Plt. Kepala P2K - LIPI, Arthur Lelono, Ph.D. Dalam sambutannya Arthur mengharapkan masukan dari praktisi serta fasilitas CPOTB yang dimiliki P2K - LIPI bisa bermanfaat, tidak stagnan. “Semoga ide-ide baru bisa muncul agar produk-produk baru bisa keluar”, ujarnya. Pada acara diskusi dan pemaparan, Dr. Teni Ernawati memandu jalannya acara. Pemaparan dilakukan oleh Dr. Akhmad Darmawan dari P2K - LIPI dan Ajib Haryanto, ST dari Pusat Pemanfaatan dan Inovasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PPII) - LIPI. Menurut Akhmad, tujuan CPOTB adalah percepatan hilirisasi hasil penelitian dan pengembangan bahan baku obat. LIPI berusaha membantu UMKM sesuai kapasitasnya. Skema yang tersedia bisa melalui kerja sama pemanfaatan fasilitas CPOTB. Ada peralatan pengujian dan standarisasi. Ajib menambahkan mengenai fungsi PPII - LIPI yakni intermediasi dan inkubasi. Beliau mengajak peserta untuk datang ke PPII untuk melihat hasil penelitian LIPI yang berpotensi dikembangkan menjadi usaha. PPII siap membantu perusahaan rintisan dan UMKM antara lain untuk promosi dan mengembangkan merek. Dalam sesi diskusi, peserta dari industri tampak antusias berbagi pengalaman kesuksesan dan kendala dalam menjalankan usaha obat selama ini. Ning Harmanto dari PT Mahkotadewa menyebutkan bahwa kendala bagi UMKM adalah kebutuhan penelitian. Ning menceritakan bahwa pernah melakukan penelitian tetapi akhirnya hasil penelitiannya tidak diakui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Edo dari Nucleus Farma juga menambahkan bahwa bagi UMKM biaya riset dan pengembangan termasuk biaya yang mesti diperhitungkan untuk harga jual obat di pasaran. Sebagai moderator, Teni menyampaikan bahwa hasil dari diskusi ini akan disampaikan saat melakukan audiensi dengan BPOM mendatang. BPOM mendukung program pembuatan fitofarmaka 12 tanaman obat yang dimulai pada tahun 2019. Teni terus memandu jalannya diskusi hingga acara diakhiri pada pukul 12.00 WIB dengan foto bersama. (ADL)

Baca

Menjadi Peneliti yang Beretika Bersama Forum Fungsional Peneliti


09 April 2019

(Serpong, Humas LIPI) Sejak pagi pukul 08.30 WIB, Selasa (09/04), ruang rapat lantai dua Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2K - LIPI), ramai dihadiri oleh para peneliti LIPI dari kawasan Serpong. Mereka hendak menghadiri acara forum fungsional peneliti LIPI yang berjudul “Kode Etika dan Perilaku Peneliti”. Acara ini merupakan pertemuan ketiga dari Forum Fungsional Pusat Penelitian Teknologi Pengujian (P2TP) LIPI yang bekerjasama dengan Kedeputian Ilmu Pengetahuan Teknik (IPT) LIPI, P2K - LIPI, dan Himpunan Peneliti Indonesia (Himpenindo). Pertemuan pertama diselenggarakan di P2TP dengan topik Pengenalan Riset LCA (life cycle assessment) dan pertemuan kedua kembali diselenggarakan di P2TP LIPI dengan topik Juknis Peneliti Terbaru. Tepat pukul 09.00 WIB, Ika Fitriana Hapsari selaku MC memulai jalannya acara. Deputi IPT LIPI, Dr. Agus Haryono memberikan kata sambutan kepada seluruh hadirin, termasuk Dr. Agus Fanar Syukri, Kepala P2TP - LIPI sekaligus perwakilan Himpenindo Pusat dan Dr. Arthur Lelono, Plt. Kepala P2K - LIPI. Dalam sambutannya, Agus mengungkapkan kebahagiaan jika nanti kedepannya, banyak terjalin kerja sama antar satker. Dalam sambutannya tersebut, beliau menyampaikan beberapa hal mengenai kegiatan peningkatan kompetensi pendidikan peneliti melalui program LIPI by research. Ada lima universitas dalam negeri yang telah menjadi mitra LIPI, yakni Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjajaran, dan Universitas Gadjah Mada. Rencananya akan ada penambahan universitas dari luar negeri yang berlokasi di Malaysia, Korea Selatan, Taiwan, dan Australia. Kedepannya program by research ini akan diterapkan di seluruh lembaga pemerintah non kementerian (LPNK) seluruh Indonesia untuk meningkatkan kualitas peneliti melalui pendidikan strata dua dan tiga. Menurut Agus, peneliti saat ini harus menjadi panutan atau teladan. Peneliti juga harus mandiri mencari partner dan mencari sumber pendanaan dari luar. Misalnya dari Ristekdikti atau LPDP (Lembaga Pengelola Dana Penelitian). Kesempatan melakukan post doctoral di luar negeri juga perlu bagi peneliti. Ada aturan terbaru yang saat ini sedang dibahas aspek hukumnya di BKHH LIPI, terkait kesempatan para peneliti untuk mengikuti kegiatan konferensi internasional di luar negeri dan dalam negeri. Dananya berasal dari anggaran Sestama. “Ada anggaran yang dipersiapkan, oleh karena itu, silakan para peneliti coba mengajukan, siapa cepat dia yang dapat”, tambahnya. Agus juga menyampaikan bahwa nanti layanan sains akan satu pintu. “Semua alat yang ada di LIPI akan dapat dimanfaatkan oleh semua dengan gratis”, jelasnya. Usai sambutan, Deputi IPT mengukuhkan pengurus Himpenindo Komisariat Puspiptek Serpong, dengan ketuanya adalah Dr. Haznan Abimanyu. Beberapa pengurus yang hadir turut maju ke depan. Saat ini sesuai berlakunya aturan petunjuk teknis peneliti yang baru, setiap peneliti wajib menjadi anggota Himpenindo. Biaya keanggotaan akan dialokasikan oleh satuan kerja masing-masing. Menginjak ke acara inti, Dr. Haznan Abimanyu sebagai moderator memandu paparan presentasi dari Dra. Wati Hermawati, MBA. Seorang peneliti utama dari Pusat Penelitian Manajemen Kebijakan Iptek dan Inovasi. “Mengapa topik Kode Etika dan Perilaku Peneliti sangat penting?” tanya Wati di awal. “Karena topik ini berhubungan dengan dengan karir kita sebagai peneliti. Target kepada peneliti peneliti saat ini semakin tinggi, maka etika peneliti juga hasrus dijunjung tinggi. Jika tidak, maka akan menjadi batu sandungan bagi peneliti itu sendiri," tambahnya. Sebagai peneliti yang merupakan insan yang memiliki tugas berpikir dan mencipta, kode etik menjadi pengendali agar mencegah terjadinya tindakan ketidakjujuran. Misalnya jika ada kasus plagiarisme. Penanganan untuk pelanggaran kode etik ini dilakukan oleh Majelis Etika Himpenindo. Di LIPI juga terdapat Komite Kode Etika, dengan Wati sebagai salah satu anggota komite tersebut.   Sepanjang acara, para peneliti diajak melihat contoh-contoh perilaku buruk pelanggaran kode etik. Contohnya pemalsuan data penelitian, pencurian hasil penelitian, dan penduplikasian temuan. Ada beberapa kasus yang pernah terjadi di Indonesia, yaitu duplikasi penelitian yang dipublikasi dalam jurnal, karena dicurigai keabsahan datanya, Komite Kode Etika Peneliti LIPI bertugas menangani kasus tersebut dan memberi sanksi tegas. Setelah melihat berbagai contoh kasus, peserta acara diharapkan dapat menerapkan prinsip dasar etika penelitian, yaitu menghormati harkat dan martabat manusia, berbuat baik, berlaku adil, sukarela, memenuhi persyaratan ilmiah bermanfaat, dan tidak membedakan perlakuan. Para peneliti dari LIPI, BPPT, BATAN, dan BSN yang mengikuti forum ini diharapkan dapat menjadi contoh peneliti yang beretika sesuai koridor di satkernya masing-masing. Setelah acara berlangsung selama kurang lebih tiga jam, Dr. Arthur menutup acara. "Terima kasih kepada narasumber serta Himpenindo. Majulah peneliti, majulah Himpenindo," pungkasnya. (ADL/HRD)

Baca

Melihat Aplikasi Ilmu Kimia, SMAN 4 Tangsel Kunjungi P2 Kimia - LIPI


04 April 2019

(Serpong, Humas LIPI) SMA Negeri 4 Tangerang Selatan mengadakan kunjungan Wisata Iptek di Pusat Penelitian Kimia – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2K - LIPI) di Gedung 452, Puspiptek, Serpong, Kamis (4/4). Kunjungan tersebut untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan di dalam kelas, yang kemudian diterapkan di lapangan. Sebanyak 16 orang siswa dan 5 orang guru pembimbing disambut secara terbuka oleh Dr. Sofa Fajriah, selaku Manajer Mutu, serta para staf P2 Kimia - LIPI. Kemudian acara dilanjutkan dengan pemutaran video profil mengenai fasilitas dan keahlian lab puslit, dan diteruskan dengan kunjungan praktik laboratorium. Laboratorium yang dikunjungi adalah Lab Kimia Material dan Katalis, Lab Gas Chromatography-Mass-Spectrometry, Lab Bioetanol, dan Lab Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB). “Secara konsep siswa sudah diajarkan di sekolah melalui pelajaran Kimia. Untuk aplikasinya kami ke Puslit Kimia - LIPI agar mereka lebih paham. Jadi bukan hanya teori, tetapi harus mengetahui aplikasinya seperti apa. Dengan begitu siswa memiliki pengetahuan dan kedepannya mereka mempunyai inisiatif dan terinspirasi akan memilih jurusan kimia,” tutur Mimid Indra Kosasih, selaku guru pembimbing. Beberapa peserta mengungkapkan bahwa mereka mendapat pembelajaran dari istilah-istilah baru di Puslit Kimia – LIPI. Mereka mengharapkan lain kali dapat ikut praktikum di laboratorium agar lebih menarik. Mereka juga menyatakan ketertarikannya untuk mengambil pendalaman Kimia di masa depan di jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Selain berkunjung ke P2 Kimia - LIPI, pada waktu yang bersamaan sebagian rombongan SMAN 4 melakukan kunjungan ke P2 Fisika - LIPI, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), yaitu Balai Besar Teknologi Konversi Energi - BPPT, Balai Bioteknologi - BPPT, dan Pusat Teknologi Industri Pertahanan dan Keamanan - BPPT. Sebelumnya seluruh rombongan menyaksikan selayang pandang Puspiptek di Pusat Informasi (PI) Kemenristekdikti. (HRD ed. ADL)

Baca

Kunjungan Wisata Iptek SMP Narada di P2 Kimia - LIPI


02 April 2019

(Serpong, Humas LIPI) Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2K - LIPI) menerima kunjungan dari SMP Narada Kosambi Jakarta Barat di Gedung 452, Puspiptek, Serpong, Selasa (2/4/2019). “Kami memilih P2 Kimia – LIPI adalah untuk mengenalkan pada mereka tentang penelitian-penelitian di luar lingkungan sekolah, karena mereka pun sudah dikenalkan dengan melakukan beberapa penelitian di sekolah. Biarkanlah mereka untuk melihat dan mengenal penelitian yang sesungguhnya. Oleh karena itu, kami memilih di LIPI Serpong,” ungkap Kiki, guru pembimbing di sela-sela kedatangan. Rombongan yang berjumlah 29 orang siswa dan 2 orang guru pembimbing disambut baik oleh para personil P2K - LIPI. Dalam kunjungan ilmu pengetahuan ini, siswa dikenalkan fasilitas dan fungsi dari peralatan laboratorium yang ada di P2K - LIPI. “Setelah berkunjung ke laboratorium bioetanol, saya tertarik karena tidak hanya menggunakan alkohol, tetapi kami juga mengetahui proses pembuatan atau penyulingan limbah kelapa sawit yang akhirnya menjadi etanol,” ujar Kiki yang juga English Teacher di Narada School. Selain berkunjung ke P2K – LIPI, pada waktu yang bersamaan sebagian rombongan SMP Narada melakukan kunjungan ke P2 Fisika – LIPI, dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), yaitu Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca - BPPT, dan Balai Bioteknologi – BPPT. Sebelumnya seluruh rombongan menyaksikan selayang pandang Puspiptek di Pusat Informasi (PI) Kemenristekdikti. (HRD ed. ADL)

Baca

Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Kunjungi P2 Kimia - LIPI


01 April 2019

(Serpong, Humas – LIPI) Pusat Penelitian Kimia – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2K – LIPI) menerima kunjungan dari Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta di Gedung 452, Puspiptek, Serpong, Kamis (28/3). Kunjungan tersebut untuk menambah pengetahuan serta pengalaman yang di dapat dijadikan sumber pengetahuan di masa yang akan mendatang. Dalam kunjungan USD ini para mahasiswa diputarkan company profile tentang P2 Kimia – LIPI, kemudian  rombongan 50 orang mahasiswa dan 3 dosen pembimbing berkesempatan mengunjungi laboratorium. Vicki, selaku dosen pembimbing, menyampaikan bahwa USD mempunyai kegiatan workshop dan benchmarking ke industri kimia dan pusat penelitian. “Untuk pusat penelitian, kami memilih LIPI di Puspiptek”, ujarnya. “Kami memiliki mata kuliah pada semester ini, dan salah satu kegiatannya kita melakukan fieldtrip. Fieldtrip-nya itu mengunjungi pusat industri dan pusat penelitian,” terang Vicki. “Jadi selain kuliah teori, ada juga kuliah di lapangan. Aplikasi ilmu kimia itu kalau di bidang penelitian itu bagaimana, di bidang industri itu bagaimana,” ujar dosen program studi Kimia USD tersebut. Dalam kunjungan ini, para mahasiswa tampak bahagia dan antusias atas apa yang disampaikan oleh para peneliti dan staf laboratorium. Beberapa mahasiswa dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan USD menyampaikan bahwa peralatannya di P2K – LIPI sudah bisa menunjang sebagai pusat riset di Indonesia. Mereka menyatakan terinspirasi dan termotivasi serta berharap dapat kembali ke P2K – LIPI. Kedepannya, peluang kerja sama antara USD dan P2K – LIPI di bidang pendidikan dan riset kimia terbuka lebar. (HRD ed. ADL)

Baca

Mengenal Peralatan Laboratorium, Balai Diklat PMB-Kemendag Kunjungi P2 Kimia-LIPI


29 Maret 2019

(Serpong, Humas LIPI) Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Kimia - LIPI) menerima kunjungan dari Balai Diklat Penguji Mutu Barang - Pusat Pendidikan dan Pelatihan Perdagangan (BDPMB - Pusdiklat Perdagangan) di Gedung 452, Puspiptek, Serpong, Kamis (28/3). “Untuk meningkatkan wawasan peserta pelatihan, kami bermaksud mengadakan kegiatan kunjungan ke laboratorium P2 Kimia - LIPI,” ujar sesi program kegiatan, Hadi Barry Rahmatulah, saat memberikan sambutannya. Kunjungan dengan 20 orang peserta diklat dan 5 orang pendamping ( 1 widyaswara, 2 penyelenggara, 2 seksi program) diterima oleh Andreas, M.Si., yang juga merupakan pengajar diklat di PMB. Kemudian pengunjung disuguhi dengan tayangan video profil Puslit Kimia–LIPI yang mencakup fasilitas dan kemampuan, juga berbagai kegiatan penelitian. Andreas menginformasikan bahwa dengan infrastruktur yang baik sejak tahun 2015, P2 Kimia membuka kerja sama, magang, melanjutkan S2, melakukan penelitian, dan sebagainya dengan seluas-luasnya. Usai perkenalan, peserta diajak meninjau ke Lab Gas Chromatography-Mass Spectrometry, Lab High Performance Liquid Chromatography, dan Lab Liquid Chromatography-Mass Spectrometry. Acara dilanjutkan dengan diskusi bersama dengan Andreas dan para peserta diklat. Saat sesi tanya jawab dengan BDPMB - Kementerian Perdagangan tersebut, mereka ingin tahu mengenai riset unggulan LIPI. Sekarang untuk bidang energi, LIPI mempunyai riset unggulan memproduksi bioetanol generasi ketiga. LIPI berusaha menjawab bagaimana cara untuk menggeser konsumsi bahan bakar fosil yang tidak bisa diperbaharui. Selain itu, LIPI menjalankan riset unggulan mengenai pangan fungsional. Sebagai contoh, bahan baku yang digunakan adalah teh, kakao, mocaf, manggis, dan tripang. Mocaf yang difokuskan adalah dari singkong yang kaya akan karoten. Sekarang banyak produk-produk Mocaf hasil penelitian LIPI dalam hal ini di bawah Pusat Penelitian Teknologi Tepat Guna – LIPI yang ada di Subang. Pada kesempatan yang sama, Hadi menjelaskan kunjungan Peserta Diklat Jabatan Fungsional Penguji Mutu Barang Kategori Keahlian ke P2 Kimia ini merupakan program terbaru guna mengenalkan  peralatan yang digunakan di laboratorium. Karena pekerjaan PMB sangat variatif baik itu kalibarasi, SNI-nya, mapun produk. Sebelumnya, rombongan berkunjung ke Satuan Standar Satuan Ukuran – Badan Standardisasi Nasional (SSSU – BSN),  dan Metrologi Kimia – BSN. Salah satu peserta senang berkunjung ke P2 Kimia LIPI. Menurutnya laboratorium sangat baik, alat-alatnya sangat banyak dan bagus. “Saya melihat dari kerapian dan tata letak di laboratoriumnya sangat baik. Mungkin kedepannya kami bisa mengetahui tentang CIMS (chemical inventory management system) dari proses awal, preparasi sampel, pelaksanaan, hingga pengolahan datanya”, ujarnya. (HRD ed. ADL)

Baca

Kuliah Tamu Warwick University di Puslit Kimia LIPI


28 Maret 2019

(Serpong, Humas LIPI) Pada Selasa (26/03) Ruang Rapat lantai dua Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2K - LIPI) tampak dipadati oleh peneliti, research assistant, dan mahasiswa tugas akhir. Mereka pada hari itu mendapat kuliah tamu dari seorang doktor asal Warwick University, Inggris, yaitu Dr. Tara Schiller. Tara yang baru beberapa jam sebelumnya tiba di Indonesia menyampaikan presentasi yang berjudul “Soft Matter Characterisation – from Polymers to Biological Tissue”. Acara tersebut berlangsung dari pukul 10.00 WIB hingga 11.30 WIB dengan Dr. Athanasia Amanda Septevani sebagai moderator dari keltian Polimer. Beberapa pertanyaan yang diajukan oleh partisipan dapat dijawab dengan baik oleh Tara. Di penghujung acara, Amanda menyerahkan kenang-kenangan kepada Tara dan diakhiri dengan sesi foto bersama dengan seluruh partisipan. Seusai acara, Tara diajak mengunjungi pilot plant bioetanol generasi dua dari tandan kosong kelapa sawit (TKKS). Amanda menunjukkan bahan baku TKKS yang dijadikan material penelitian nanoselulosa. Nantinya material tersebut akan dikembangkan bersama Warwick University. (ADL)

Baca

Kunjungan Wisata Iptek SMAI Sabilillah Malang di P2 Kimia - LIPI


27 Maret 2019

(Serpong, Humas – LIPI) Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2 Kimia – LIPI) menerima kunjungan dari SMA Islam Sabilillah Malang Boarding School di Gedung 452, Kawasan Puspiptek Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (27/3/2019). Kunjungan ini dilaksanakan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan bagi kalangan pelajar selaku generasi penerus bangsa. Kedatangan 32 orang siswa dan 4 orang guru pembimbing dimulai dengan penayangan video profil P2 Kimia – LIPI, kemudian acara dilanjutkan dengan kunjungan ke laboratorium. Drs. M. Khoiron, selaku Waka. Kepengasuhan menyampaikan bahwa untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang ada di sekolah, di sini dapat melihat secara langsung dari ‘anak-anak yang sudah berhasil’, setelah siswa termasuk guru-guru sudah belajar secara teoritis di sekolah. “Semoga dii sini pengembangannya lebih luas, sehingga lebih menarik, lebih menghasilkan manfaat bagi masyarakat serta bisa diterapkan di jenjang yang lebih tinggi,” harap Khoiron. “Kami sangat puas atas penyampaiannya, sebetulnya harus banyak waktu di sini. Tahun berikutnya mungkin akan kami jadwalkan lebih lama di sini agar kami mengetahui semuanya,” tutupnya. Salah satu siswa juga mengungkapkan bahwa kunjungan ini sangat baik, membuka wawasan untuk siswa-siswa SMA yang berminat menjadi calon peneliti. Jika praktik langsung, bisa dapat wawasan yang lebih nyata. Selain berkunjung ke P2 Kimia – LIPI, pada waktu yang bersamaan sebagian rombongan SMAIS Sabilillah melakukan kunjungan ke P2 Fisika – LIPI, dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), yaitu Balai Besar Teknologi Konversi Energi – BPPT dan Pusat Balai Bioeknologi - BPPT. Sebelumnya seluruh rombongan menyaksikan selayang pandang Puspiptek di Pusat Informasi (PI) Kemenristekdikti. (HRD ed. ADL)

Baca

4th Meeting on Strategic Collaboration in Herbal R&D between RCC - LIPI and IPPT - USM


26 Maret 2019

(Serpong, Tangerang Selatan) RCC - LIPI and IPPT - USM conducted a 4th Meeting on Strategic Collaboration in Herbal R&D on March, 25-26th. The meeting began with a collaboration overview that had been carried out at the previous meeting, followed by product target material to be targeted by RCC-LIPI product targets in accordance with GLP and GMP procedures by taking European pharmacopoeia reference standards. Furthermore they made a draft proposal together. The project aims to pioneer as the first facility to produce medical grade ingredient for anti-hypertension supplements by: Manufacturing the medical grade ingredient of Morinda citrifolia L. by using authenticated botanic materials complying the international standard of EU GACP. Manufacturing the ingredient by using proprietary techniques that yield high purity of bioactive under high level of hygiene of Medical Grade environment of the ICH GMP for supplement that make the ingredients free from pesticide residue, heavy metal, adulterants and microbial contaminant. Manufacturing the ingredient that is certified of its bioactive contents by ISO/IEC 17025 accredited chemical testing laboratory. The manufactured ingredient is evaluated for long-term safety for repeated consumption by OECD-GLP test facility. The manufactured ingredient is evaluated for anti-hypertension effectiveness for consumption via dietary intervention by OECD-GLP test facility. GMP Facility of RCC - LIPI The GMP facility of Research Center of Chemistry – Indonesian Institute of Sciences (LIPI) located at Puspiptek, Serpong, with an area of 1200 m2 consisting of two floors, 1st floor is intended for GMP processes while the 2nd floor is intended for product quality testing laboratories. The construction of the GMP facility was designed and realized after consultation with National Agency of Drug and Food Control (BPOM) including the design and arrangement of the space, in such a way that later the facility would meet the requirements for the methods of making good drugs. This facility was inaugurated on November 19, 2018. The GMP facility at LIPI is equipped with two extractor tanks capacity @ 100 L, the production process starts from mixing, granulating, to packaging (capsule and sachet). The quality assurance facility consists of a physical chemistry laboratory, microbiology, HPLC, and TLC Scanner. In addition to quality assurance facilities, GMP facilities are also equipped with R & D formulation laboratories and chemical laboratories. The availability of these facilities is expected to produce products to ensure the quality produced so that the resulting products are expected to be following BPOM requirements for registration. The function of the GMP facility at LIPI:  Accelerating downstream results of research and development of raw materials for traditional Indonesian-based medicines. With the complete facility of GMP, the research results are expected to be more easily transferred to industry compared to only laboratory development.  Incubation or cooperation agreement with industry parties. The GMP facility will enable to facilitate industry needs in terms of process optimization or product testing.  Clinically related research or investigative drug manufacturing for clinical trials where the need for making preparations is carried out at the GMP facility (BPOM Regulation No. 13 of 2018, Annex 6 concerning the manufacture of investigative drugs for clinical trials).

Baca

Toray Group Mengajak Lembaga Penelitian Berkontribusi Memecahkan Permasalahan Global


22 Maret 2019

(Humas, Serpong) Dalam kegiatan kunjungan Toray Group ke Serpong pada Jumat (22/3), perwakilan Toray yakni Dr. Hasanudin Abdurakhman dan Hisashi Nishi (PT Toray Industries Indonesia) serta Kazuki Shigeta, Ph.D dan Dr. Tetsuya Tsunekawa (Toray Industries, Inc.) ingin bertukar pikiran mengenai topik riset dengan manajemen dan peneliti dari Pusat Penelitian Kimia – Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2K - LIPI) dan Balai Teknologi Polimer – Balai Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BTP-BPPT). Toray Group dengan slogan “Innovation by Chemistry” merupakan perusahaan asal Jepang yang berfokus untuk melakukan inovasi mengatasi permasalahan dunia, seperti krisis air bersih dan masalah lingkungan hidup. Dengan salah satu inovasi materialnya, Toray berupaya memecahkan masalah krisis air melalui teknologi yang dapat mengekstrak air laut menjadi air minum. Dengan teknologi membran osmosis balik, garam dari air laut dapat menghasilkan air tawar. Teknologi ini juga dapat mengatasi masalah air limbah. Plt. Kepala P2K – LIPI, Arthur Lelono, Ph.D memaparkan fasilitas laboratorium CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik), yang dapat dimanfaatkan untuk produksi obat tradisional yang berstandard dan pilot plant bioetanol generasi dua yang menghasilkan etanol untuk alternatif bahan bakar. Sementara Kepala BTP -BPPT, Ir. F.M. Erny S.A. Soekotjo, M.Sc menjelaskan inovasi komposit yang diaplikasikan untuk peredam suara dan rumah ramah gempa.  Toray melalui ITSF (Indonesia Toray Science Foundation), telah turut berkontribusi untuk kemajuan dan kesejahteraan bangsa melalui bidang sains dan teknologi. Yayasan ini memberikan bantuan dana kepada ilmuwan atau peneliti yang berprestasi dari berbagai bidang riset. Peneliti P2K – LIPI yang hadir adalah Dr. Athanasia Amanda Septevani, Dr. Nino Rinaldi, Dr. Dieni Mansur, Dr. Sofa Fajriah, dan Evi Triwulandari, M.Si sementara dari BTP-BPPT adalah Dr. Chandra Liza. Dalam diskusi, salah satu topik yang ditanyakan Dr. Amanda adalah mengenai pencemaran sungai Citarum. Dr. Hasanudin menjawab bahwa hal itu bisa dengan teknologi membran. Diharapkan di masa datang Toray dan lembaga penelitian dapat memperbesar kontribusi untuk memecahkan masalah yang ada di masyarakat dengan solusi teknologi yang disesuaikan dengan kapasitas masing-masing. Setelah sesi presentasi dan diskusi, rombongan meninjau fasilitas laboratorium yang ada di P2K – LIPI dan BTP – BPPT. (ADL)

Baca

Berwisata Iptek, SMAIT Buahati Islamic School Kunjungi Pusat Penelitian Kimia LIPI


15 Maret 2019

(Humas, Serpong) Pusat Penelitian Kimia (P2K) LIPI menerima kunjungan dari SMA Islam Terpadu (SMAIT) Islamic School Cipayung – Jakarta Timur di Gedung 452, Kawasan Puspiptek,Tangerang Selatan, Kamis (14/3). Kunjungan SMAIT Buahati dimaksudkan untuk menambah ilmu pengetahuan dan melihat langsung kegiatan kimia di laboratorium.   Kedatangan rombongan disambut oleh Dr. Sofa Fajriah, selaku Manajer Mutu Laboratorium. Dr. Sofa mengucapkan selamat datang di P2 Kimia – LIPI. Sebagai pembuka acara, siswa-siswi ditayangkan video profil mengenai fasilitas dan bidang keahlian P2K. Acara dilanjutkan dengan kunjungan ke laboratorium, yakni Lab Kimia Material dan Katalis; Lab GC – MS; Lab HPLC dan LC – MS/MS; Lab NMR; dan Lab Bioetanol.   1. Lab Kimia Material dan Katalis, lab ini mengembangkan material berbasis senyawa kimia dan menggunakan proses kimia. Aplikasi dari material yang dikembangkan adalah untuk proses katalis dan sistem deteksi. 2. Lab Gas Chromatography – Mass Spectrometry (GC-MS) merupakan alat dengan metode yang mengkombinasikan Kromotografi Gas untuk menganalisis senyawa organik dengan metode pemisahan berdasarkan waktu retensi dan Spektrometri Massa berdasarkan perbandingan massa terhadap muatan. 3. Lab High Performance Liquid Chromatography (HPLC) merupakan alat yang digunakan untuk mengetahui jumlah senyawa – senyawa yang ada pada sampel dengan metode pemisahan cair. Sedangkan Lab Liquid Chromatography – Mass Spectrometry (LC-MS) merupakan alat dengan metode yang mengkombinasikan Liquid Chromatography untuk menganalisis kemungkinan senyawa  apa saja yang ada di dalalam sampel dengan metode pemisahan berdasarkan waktu referensi dan berat molekul). 4. Lab Nuclear Magnetic Ressonance (NMR) merupakan laboratorium untuk menentukan struktur molekul dari komponen alami dan sintetik). 5. Lab Bioetanol merupakan laboratorium untuk penelitian dan pengembangan produksi bioetanol khususnya generasi kedua yang berbahan baku Biomassa Lignoselulosa.   Sebanyak 15 orang siswa dan 2 orang guru pendamping dari sekolah tersebut tampak tertarik melihat langsung fasilitas dan bidang keahlian lab di Puslit Kimia. Para siswa bersemangat menyimak penjelasan dari para peneliti di tiap lab. Kharisma Safitri Siregar, M.Sc selaku guru pembimbing menyampaikan bahwa murid-muridnya akan memiliki dasar pengetahuan tentang aplikasi kimia itu dalam keseharian. Bagaimana dunia kerja di bidang ilmu pengetahuan kimia. Manfaatnya akan memudahkan siswa yang bila setelah lulus SMA, dapat memilih jurusan kimia sesuai minatnya.   Ketika ditanya pendapatnya mengenai kunjungan di P2K, Kharisma berpendapat "fasilitasnya lengkap, walaupun ada beberapa hal yang belum kami mengerti, tetapi setelah dijelaskan lebih spesifik, kami cukup paham. Juga saat siswa-siswa bertanya, alhamdulillah, penjelasannya sangat membantu kami,” imbuhnya.   Salah satu siswa dari SMA Buahati mengungkapkan, “yang menyampaikan penjelasan baik, sehingga kami mudah memahami apa yang dijelaskan. Mungkin yang perlu ditambah adalah kami bisa diberi contoh cara menggunakan alatnya. Bisa juga saat menjelaskan menyalakan alatnya, jadi kondisi alatnya running."   Selain berkunjung ke Puslit Kimia – LIPI, pada waktu yang bersamaan sebagian rombongan SMAIT Buahati melakukan kunjungan ke Pusat Penelitian Fisika – LIPI, dan Bioteknologi – BPPT. Sebelumnya seluruh rombongan disambut dan menyaksikan selayang pandang Puspiptek di Ruang Auditorium Gedung Pusat Informasi serta penukaran cenderamata. (HRD/ ed. ADL)

Baca

Jalin Kerja sama, Murata Co. Kunjungi Laboratorium LIPI Kawasan Serpong


04 Maret 2019

(Humas, Serpong) LIPI kawasan Serpong menerima kunjungan dari Murata Co. Jepang di Gedung 452, Pusat Penelitian Kimia (P2 Kimia) LIPI (Senin, 4/3/2019). Kunjungan yang terdiri dari Yasumichi Nakamura dan Takeshi Kataya (Murata Jepang), serta Manabu Yano dan Winson Khoo (Murata Singapura) bermaksud untuk melakukan riset dan ingin mengetahui riset yang sejalan dengan Murata. Kunjungan Murata bersama perwakilan Pusat Pengembangan Inovasi dan IPTEK (PPII) LIPI disambut oleh para pimpinan satuan kerja (satker) LIPI Serpong dan para peneliti, beserta tim kawasan Humas dan Kerja sama. Di awal acara, Plt. Kepala Pusat Penelitian Kimia – LIPI, Raden Arthur Ario Lelono, Ph.D. mengucapkan “selamat datang di LIPI kawasan Puspiptek - Serpong, terima kasih atas kehadirannya”. Acara kemudian dilanjutkan dengan presentasi profil tiap satker. Dr. Arthur menyampaikan profil P2K – LIPI yang kegiatan penelitiannya antara lain Catalysis and Material Chemistry, Biomass Energy, Polymer Chemistry, Analytic and Environment Chemistry, Food Chemistry, Natural Product Chemistry, Medical Chemistry, dan Technology Process Engineering.  Kepala satker P2 Fisika – LIPI, Dr. Rike Yudianti, menjelaskan bahwa puslit Fisika mempunyai kelompok penelitian Bahan Magnetik dan Keramik Maju, Material Berketahanan Tinggi, Baterei Lithium dan Superkapasitor, Fuel Cell dan Teknologi Hidrogen, Teknologi Laser, Optoelektronik dan Instrumentasi, Geofisika, Fisika Teori, dan Fisika Komputasi.  Kepala satker P2 Metalurgi dan Material – LIPI, Dr. Ing. Andika Widya Pramono, M.Sc. memaparkan presentasi tentang Development of Graphene – Metal Nanoparticles Based Nanomaterial for Biosensor dan Result of The Research Synthesis and Characterization.  Kepala P2 Teknologi Pengujian – LIPI, Agus Fanar Syukri, Ph.D., menginformasikan bahwa puslit baru saja berdiri per 1 Januari 2019, yang sebelumnya bernama Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian (P2SMTP). P2TP - LIPI mempunyai kelompok penelitian Eletromedical, Electrical and Electronic, Electromagnetic Compability, dan Quality Management. Perkenalan lalu diteruskan dengan presentasi dari Murata. Murata telah menghasilkan produk kapasitor, induktor, IC – perangkat pengaturan waktu, perangkat daya, produk nirkabel, dan alat desain. Firman Tri Ajie, dari PPII – LIPI menjelaskan tidak berusaha menjual dari produk Murata, tetapi ada beberapa hal yang bisa dilakukan bersama. Seperti Murata melakukan semacam penemuan produk, maka produk itulah yang bisa kita manfaatkan. Kemudian dari hasil penelitian LIPI selama bisa ada potensi untuk dikerjasamakan dengan Murata. Acara tersebut dilanjutkan dengan diskusi dan diakhiri dengan kunjungan ke laboratorium-laboratorium LIPI Serpong, yakni Lab Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) – P2K LIPI. CPOTB dilengkapi tidak hanya serangkaian peralatan untuk memproses mulai dari bahan baku hingga produk obat tradisional, tetapi dengan lab untuk menjamin mutu yang dihasilkan. Dilanjutkan dengan Lab di P2F – LIPI yaitu Lab Optoelektronik, lab yang berbasis interaksi antara cahaya dan suatu objek dan device yang merupakan interface antara optik dan elektronik; Lab Laser, lab yang mengembangkan aplikasi laser diantaranya untuk sistesis dan deteksi material. Lokasi terakhir adalah Lab P2TP – LIPI, yaitu Lab Electromagnetic Compatibility (EMC). EMC adalah kemampuan peralatan, perangkat atau sistem berfungsi secara baik dalam lingkungan medan elektromagnetik tanpa menunjukkan adanya gangguan-ganguan yang menyebabkan berkurangnya kinerja peralatan, perangkat atau sistem tersebut; dan Lab Elektromedis, lab jaminan mutu dan jaminan keselamatan, terkait persyaratan mendasar yang wajib dipenuhi agar suatu produk dapat bersaing dengan produk dari luar dan aman digunakan oleh masyarakat pengguna. (HRD/ ed. ADL)

Baca

Kunjungan Wawancara Tentang Lingkungan SD Al-Jabr Islamic School


26 Februari 2019

(Humas, Serpong) Pusat Penelitian Kimia Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2K - LIPI) pada Rabu (26/03) mendapat kunjungan empat siswa SD Al-Jabr Pondok Labu, Jakarta Selatan untuk melakukan wawancara dengan peneliti di bidang Teknologi Lingkungan. Mereka adalah Aldo Adrian Satyawardhana, Dzakka Akhdan Fidzli, Galang Kai Ajala Kartowisastro, Redya Anjani Shalimafala Reinarto. Kedatangan empat siswa yang cakap berbahasa Inggris yang didampingi dua ibu guru mereka telah membuat Andreas, M.Si, peneliti P2 Kimia LIPI sibuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka.  Para siswa bergantian bertanya diantaranya, “apakah teknologi yang telah diteliti untuk menghindari polusi lingkungan?” Andreas menjawab, “etanol adalah salah satu alternatif untuk mengatasi polusi lingkungan, karena dengan memanfaatkan limbah tanaman yang tidak terpakai seperti tandan kosong kelapa sawit, bisa diubah menjadi etanol, yaitu suatu bahan tergolong alkohol yang bisa dimanfaatkan untuk pengganti bensin”. Para siswa dan guru melanjutkan kunjungan ke pilot plant proses pembuatan bioetanol dari tandan kosong kelapa sawit sebagai pembuktian penelitian telah dilakukan. Para siswa tersebut walaupun masih siswa sekolah dasar sangat termotivasi untuk mengetahui teknologi dari ilmu kimia yang bisa diterapkan sehari-hari, seperti mereka tentang fermentasi pembuatan tape. Andreas pun dengan senang hati melayani wawancara para siswa sekolah dasar yang cerdas dan antusias tentang teknologi di bidang lingkungan. (ES/ed. ADL)

Baca
ZONA INTEGRITAS