Test P2 Kimia Selenggarakan Uji Profisiensi untuk Pantau Kualitas Laboratorium di Indonesia

[Berita P2 Kimia, Serpong] Program Uji Profisiensi merupakan salah satu kegiatan tahunan yang rutin diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Kimia-LIPI. Program ini bertujuan untuk memantau kinerja laboratorium-laboratorium pengujian di Indonesia khususnya yang telah terakreditasi oleh KAN. Pada tahun ini, pertemuan teknis Program Uji Profisiensi Pusat Penelitian Kimia-LIPI dilaksanakan pada 1-2 Juni 2016 di Graha Widya Bhakti PUSPIPTEK Serpong.

Pada hari pertama, Rabu, 1 Juni 2016 kegiatan berupa ‘Evaluasi Program Uji Profisiensi 2015’.  Kegiatan ini dihadari lebih dari 80 orang yang merupakan perwakilan dari laboratorium-laboratorium peserta Program Uji Profisiensi 2015. Acara dibuka dengan sambutan oleh Dra. Nuryatini, MS, Koordinator Kelompok Penelitian Metrologi Kimia, Pusat Penelitian Kimia-LIPI.

“Kami memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh peserta yang hadir atas partisipasinya dalam Program Uji Profisiensi 2015 tahun lalu,” sambut Nuryatini. Selain itu, “Pusat Penelitian Kimia terus mengharapkan masukan, kritik, dan sarannya supaya Program Uji Profisiensi yang dilaksanakan semakin baik ke depannya,” lanjutnya.

Acara dilanjutkan dengan pemaparan hasil Program Uji Profisiensi Pusat Penelitian Kimia LIPI 2015 yang disampaikan oleh Nurhani Aryana selaku Koordinator Program Uji Profisiensi. Dalam presentasinya, Nurhani menyampaikan hasil pengolahan data dan rangkuman kinerja dari laboratorium-laboratorium peserta Program Uji Profisiensi 2015.

Setelah pemaparan oleh Nurhani, acara dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab terkait pelaksanaan Program Uji Profisiensi tahun sebelumnya. Para peserta nampak begitu antusias menyampaikan pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan hasil penilaian kinerja laboratorium masing-masing. Hadir sebagai narasumber yaitu Dr. Rosi Ketrin selaku Koordinator Laboratorium Anorganik, Dra. Nuryatini MS selaku koordinator Laboratorium Elektrokimia Pusat Penelitian Kimia.

Sebagai acara penutup, dilakukan diskusi lebih intensif dimana para peserta dibagi dalam beberapa kelompok dan masing-masing kelompok melakukan diskusi terkait kebutuhan uji profisiensi, kebutuhan bahan acuan, dan kendala-kendala yang dihadapi oleh laboratorium pengujian dalam hal teknis. Dr. Oman Zuas selaku moderator diskusi, dengan antusias mengajak para peserta untuk berpartisipasi aktif dalam diskusi dengan memberikan beberapa ‘pertanyaan kunci’ yang harus didiskusikan oleh tiap kelompok.

Pada akhir acara, perwakilan dari tiap kelompok diminta untuk menyampaikan kesimpulan dari hasil diskusi yang telah berlangsung. Hasil dari diskusi tersebut akan sangat berguna bagi Pusat Penelitian Kimia LIPI untuk merumuskan perencanaan ke depan terkait pengembangan bahan acuan dan uji profisiensi yang dibutuhkan oleh laboratorium-laboratorium pengujian.

Berlanjut ke hari kedua, Kamis (2/6), kegiatan dilanjutkan dengan ‘Pertemuan Teknis Program Uji Profisiensi Pusat Penelitian Kimia-LIPI 2016’. Acara yang dibuka oleh Kepala Pusat Penelitian Kimia-LIPI tersebut dihadiri oleh perwakilan dari 98 laboratorium peserta Program Uji Profisiensi 2016.

“Partisipasi dalam kegiatan uji banding antar laboratorium merupakan hal yang sangat penting sebagai salah satu syarat pengajuan akreditasi laboratorium sesuai ISO/IEC 17025,” ujar Dr. Agus Haryono, Kepala Pusat Penelitian Kimia LIPI dalam sambutan pembukaannya. “Kami menyampaikan terimakasih kepada laboratorium-laboratorium peserta atas kepercayaannya kepada LIPI dengan secara rutin berpartisipasi dalam program uji profisiensi,” lanjutnya.

Berikutnya, acara diisi dengan pemberian materi ‘Penetapan Nilai Acuan untuk Material Uji Profisiensi’ yang dibawakan oleh Dyah Styarini, M.Si, koordinator Laboratorium Metrologi Organik. Dyah menyampaikan pembahasan dengan detail tentang bagaimana menetapkan nilai acuan sesuai dengan standard internasional ISO/IEC 17043 dan ISO 13528. Lebih detail lagi, Dyah memberikan contoh studi kasus bagaimana memberikan nilai acuan untuk material-material pengujian organik yang dilakukan oleh laboratoriumnya.

Kemudian acara dilanjutkan dengan pemaparan teknis ‘Program Uji Profisiensi Pusat Penelitian Kimia 2016’ oleh Nurhani Aryana selaku koordinator program. Hani, memberikan pemaparan mulai dari skema yang dikembangkan, jadual pelaksanaan, sampai dengan rancangan statistika yang akan digunakan untuk melakukan pengolahan data. Secara lebih teknis terkait pelaporan dalam Program Uji Profisiensi 2016 diberikan oleh Rizky Mulyana. Acara pada sesi pertama di hari kedua ini diakhiri dengan tanya jawab terkait Program Uji Profisiensi 2016. Kemudian seluruh peserta diberikan waktu untuk istirahat, sholat, dan makan siang bersama.

Setelah istirahat siang hari, para peserta dibagi sesuai dengan komoditi yang diikuti untuk memperoleh penjelasan teknis masing-masing komoditi. Pada tahun ini, terdapat empat komoditi uji profisiensi, yaitu air limbah, tepung beras, kecap kedelai, dan larutan buffer. Para peserta sangat antusias mengikuti penjelasan teknis yang dilakukan di masing-masing komoditi. Mereka sangat mengharapkan dapat melakukan pengujian dengan baik untuk dapat memperoleh hasil yang memuaskan di laboratorium. Sebagai akhir dari kegiatan di hari kedua, dilakukan pembagian bahan uji Program Uji Profisiensi Pusat Penelitian Kimia LIPI 2016. Pembagian bahan uji dilakukan dengan membagi kelompok peserta ke dalam beberapa wilayah meliputi Jabodetabek, Jawa Barat, Jateng-DIY-Jatim, Sumatera, dan Indonesia Timur. Pembagian bahan uji berlangsung dengan lancar dan tertib yang menandai  berakhirnya Pertemuan Teknis Program Uji Profisiensi Pusat Penelitian Kimia LIPI 2016. <SJW/p2k>